
Nexify - Babak perempat final Liga Champions 2025/2026 akhirnya dimulai. Delapan tim tersisa kini bersiap memperebutkan tiket menuju semifinal dalam fase yang selalu menghadirkan drama besar.
Sejumlah cerita menarik langsung mencuri perhatian. Mulai dari duel klasik antara Real Madrid dan Bayern Munchen, pertemuan sesama klub La Liga antara Barcelona dan Atletico Madrid, hingga peluang Arsenal melangkah jauh di kompetisi ini.
Dengan banyaknya bintang besar seperti Kylian Mbappe dan Harry Kane yang terlibat, leg pertama perempat final pekan ini diprediksi menjadi salah satu rangkaian pertandingan paling menarik di musim ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Duel Klasik Eropa: Real Madrid vs Bayern Munchen

Pertemuan antara Real Madrid dan Bayern Munchen sering disebut sebagai “Clasico Eropa”. Kedua klub ini merupakan dua raksasa terbesar dalam sejarah Liga Champions dan telah bertemu lebih sering dibanding pasangan tim mana pun di kompetisi tersebut.
Dalam sejarah Piala Champions Eropa dan Liga Champions, kedua tim sudah saling berhadapan sebanyak 28 kali. Real Madrid unggul dengan 13 kemenangan, Bayern meraih 11 kemenangan, sementara empat pertandingan lainnya berakhir imbang.
Pertemuan mereka kerap menghadirkan drama besar. Rivalitas ini pernah diwarnai insiden suporter menyerang wasit pada musim 1975//1976, hingga pemain yang saling berseteru di lapangan pada tahun 1987.
Legenda Real Madrid, Zinedine Zidane, menggambarkan duel ini sebagai salah satu pertandingan paling spesial di kompetisi tersebut.
“Pertemuan kami dengan Bayern selalu menjadi pertandingan yang sangat menarik. Itulah laga yang selalu ingin kami mainkan, karena Bayern juga sangat kompetitif dan sangat kuat,” kata Zidane dalam wawancara dengan The Athletic pada 2024.
Dalam beberapa tahun terakhir, Madrid memiliki rekor lebih baik. Bayern terakhir kali menyingkirkan Madrid di fase gugur pada musim 2011/2012. Sejak saat itu, Madrid memenangi empat pertemuan fase knock-out berikutnya, termasuk dalam perjalanan menuju gelar Liga Champions ke-15 mereka pada 2024.
Derby La Liga: Barcelona vs Atletico Madrid

Perempat final musim ini juga menghadirkan satu laga sesama klub dari negara yang sama. Barcelona akan berhadapan dengan Atletico Madrid dalam duel yang dipastikan berlangsung sengit.
Kedua tim baru saja bertemu di La Liga akhir pekan lalu, dengan Barcelona meraih kemenangan 2-1. Tim asuhan Hansi Flick saat ini memimpin klasemen dengan 76 poin, sementara Atletico berada di posisi keempat dan tertinggal cukup jauh.
Barcelona dikenal memiliki lini serang yang sangat tajam musim ini. Pemain muda Lamine Yamal tampil menonjol bersama striker veteran Robert Lewandowski, winger Raphinha, dan gelandang kreatif Pedri yang mengatur tempo permainan.
Meski begitu, Atletico bukan lawan yang mudah bagi Barcelona. Tim asuhan Diego Simeone pernah menghancurkan Barca dengan skor 4-0 pada leg pertama semifinal Copa del Rey.
Atletico juga memiliki kekuatan di lini depan. Penyerang Nigeria Ademola Lookman yang didatangkan pada Januari memberikan tambahan kecepatan di lini serang, sementara Julian Alvarez menjadi ujung tombak yang sangat berbahaya bagi pertahanan lawan.
Peta Jalan Menuju Final Budapest

Undian perempat final musim ini menciptakan dua jalur yang terasa sangat berbeda tingkat kesulitannya.
Di satu sisi bagan, pemenang duel PSG vs Liverpool akan menghadapi pemenang laga Real Madrid vs Bayern Munchen di semifinal. Kombinasi tim-tim tersebut membuat jalur ini terlihat jauh lebih berat.
PSG datang sebagai juara bertahan dan mulai menemukan performa terbaik mereka setelah sempat mengalami kesulitan di awal kompetisi. Bayern tampil luar biasa di Bundesliga, sementara Real Madrid adalah klub tersukses dalam sejarah Liga Champions.
Di sisi lain bagan, jalurnya terlihat lebih terbuka. Banyak pengamat memperkirakan Arsenal mampu mengatasi Sporting CP dan kemudian berpotensi bertemu Barcelona di semifinal jika tim Catalan mampu melewati Atletico.
Arsenal sendiri belum pernah memenangkan Liga Champions. Prestasi terbaik mereka adalah mencapai final pada 2006, ketika kalah dari Barcelona di Paris.
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
-
Liga Spanyol 12 Juni 2026 02:27Kejutan! Real Madrid Tikung Barcelona Dalam Perburuan Bernardo Silva
-
Liga Spanyol 12 Juni 2026 01:58Jose Mourinho Resmi Kembali ke Real Madrid, Era Kedua Dimulai!
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 00:01Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























