
Nexify - Laga PSG vs Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026 menghadirkan momen tak biasa dari Virgil van Dijk. Bek sekaligus kapten The Reds itu kembali menunjukkan gerakan khas yang ramai diperbincangkan.
Dalam pertandingan PSG vs Liverpool yang berakhir 0-2 di Parc des Princes, Van Dijk kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah. Dominasi Paris Saint-Germain membuat lini belakang Liverpool kerap berada dalam situasi genting.
Gol Desire Doue pada menit ke-11 dan Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-65 memastikan kemenangan PSG. Liverpool kini harus mengejar defisit dua gol pada leg kedua di Anfield.
Di tengah hasil buruk tersebut, satu momen dari Van Dijk menarik perhatian publik. Aksi refleksnya saat menghadapi tembakan lawan kembali menjadi bahan pembicaraan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Momen 'Bum Defending' Kembali Terulang
π¨ π‘ππͺ: Virgil van Dijk has added another pose to the collection! pic.twitter.com/PSsQrQoPqy
β The Touchline | π (@TouchlineX)
Dalam salah satu situasi bertahan, Van Dijk terlihat memalingkan wajah dari arah bola. Alih-alih melakukan blok secara frontal, ia justru berbalik dan menghadapi bola dengan posisi tubuh membelakangi.
Gerakan tersebut langsung ramai dibicarakan di media sosial. Banyak warganet melabeli gerakan ini sebagai βbum defendingβ. Ini tidak lazim untuk seorang bek top.
Aksi ini bukan kali pertama dilakukan oleh pemain asal Belanda tersebut. Sebelumnya, gerakan serupa juga pernah muncul.
Netizen pun menganggapnya sebagai ciri khas Van Dijk. Namun, dalam konteks laga ini, aksi tersebut dinilai mencerminkan kurangnya respons cepat dalam situasi krusial.
Kritik Terhadap Performa sang Kapten

Selain momen tersebut, performa Van Dijk secara keseluruhan juga mendapat kritik. Ia dinilai gagal memimpin lini belakang dengan baik saat tim berada di bawah tekanan.
Merasa kesal dengan pertahanan yang longgar di sekitarnya saat gol pertama, tetapi ia perlu bertanya mengapa ia selalu membelakangi tembakan.
Setelah mengkritik rekan setimnya di Etihad, sang kapten harusnya memberi contoh di Paris. Ia tidak melakukannya.
Liverpool kini menghadapi tantangan berat untuk membalikkan keadaan. Selain memperbaiki taktik, performa individu para pemain bertahan juga menjadi kunci pada leg kedua.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 16 Juni 2026 18:20Seriusan? Liverpool Tertarik Boyong Marcus Rashford?
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 16 Juni 2026 22:00Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Korea Selatan 19 Juni 2026
-
Piala Dunia 16 Juni 2026 21:00Prediksi Piala Dunia 2026: Kanada vs Qatar 19 Juni 2026
-
Liga Inggris 16 Juni 2026 20:40Manchester United Intip Peluang Bajak Gelandang Barcelona Ini
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 16 Juni 2026 18:00Kepala BPOM Beberkan Tantangan Pengawasan Program MBG
-
Liputan6 16 Juni 2026 17:38Cerita Mahasiswa Tentang Pertemuan dengan Wapres Gibran
-
Liputan6 16 Juni 2026 16:45Gempa M 6,7 Palu, Pasien RSUD Sulbar Dievakuasi ke Tenda Darurat
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























