
Nexify - Performa Juventus pada awal musim ini belum mencapai standar yang seharusnya. Dan kekalahan atas Barcelona di fase grup Liga Champions seolah menjadi sebuah tanda bahaya buat klub besutan Andrea Pirlo tersebut.
Juventus berhadapan dengan Barcelona di Allianz Stadium pada Kamis (29/10/2020) dinihari tadi. Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk Barcelona, di mana kedua golnya dicetak Ousmane Dembele dan Lionel Messi.
Kekalahan ini tidak membahayakan peluang Juventus untuk lolos ke babak 16 besar, setidaknya sampai saat ini. Sang juara bertahan Serie A tersebut kini menduduki peringkat kedua dengan raihan tiga poin.
Namun perlu dicatat bahwa Juventus belum menuai hasil yang cukup memuaskan sejauh ini. Bianconeri baru menuai total tiga kemenangan dari ajang Serie A dan Liga Champions, salah satunya adalah 'pemberian' dari laga kontra Napoli.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Juventus Butuh Eksperimen
Kesulitan yang dialami Juventus musim ini bisa diprediksikan sejak awal. Selain pandemi Covid-19 yang membatasi ruang Juventus dalam perekrutan pemain, klub juga tidak memiliki jatah pra-musim yang proporsional.
Selain itu, mereka juga masih dalam masa transisi dari masa kepelatihan Maurizio Sarri ke Andrea Pirlo. Belum lagi Pirlo belum memiliki pengalaman melatih yang memadai untuk klub sebesar Juventus.
Harus diakui, Juventus membutuhkan eksperimen. Danilo selaku salah satu pemain Bianconeri mengakui hal tersebut, namun tidak memungkiri kalau timnya juga membutuhkan hasil yang sepantasnya diraih.
"Kami memang butuh eksperimen, tapi kami juga butuh menambahkan hasil dalam eksperimen itu. Kami harus fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya," ujar Danilo kepada Sky Sport Italia usai pertandingan.
Terorganisir, Tapi Tidak Agresif
Danilo juga mengungkapkan salah satu faktor yang membuat timnya gagal menuai kemenangan atas Barcelona. Salah satu di antaranya adalah kurangnya agresivitas.
"Kami terorganisir, tapi tidak agresif, itulah yang membuat kami kesulitan bermain melawan tim seperti Barcelona," lanjut pria berkebangsaan Brasil tersebut.
"Sejauh ini, kami telah mendapatkan beberapa momen yang bagus, namun kami tidak bermain dengan baik di sepanjang pertandingan musim ini."
"Kami harus berbenah, mengambil langkah ke depan serta menjadi kuat secara mental, lebih bertekad dalam situasi terentu. Itu sangatlah penting saat melawan tim yang lebih kuat," pungkasnya.
(Football Italia)
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 09:04Danilo Nilai Hasil Imbang Brasil vs Maroko Sudah Adil
-
Liga Spanyol 12 Juni 2026 02:27Kejutan! Real Madrid Tikung Barcelona Dalam Perburuan Bernardo Silva
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 17:17Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Aljazair 17 Juni 2026
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 16:45Prediksi Piala Dunia 2026: Irak vs Norwegia 17 Juni 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 16:55Demo Mahasiswa Medan, BEM USU Bawa 9 Tuntutan
-
Liputan6 15 Juni 2026 16:52Ada Parade Obor di Blok M, Ini Jalur Alternatif Hindari Macet
-
Liputan6 15 Juni 2026 16:47Demo Mahasiswa, Polisi Terluka Saat Cegah Bakar Ban Depan Gedung DPR
-
Liputan6 15 Juni 2026 16:19Bupati Kupang Ngamuk Pergoki Pegawai Mabuk Miras di Kantor Dinas PUPR
-
Liputan6 15 Juni 2026 16:15Prabowo Undang Jerman Investasi Kendaraan Listrik hingga Semikonduktor
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























