
Nexify - Laga Barcelona vs Atletico Madrid menghadirkan malam buruk bagi tuan rumah setelah kalah 0-2 di leg pertama perempat final Liga Champions. Hasil ini membuat peluang lolos tim asuhan Hansi Flick berada di ujung tanduk.
Awalnya, Barcelona tampil dominan dan mengontrol tempo permainan dengan pressing tinggi. Namun, situasi berubah drastis setelah kartu merah yang diterima Pau Cubarsi.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Atletico Madrid dengan efektif untuk mencuri dua gol. Satu di antaranya lahir dari tendangan bebas indah Julian Alvarez.
Kekalahan dalam laga Barcelona vs Atletico Madrid pun menyisakan pekerjaan berat bagi Blaugrana di leg kedua. Mereka membutuhkan performa luar biasa untuk membalikkan keadaan di kandang lawan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Cubarsi dan Kesalahan yang Serupa

Insiden kartu merah Cubarsi menjadi titik balik paling krusial dalam pertandingan ini. Pelanggaran terhadap Giuliano Simeone membuat Barcelona harus bermain dengan 10 orang selama hampir satu jam.
Keputusan tersebut muncul setelah tinjauan VAR yang memastikan pelanggaran terjadi dalam situasi peluang emas. Momen ini mengingatkan kesalahan serupa yang pernah dilakukan Cubarsi di kompetisi yang sama musim lalu.
Striker Idaman Barcelona Jadi Figur Sentral

Alvarez menjadi figur sentral dalam kemenangan tim tamu di laga ini. Selain mencetak gol, ia juga berperan dalam proses terjadinya kartu merah yang merugikan Barcelona.
Performa impresifnya memperlihatkan kualitas sebagai penyerang komplet dengan visi dan eksekusi tinggi. Penampilan tersebut semakin memperkuat ketertarikan Barcelona terhadapnya untuk masa depan.
Finishing Buruk Jadi Masalah Utama Barcelona

Barcelona sebenarnya menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Namun, penyelesaian akhir yang tidak efektif membuat dominasi mereka tidak menghasilkan gol.
Marcus Rashford tampil aktif, tetapi gagal memaksimalkan sejumlah kesempatan emas. Hal serupa juga terjadi pada Lamine Yamal yang tampil tajam, tapi kurang efektif.
Misi Sulit Barcelona di Leg Kedua

Barcelona kini menghadapi jalan terjal saat bertandang ke markas Atletico pekan depan. Mereka harus mengejar defisit dua gol dalam atmosfer stadion yang dikenal sangat menekan.
Rekor pertahanan yang kurang solid menjadi kekhawatiran tambahan bagi Flick. Tanpa Cubarsi, komposisi lini belakang berpotensi mengalami perubahan signifikan.
Leg kedua akan menjadi ujian mental sekaligus kualitas bagi Blaugrana. Hanya performa terbaik yang bisa menjaga harapan mereka tetap hidup di Liga Champions.
Sumber: Sports Illustrated
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 07:09Live Streaming Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 05:40Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
-
Piala Dunia 13 Juni 2026 04:30Link Live Streaming Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 13 Juni 2026 06:00Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:45Kereta Gantung Taif dan Jejak Dakwah Rasulullah
-
Liputan6 13 Juni 2026 05:24TNI Jelaskan Peran Pengerahan Prajurit Saat Demo di Bundaran HI
-
Liputan6 13 Juni 2026 00:13Wamen PPPA: Anak Korban Perundungan hingga Koma Berhak Dapat Restitusi
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























