
Nexify - Sosok Joao Pinheiro mendadak menjadi perbincangan hangat di panggung Liga Champions. Wasit asal Portugal ini menjadi pengadil utama dalam duel leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen vs PSG. Berlangsung di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, atmosfer pertandingan sangat panas sejak menit awal dimulai.
Kepemimpinan Joao Pinheiro menjadi bahan pembicaraan hangat bagi banyak pihak. Sang pengadil dituding melakukan serangkaian keputusan yang sangat kontroversial. Hal ini memicu kemarahan besar dari kubu tuan rumah.
Vincent Kompany terlihat sangat emosional di pinggir lapangan. Pelatih Bayern itu tidak puas dengan cara Pinheiro mengatur jalannya laga krusial tersebut. Ia merasa timnya dirugikan pada beberapa momen kunci.
Situasi di lapangan memang sangat panas sejak menit awal. Publik Munich terus memberikan tekanan kepada wasit berusia 38 tahun tersebut. Mereka merasa wasit terlalu berpihak pada tim tamu.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Profil dan Jejak Karier Joao Pinheiro

Joao Pinheiro merupakan wasit kelahiran 4 Januari 1988 yang sudah lama berkecimpung di sepak bola Portugal. Ia memulai debut profesional di Primeira Liga pada tahun 2015. Saat itu, laga pertamanya adalah pertemuan antara Academica melawan Boavista.
Kariernya melesat cukup cepat di level internasional. Pinheiro resmi masuk dalam daftar wasit FIFA pada tahun 2016. Setahun kemudian, ia dipercaya memimpin laga senior internasional pertamanya antara Brasil menghadapi Panama. Kini, ia sudah menyandang status sebagai wasit kategori elite UEFA.
Pengalamannya di panggung besar sebenarnya sudah cukup teruji. Ia pernah memimpin laga internasional senior antara Brasil melawan Panama pada 2019. Selain itu, ia juga sempat bertugas di Liga Arab Saudi dan Liga Mesir.
Puncaknya, pria berusia 38 tahun ini sempat dipercaya memimpin laga UEFA Super Cup 2025. Saat itu, ia mengawal pertandingan antara PSG melawan Tottenham Hotspur.
Sebelum laga semifinal ini, ia sebenarnya memiliki catatan manis bagi publik Munich. Ia sukses mengawal kemenangan Bayern atas PSV dan Slovan Bratislava dalam dua musim terakhir.
Catatan Statistik Pinheiro

Berdasarkan data statistik, Pinheiro dikenal sebagai wasit yang cukup ringan tangan. Sepanjang musim 2025/2026, ia tercatat sudah memimpin sebanyak 36 pertandingan. Dalam periode tersebut, ia mengeluarkan total 179 kartu kuning.
Angka tersebut menunjukkan ketegasan yang sangat tinggi di lapangan. Ia juga tidak ragu mengeluarkan 10 kartu merah langsung kepada pemain. Selain itu, ada 14 hukuman penalti yang telah ia berikan.
Secara keseluruhan, total penalti yang pernah ia tiup mencapai 147 kali dari 436 laga. Rekor kartu kuningnya pun sangat fantastis, yakni menyentuh angka 1.967 kartu. Catatan ini membuktikan bahwa ia adalah wasit yang sangat disiplin.
Statistik Wasit Pinheiro Musim 2025–2026 menurut data Transfermarkt:
- Memimpin pertandingan: 36 laga
- Kartu kuning: 179
- Kartu merah langsung: 10
- Kartu merah akibat akumulasi: 4
- Penalti diberikan: 14
Statistik Karier (Transfermarkt):
- Memimpin pertandingan: 436 laga
- Kartu kuning: 1.967
- Kartu merah langsung: 45
- Kartu merah akibat akumulasi: 38
- Penalti diberikan: 147
Kontroversi di Allianz Arena

Kontroversi pertama muncul saat ia meniup peluit offside untuk Harry Kane pada menit ke-23. Keputusan tersebut dianggap terlalu prematur karena tidak menunggu aba-aba hakim garis. Michael Ballack selaku komentator menyebut tindakan itu sangat fatal bagi peluang Bayern.
Ketegangan makin memuncak pada menit ke-29 terkait insiden Nuno Mendes. Bek PSG tersebut diduga melakukan handball saat sudah mengantongi kartu kuning. Namun, Pinheiro justru menghukum Konrad Laimer atas pelanggaran di momen sebelumnya.
Insiden terakhir yang memicu protes keras adalah dugaan handball Joao Neves di kotak terlarang. Pemain Bayern menuntut penalti karena bola mengenai tangan penggawa PSG itu. Namun, Pinheiro tetap pada pendiriannya untuk membiarkan laga terus berjalan.
Pertandingan di Allianz Arena ini sendiri berakhir dengan skor 1-1. Meskipun gagal menang, PSG berhasil melaju ke final Liga Champions karena unggul agregat 6-5 dan akan menghadapi Arsenal pada 30 Mei 2026 mendatang di Budapest.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 10:58Lionel Messi yang Terus Berevolusi
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
-
Liputan6 12 Juni 2026 20:34Mendagri Minta DKPP Cegah Pelanggaran Pemilu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























