
Nexify - Antonio Conte memberikan pujian khusus kepada Rasmus Hojlund. Penyerang muda itu dinilai mengalami perkembangan pesat musim ini.
Jelang laga melawan FC Copenhagen di Liga Champions, sorotan tertuju pada bomber Denmark tersebut. Conte menilai Hojlund punya potensi menjadi monster di masa depan.
Salah satu kunci suksesnya adalah keberadaan mentor yang tepat. Romelu Lukaku disebut punya peran besar dalam memoles Hojlund.
Namun, Conte juga datang dengan suasana hati yang sedikit panas. Ia mengecam jadwal pertandingan yang dinilainya sangat tidak masuk akal.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Hojlund Siap Meledak

Di mata Conte, Hojlund bukan sekadar penyerang muda biasa. Pemain berusia 22 tahun itu telah menunjukkan kematangan taktik yang luar biasa.
Hanya dalam beberapa bulan, Hojlund menyerap instruksi pelatih dengan cepat. Ia kini lebih paham kapan harus menyerang ruang kosong.
"Hanya dalam empat atau lima bulan, dia berkembang pesat dari sudut pandang taktik dan fisik," puji Conte.
"Dia mengerti kapan harus menyerang ruang, cara dia memposisikan diri dengan bola. Dia pemain yang sangat penting bagi kami," sambungnya.
Hojlund Belajar dari Sang Senior

Keberadaan Romelu Lukaku di Napoli menjadi berkah tersendiri. Conte menyebut Hojlund sangat beruntung bisa satu tim dengan striker berpengalaman itu.
Lukaku yang belum fit 100 persen tetap memberikan dampak sebagai mentor. Hojlund diminta terus belajar dan tetap rendah hati.
"Dia beruntung karena bisa bekerja dengan pesepakbola fantastis dalam diri Romelu Lukaku, yang bisa mengajarinya menggunakan pengalamannya," kata Conte.
"Saya senang dengannya, begitu juga Napoli. Dia pesepakbola yang fantastis dan pria yang fantastis," tambahnya.
Semprot Jadwal Gila

Di luar pujian pemain, Conte meluapkan kekesalannya pada penyusun jadwal. Napoli dipaksa bermain empat kali hanya dalam tempo sembilan hari.
Situasi ini kontras dengan Copenhagen yang baru kembali dari libur musim dingin. Namun, Conte lebih fokus mengkritik beban kerja pemainnya sendiri.
"Kami baru saja melewati rangkaian besar, bermain setiap tiga hari, saya pikir ini adalah pertandingan keempat kami dalam sembilan hari. Itu tidak masuk akal," keluh Conte.
"Mereka yang menyusun jadwal harus mengerti bahwa pesepakbola menjadi subjek tekanan fisik dan mental yang ekstrem," tegasnya dengan nada tinggi.
Ogah Pikirkan Lawan
Conte menolak membandingkan kebugaran timnya dengan lawan. Copenhagen memang lebih segar karena lama tak bertanding kompetitif sejak Desember.
Bagi Conte, memikirkan kondisi lawan hanya buang-buang waktu. Ia memilih fokus memulihkan kondisi skuadnya yang kelelahan.
"Membuat perkiraan tentang lawan tampaknya tidak membantu bagi saya," ujar Conte dingin.
"Kami sangat fokus pada diri kami sendiri sehingga kami tidak memikirkan hal itu (keuntungan fisik lawan)," tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 11 Juni 2026 15:59Sambil Menunggu Ralf Rangnick, AC Milan Dekati Ruben Amorim
-
Liga Italia 11 Juni 2026 14:00Oliver Glasner Makin Dekat ke San Siro, Segini Tawaran AC Milan
-
Liga Italia 10 Juni 2026 12:37Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
-
Liputan6 12 Juni 2026 20:34Mendagri Minta DKPP Cegah Pelanggaran Pemilu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























