
Nexify - Olahraga sepak bola selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan semangat fair play. Namun, ada kalanya sebuah pertandingan sepak bola dinodai match fixing atau pengaturan skor.
Satu di antara lima liga besar Eropa, Serie A, pernah menorehkan tinta kelam dengan kasus pengaturan skor pada 2006. Kasus tersebut terkenal sebagai skandal Calciopoli.
Skandal tersebut melibatkan tim-tim besar Seria A, seperti Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, serta Reggina.
Alhasil, gelar juara yang telah diraih Juventus musim 2005-2006 dicopot. Selain itu, Nyonya Tua juga didegradasi ke Serie B, yang menjadi kali pertama sepanjang sejarah klub itu.
Sementara AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Regina hanya mendapat pengurang poin tanpa turun ke Serie B.
Setelah kasus Calciopoli terungkap, fans kerap menyoroti pertandingan yang dirasa aneh. Mereka menuding ada match fixing, yang mengubah jalannya pertandingan.
Melansir Give Me Sport, sebuah Chanel Youtube, Vanemas, mengunggah video kompilasi empat pertandingan yang dituding diwarnai pengaturan skor. Berikut ini ulasan singkat empat pertandingan tersebut.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
1. Chelsea vs Barcelona, Leg Kedua Semifinal Liga Champions 2008-2009
Laga Chelsea vs Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2008-2009 pernah menjadi sorotan publik. Wasit Tom Henning Ovrebo menjadi biang masalah pada laga tersebut.
Chelsea menjadi kubu yang dirugikan setelah gagal mendapat hadiah penalti hingga empat kali. Lebih parahnya, dua handsball di kotak penalti Barcelona di depan mata wasit, tak digubris.
Sementara Barcelona dirugikan dengan kartu merah Eric Abidal. Padahal, Nicolas Anelka terjatuh karena ulah sendiri.
Pertandingan berakhir dengan skor sama kuat, 1-1. Barcelona pun lolos dengan keunggulan gol tandang atas Chelsea.
2. Real Madrid vs Bayern Munchen, Leg Kedua Perempat Final Liga Champions 2016-2017
Real Madrid dan Bayern Munchen bertemu di perempat final Liga Champions 2016-2017. Leg kedua di Santiago Bernabeu dimenangi Real Madrid dengan skor 4-2.
Pertandingan berjalan hingga perpanjangan waktu dan Cristiano Ronaldo mencetak hattrick. Namun, justru kartu merah Arturo Vidal yang menjadi tajuk pemberitaan.
Pemain asal Chile itu melakukan tekel yang dianggap berbahaya kepada Marco Asensio. Padahal, ,aksi tersebut tak terlalu berbahaya dan sebelum itu ada pelanggaran keras dari Casemiro kepada Arjen Robben yang tak berhadiah apa-apa.
Keputusan wasit dirasa makin janggal dengan mengesahkan dua gol Cristiano Ronaldo, yang tampak jelas offside. Carlo Ancelotti sampai berang dengan keputusan tersebut.
"Di perempat final, Anda harus menempatkan wasit yang lebih baik, atau sudah saatnya memperkenalkan VAR yang sedang diuji coba UEFA. Wasit terlalu banyak membuat kesalahan," kata Ancelotti setelah pertandingan.
3. Korea Selatan vs Italia, 16 Besar Piala Dunia 2002
Pertandingan Korea Selatan vs Italia di Piala Dunia 2002 termasuk laga kontroversial. Wasit asal Ekuador, Byron Moreno, kerap membuat keputusan yang dirasa menguntungkan Korea Selatan selaku tuan rumah.
Ia memberikan penalti cuma-cuma kepada Korea Selatan di babak pertama, lalu menganulir gol Dimiano Tommasi karea offside. Moreno juga mengusir Francesco Totti dari lapangan karena dianggap melakukan diving dan mendapat kartu kuning kedua.
Pertandingan pun berakhir dengan kekalahan Italia 1-2 dari Korea Selatan dan tersingkir dari Piala Dunia 2002.
4. Korea Selatan vs Spanyol, Perempat Final Piala Dunia 2002
Pertandingan Korea Selatan melawan Spanyol di perempat final Piala Dunia 2002 juga masuk laga terburuk. Wasit yang memimpin laga membatalkan dua gol sah Spanyol.
Sementara itu, hakim garis juga kerap salah dalam memutuskan offside, yang membuat laga makin kacau. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Korea Selatan melalui adu penalti.
Setelah pertandingan, pemain Spanyol, Ivan Helguera, mencak-mencak di hadapan media.
"Semua orang melihat dua gol yang sangat bagus. Jika Spanyol tidak menang, itu karena ulah wasit yang tak membiarkan kami menang," sungut Helguera.
Sumber: Give Me Sport
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Aning Jati
Published: 12 Mei 2020
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 12 Juli 2026 00:07Vinicius Junior Bakal Jadi Wakil Kapten Real Madrid
-
Liga Spanyol 11 Juli 2026 07:27Here We Go! Barcelona Kunci Transfer Karim Adeyemi dari Dortmund!
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 12 Juli 2026 00:07Vinicius Junior Bakal Jadi Wakil Kapten Real Madrid
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 23:27Update Jurgen Klopp Sebagai Pelatih Baru Jerman: Sudah, tapi Belum
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 21:08Gelandang Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal Dunia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 11 Juli 2026 22:4426 Negara Hadiri KAA 2026, Ada Agenda Khusus untuk Palestina
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:5510 Orang Lapor, USU Panggil Terduga Pelaku Pelecehan
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:20Heboh Pelecehan Mahasiswa USU, 58 Orang Mengaku jadi Korban
-
Liputan6 11 Juli 2026 20:53Anak Krakatau Ternyata Sudah 'Bangun' Sejak Juni, Kini Statusnya Siaga
-
Liputan6 11 Juli 2026 20:11Demi Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ribka Tekankan Pemda Perkuat TP PKK
-
Liputan6 11 Juli 2026 20:05Terungkap Dugaan Asal Usul Valas Miliaran Bupati Sukoharjo
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























