
Nexify - Sajian penuh drama terjadi pada leg kedua babak semifinal Liga Champions 2024/2025 antara Inter Milan dan Barcelona. Tujuh gol tercipta, dengan penalti yang dianulir dan kegilaan dari Francesco Acerbi.
Inter Milan menjamu Barcelona di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (7/5) dini hari WIB. Laga berjalan sangat ketat sejak menit awal. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk Inter Milan.
Pada babak kedua, Barcelona mengejar skor dan menyamakan kedudukan pada menit ke-60. Bahkan, Barcelona sempat unggul 3-2 sebelum Inter membuat skor jadi 3-3 pada menit akhir laga. Inter akhirnya menang 4-3 pada extra time.
Hasil tersebut membuat Inter Milan lolos ke final Liga Champions. Inter unggul 7-6 secara agregat. Inter lolos ke final dengan drama besar. Simak drama-drama yang terjadi pada laga Inter Milan vs Barcelona di bawah ini ya Bolaneters.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Babak Pertama Milik Inter Milan

Inter Milan tampil sangat efektif pada babak pertama. Inter membiarkan Barcelona menguasai bola, lalu menghukum mereka ketika ada kesalahan. Inter mampu melepas delapan shots, tiga on target pada babak pertama.
Sementara, dengan 66 persen penguasaan bola, Barcelona hanya mampu melepas satu shots on target pada babak pertama.
Inter Milan bukan hanya tampil bagus pada babak pertama. Pasukan Simone Inzaghi itu juga mencetak dua gol. Kedua gol Inter dicetak Lautaro Martinez dan Hakan Calhanoglu lewat eksekusi penalti. Aksi yang paripurna dari Inter Milan.
Penalti Barcelona yang Dianulir

Pada menit ke-26, para pemain Barcelona mengklaim penalti. Pedri yang merasa tendangan yang dilepaskan mengenai tangan Francesco Acerbi. Namun, wasit Szymon Marciniak tak memberikan penalti.
Marciniak akhirnya memberikan penalti pada Barcelona di menit ke-69. Lamine Yamal dinilai dijatuhkan Henrikh Mkhitaryan. Marciniak sudah menunjuk titik putih.
Namun, VAR melakukan intervensi pada momen tersebut. Pada tayangan ulang, aksi Mkhitaryan terjadi hanya beberapa inci di luar kotak penalti. Sangat tipis. Wasit Marciniak menganulir keputusan penalti untuk Barcelona.
3 Gol Beruntun Barcelona

Barcelona bermain luar biasa. Daya juang tim racikan Hansi Flick itu layak dapat acungan jempol. Setelah tertinggal dua gol pada babak pertama, Barcelona bangkit pada babak kedua.
Gerard Martin tampil apik dengan catatan dua assist. Dia bikin assist untuk gol Eric Garcia pada menit ke-54 dan Dani Olmo pada menit ke-69. Skor menjadi imbang 2-2. Drama dimulai!
Pada menit ke-87, Raphinha membuat publik di Giuseppe Meazza bungkam. Tendangan pertama Raphinha bisa diblok Sommer, tetapi bola datang lagi. Pada kesempatan kedua, Raphinha bikin gol. Skor menjadi 3-2 untuk Barcelona.
Kegilaan Gol Francesco Acerbi

Inter Milan sepertinya akan kalah setelah Barcelona membuat skor menjadi 3-2. Inter tak punya banyak waktu. Inter juga tak punya Lautaro Martinez yang diharapkan bisa bikin gol.
Namun, keajaiban datang pada menit 90+3. Entah dari mana, Francesco Acerbi tiba-tiba ada di kotak penalti Barcelona. Dia bergerak layaknya seorang penyerang.
Acerbi menang duel dengan Ronald Araujo. Dia menendang bola hasil umpan Marcus Thuram. Booommm!!!! Acerbi membuat skor jadi 3-3. Acerbi merayakannya dengan gila. Dia melepas dua baju yang dipakainya!
Gol Emas Davide Frattesi

Daya juang Inter Milan tidak berhenti pada gol Acerbi. Inter melengkapi aksi comeback mereka pada menit ke-99. Davide Frattesi bikin gol usai menerima umpan Mehdi Taremi. Gol yang membuat skor jadi 4-3.
Frattesi merayakan golnya dengan cara yang luar biasa. Tak kalah gila dibanding Acerbi saat merayakan gol yang membuat skor jadi 3-3.
Bagi Frattesi, ini adalah kali kedua dia jadi penentu kemenangan Inter Milan di Liga Champions. Sebelumnya, di Allianz Arena, Frattesi mencetak gol pada menit ke-88 yang membuat Inter Milan menang 2-1 atas Bayern Munchen.
Tangan Ajaib Yann Sommer

Pada babak extra time, Inter Milan harus berjuang dengan sisa-sisa tenaga mereka. Terutama pada babak kedua. Mereka tak bisa bertahan dengan rapat seperti pada periode sebelumnya.
Namun, Inter beruntung punya Yann Sommer di bawah mistar. Pada babak kedua extra time, Sommer melakukan dua penyelamatan penting. Dia menggagalkan peluang emas yang didapat Lamine Yamal.
Sommer seperti punya keajaiban di tangan. Dia melakukan banyak hal krusial untuk Inter Milan. Total, ada tujuh penyelamatan yang dilakukan kiper asal Swiss tersebut.
Bagan Fase Gugur Liga Champions
Bagan babak gugur Liga Champions 2024/2025 (c) UEFA
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 00:01Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























