
Nexify - Bintang Barcelona Antoine Griezmann memutuskan kontrak dengan sponsornya yakni Huawei secara sepihak terkait adanya kecurigaan bahwa perusahaan tersebut ikut andil dalam persekusi terhadap suku Uighur di China.
Suku Uighur memang sudah lama disebut menjadi korban persekusi pemerintah China. Bahkan ada dugaan banyak orang dari suku tersebut ditangkap dan ditahan dalam sebuah kamp konsentrasi khusus.
Masalah itu tampaknya tak kunjung tuntas sampai saat ini. Terbaru, ada laporan dari The Washington Post yang menyebut bahwa Huawei terlibat dalam persekusi tersebut. Kabar tersebut diklaim oleh sebuah organisasi riset bernama IPVM.
Perusahaan tersebut dikabarkan mengembangkan software facial recognition alias teknologi pengenalan wajah dengan perusahaan bernama Megvii. Perangkat lunak yang disebut bernama 'Uighur Alert/Alarms' tersebut nanti disebut bisa mengindentifikasi umur, jenis kelamin, dan suku seseorang meski berada dalam sebuah kerumunan besar.
Sikap Tegas Griezmann
Laporan tersebut sampai ke telinga Antoine Griezmann. Bintang Timnas Prancis ini pun langsung mengambil tindakan tegas pada Huawei.
Ia memutus kontraknya dengan perusahaan tersebut. Selain itu pemain berusia 29 tahun tersebut juga meminta Huawei menggunakan pengaruhnya untuk mempromosikan hak asasi manusia yang setara.
“Menyusul kecurigaan kuat yang berdasarkan hal itu perusahaan Huawei akan berkontribusi pada pengembangan 'Uighur Alert' berkat perangkat lunak pengenalan wajah, saya dapat mengumumkan bahwa saya telah segera mengakhiri kemitraan saya yang menghubungkan saya dengan perusahaan ini."
"Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengundang Huawei agar tidak hanya senang dengan menyangkal tuduhan ini, tetapi juga menerapkan tindakan secepat mungkin untuk mengutuk penganiayaan massal ini dan menggunakan pengaruhnya untuk berkontribusi dalam menghormati hak-hak pria dan wanita di seluruh lapisan masyarakat." Tulis Griezmann dalam akun Instagramnya.
Ikuti Jejak Mesut Ozil
Aksi Antoine Griezmann ini bisa dikatakan mengikuti langkah yang sebelumnya diambil oleh bintang Arsenal, Mesut Ozil. Pria asal Jerman itu juga melakukan pembelaan pada suku Uighur pada Desember 2019 silam.
"Qur'an dibakar... Mesjid ditutup... sekolah muslim dilarang... Sarjana religius dibunuh satu per satu... saudara-saudara dikirim ke kamp," tulis Ozil di Twitter.
"Orang muslim diam. Suaranya tidak terdengar," lanjut surat dari Ozil.
"Yang akan teringat beberapa tahun berikutnya bukanlah penyiksaan oleh tirani, tetapi diamnya saudara-saudara Muslim mereka," tutupnya.
Akibat pembelaan terhadap suku Uighur tersebut, Mesut Ozil dihapus dari gim PES 2020 di China. Tak hanya itu, sebagai bentuk protes, laga Arsenal vs Manchester City di pekan ke-17 Premier League juga batal ditayangkan di negeri Tirai Bambu tersebut. Apakah Antoine Griezmann dan Barcelona akan mengalami nasib serupa?
(Instagram)
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 14 Juni 2026 21:49Klasemen Pembalap Formula 1 2026
-
Otomotif 14 Juni 2026 21:48Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Catalunya
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 06:33Jerman Menang 7-1, Skor yang Sama Saat Lumat Brasil 12 Tahun Lalu
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 06:16Jepang Tahan Belanda 2-2, Laga Terbaik Piala Dunia 2026 Sejauh Ini!
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
-
Liputan6 15 Juni 2026 00:11Menteri Haji Sebut Jemaah Indonesia yang Wafat di Arab Capai 290 Orang
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























