
Nexify - David West mencetak angka 20 poin ketika memenangkan Indiana Pacers yang ketinggalan pada kuarter pertama dan akhirnya mengalahkan New York Knicks 102-95.
Semua pemain awal yang turun lapangan membuat "double figures" untuk Pacers, yang tampil dengan mengandalkan kekuatan fisik dan mampu menahan tekanan lawan, - membuka kembali ingatan ketika tim Indiana pada tahun 1990-an berjuang keras mengatasi saingan mereka New York di Wilayah Timur.
"Kami melakukan pekerjaan bagus dan mengambil keuntungan dari lemparan bagus yang dilakukan teman-teman," kata pemain "forward" West ketika mengomentari kemenangan Pacers, yang membuat catatan pertemuan 44-30 dengan Knicks.
Pacers berhasil terus menahan Knicks dalam tiga tahun berurutan diawali pada pasca musim kompetisi 1993 kemudian di antara 1998-2000.
Pemain "centre" Roy Hibbert mengakhiri permainan dengan sumbangan 14 poin, delapan rebounds dan lima "block" pada pertandingan pertama mencari tim terbaik dari tujuh pertandingan itu (best-of-seven series).
Paul George menyumbang 19 poin dan D.J. Augustin menambah 16 poin jamua dalam waktu kurang dari 13 menit untuk Pacers, yang mengalahkan Atlanta Hawks dalam enam pertandingan pada putaran "play-offs" pertama.
Carmelo Anthony memimpin Knicks dengan membuat lemparan "10-of-28" dari lapangan. Ia mengakhiri permainan dengan sumbangan 27 poin dan 11 rebounds untuk New York, yang maju ke putaran kedua babak "play-offs" untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.
Pada musim itu, New York maju ke putaran semi final NBA sebelum kandas di tangan Pacers dalam enam pertandingan.
Knicks memimpin pertandingan 27-22 memasuki kuarter kedua tetapi keperkasaan mereka menghilang pada kuarter kedua ketika Pacers menghajar mereka untuk membuat angka menjadi 52-46 untuk Pacers pada paruh waktu pertama.
New York, yang melakukan lemparan hanya "35-of-81" dari lapangan (43,2 persen), akan menjadi tuan rumah pada pertandingan kedua (Game 2) sedangkan pertandingan ketiga diadakan Sabtu di Indiana. (ant/opw)
Semua pemain awal yang turun lapangan membuat "double figures" untuk Pacers, yang tampil dengan mengandalkan kekuatan fisik dan mampu menahan tekanan lawan, - membuka kembali ingatan ketika tim Indiana pada tahun 1990-an berjuang keras mengatasi saingan mereka New York di Wilayah Timur.
"Kami melakukan pekerjaan bagus dan mengambil keuntungan dari lemparan bagus yang dilakukan teman-teman," kata pemain "forward" West ketika mengomentari kemenangan Pacers, yang membuat catatan pertemuan 44-30 dengan Knicks.
Pacers berhasil terus menahan Knicks dalam tiga tahun berurutan diawali pada pasca musim kompetisi 1993 kemudian di antara 1998-2000.
Pemain "centre" Roy Hibbert mengakhiri permainan dengan sumbangan 14 poin, delapan rebounds dan lima "block" pada pertandingan pertama mencari tim terbaik dari tujuh pertandingan itu (best-of-seven series).
Paul George menyumbang 19 poin dan D.J. Augustin menambah 16 poin jamua dalam waktu kurang dari 13 menit untuk Pacers, yang mengalahkan Atlanta Hawks dalam enam pertandingan pada putaran "play-offs" pertama.
Carmelo Anthony memimpin Knicks dengan membuat lemparan "10-of-28" dari lapangan. Ia mengakhiri permainan dengan sumbangan 27 poin dan 11 rebounds untuk New York, yang maju ke putaran kedua babak "play-offs" untuk pertama kalinya sejak tahun 2000.
Pada musim itu, New York maju ke putaran semi final NBA sebelum kandas di tangan Pacers dalam enam pertandingan.
Knicks memimpin pertandingan 27-22 memasuki kuarter kedua tetapi keperkasaan mereka menghilang pada kuarter kedua ketika Pacers menghajar mereka untuk membuat angka menjadi 52-46 untuk Pacers pada paruh waktu pertama.
New York, yang melakukan lemparan hanya "35-of-81" dari lapangan (43,2 persen), akan menjadi tuan rumah pada pertandingan kedua (Game 2) sedangkan pertandingan ketiga diadakan Sabtu di Indiana. (ant/opw)
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 19 Juli 2026 21:06FIFA Perkenalkan Cincin Juara untuk Pemenang Final Piala Dunia 2026
-
Basket 23 Januari 2026 09:13Real Madrid Disebut Siap Gabung Proyek NBA Europe
-
Basket 13 Juni 2025 17:07Jadwal dan Link Streaming NBA Finals 2025: Thunder vs Pacers di Vidio
-
Basket 10 Juni 2025 12:28Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 19:07Barcelona All Out Kejar Rodri, Ini Alasan Hansi Flick Sangat Menginginkannya
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 19:00Gabriel Jesus Bakal Tinggalkan Arsenal untuk Berkarir di Italia?
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 18:30Diincar MU, Bournemouth Naikkan Harga Tyler Adams
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 18:00Bek Baru Chelsea OTW ke Inggris untuk Rampungkan Transfer
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 17:00Newcastle Tutup Pintu Bagi MU untuk Transfer Lewis Hall
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 16:52Resmi, Klub Spanyol Ini Umumkan Transfer Pemain Manchester United
BERITA LAINNYA
-
basket 23 Januari 2026 09:13Real Madrid Disebut Siap Gabung Proyek NBA Europe
-
basket 8 Januari 2026 22:02Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
SOROT
-
Liputan6 7 Agustus 2026 18:16Bejat, 15 Pria di Mamuju Perkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil
-
Liputan6 7 Agustus 2026 17:57Semburan Lumpur Muncul di Oro-oro Kesongo Blora, Tingginya Capai 15 Meter
-
Liputan6 7 Agustus 2026 17:53Keluarga Bongkar Kejanggalan Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 16:05Kronologi Orderan Pisang Jutaan Rupiah untuk MBG Mendadak Dibatalkan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 15:26Kasus Keracunan MBG Massal di Papua Mengarah ke Tempe Bacem
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























