
Nexify - Arsenal baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah Liga Champions setelah menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal Liga Champions. Keberhasilan melaju ke final UCL ini dibarengi dengan catatan rekor tak terkalahkan dalam 14 pertandingan beruntun. Pencapaian tersebut menjadikan The Gunners sebagai tim pertama yang mampu menjaga status unbeaten dengan jumlah laga sebanyak itu dalam satu musim.
Dominasi Meriam London musim ini memang sulit dibendung oleh tim manapun di kompetisi kasta tertinggi Eropa. Mereka mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang menyapu bersih 8 kemenangan beruntun pada fase liga. Tren positif tersebut terus berlanjut hingga fase gugur saat mereka menyingkirkan Bayer Leverkusen dan Sporting Lisbon.
Setelah bermain imbang 1-1 di Madrid, Arsenal sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Atletico pada leg kedua di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari. Kemenangan ini tidak hanya memastikan tiket ke final Liga Champions di Budapest, tetapi juga memperpanjang napas rekor fantastis mereka. Skuad asuhan Mikel Arteta kini berdiri sendirian sebagai pemilik catatan tanpa kekalahan paling panjang dalam satu edisi turnamen.
Langkah Arsenal menuju laga final di Puskas Arena pada 30 Mei mendatang terasa sangat spesial karena dominasi tersebut. Dari 44 tim yang pernah memainkan 14 laga atau lebih dalam satu kampanye Eropa, hanya Arsenal yang mampu menjaga kesucian gawang mereka dari kekalahan. Fokus tim kini tertuju untuk menyempurnakan rekor ini dengan trofi juara di tangan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Dominasi dari Fase Liga hingga Semifinal

Ketangguhan mental Arsenal benar-benar teruji sepanjang jadwal padat di kompetisi Eropa musim ini. Konsistensi permainan menjadi fondasi utama yang menjaga rekor tak terkalahkan mereka tetap utuh.
Setiap lawan, dari fase liga hingga semifinal, kesulitan membongkar organisasi tim. Pendekatan kolektif yang rapi membuat Arsenal tampil stabil di berbagai situasi pertandingan.
Mikel Arteta juga berhasil membangun kedalaman skuad yang solid. Rotasi pemain berjalan tanpa menurunkan kualitas, terbukti dari kemenangan agregat 2-1 atas Atletico Madrid yang menegaskan kematangan taktik tim.
Ujian Terakhir Menuju Gelar Juara yang Sempurna

Kini, Arsenal hanya menyisakan satu laga di Budapest untuk mengunci gelar juara Eropa. Kemenangan di final akan menyempurnakan perjalanan panjang mereka musim ini.
Lawan berat sudah menunggu, baik Bayern Munchen maupun Paris Saint-Germain. Namun, rekor unbeaten memberi dorongan kepercayaan diri bagi Bukayo Saka dan rekan-rekannya.
Mereka datang bukan sekadar untuk bermain, tetapi untuk menegaskan identitas sebagai tim yang layak juara. Harapan publik London Utara pun mengarah pada satu target: trofi pertama Liga Champions.
Penantian Dua Dekade

Ini adalah final Liga Champions kedua dalam 139 tahun sejarah Arsenal. Terakhir kali mereka mencapai tahap ini terjadi pada 2006 di Paris.
Saat itu, Arsenal harus mengakui keunggulan Barcelona dalam laga yang berakhir pahit. Kini, mereka datang dengan pengalaman dan kesiapan yang berbeda.
Penantian 20 tahun ini menyamai catatan Liverpool sebelum final 2005. Bedanya, skuad Arsenal saat ini terlihat lebih siap menghadapi tekanan di panggung terbesar.
Rekor Istimewa Mikel Arteta

Mikel Arteta menorehkan catatan penting sebagai salah satu manajer termuda yang membawa Arsenal ke final Eropa. Ia akan berusia 44 tahun 65 hari saat laga puncak digelar.
Catatan itu hanya kalah dari Terry Neill yang memimpin tim di final Piala Winners 1980. Namun, pencapaian Arteta tak lepas dari performa konsisten timnya sepanjang musim.
Arsenal juga mencetak rekor dengan delapan kemenangan di fase liga. Kombinasi lini depan yang tajam dan pertahanan kokoh menjadi alasan utama mereka melangkah hingga Budapest.
Pertanyaannya, mampukah Arsenal menyempurnakannya pada 30 Mei nanti?.
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 04:58Man of the Match Meksiko vs Afrika Selatan: Julian Quinones
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 00:01Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























