Taktik Jenius PSG Bikin Bayern Mati Kutu: Kiper Matvey Safonov Sengaja Arahkan Bola Goal Kick ke Michael Olise

Nexify - PSG menunjukkan kecerdikan taktik saat menyingkirkan Bayern Munchen pada semifinal Liga Champions 2025/2026. Tim asuhan Luis Enrique tidak hanya menang secara hasil, tetapi juga unggul dalam detail strategi permainan.
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian adalah cara PSG meredam pengaruh Michael Olise. Pemain sayap Bayern Munchen itu nyaris tidak mampu memberi ancaman berarti sepanjang pertandingan.
Pada leg kedua di Allianz Arena, PSG tampil sangat disiplin setelah unggul cepat melalui gol Ousmane Dembele pada menit ketiga. Dengan keunggulan agregat dua gol, klub asal Prancis itu lebih fokus menjaga organisasi pertahanan dan menyerang lewat transisi cepat.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat instruksi taktik yang cukup unik dari Luis Enrique. Kiper PSG, Matvey Safonov, disebut sengaja diarahkan untuk mengirim bola ke area Michael Olise demi menciptakan jebakan pressing.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
PSG Sengaja Pancing Bola ke Area Michael Olise

PSG terlihat sengaja memadati sisi kanan permainan Bayern Munchen yang menjadi area operasi Michael Olise. Strategi itu dirancang untuk membatasi ruang gerak pemain berusia 24 tahun tersebut.
Meski Nuno Mendes sempat menerima kartu kuning lebih awal, Olise tetap kesulitan memanfaatkan situasi satu lawan satu. Setiap kali menerima bola, pemain sayap Bayern itu langsung mendapat penjagaan ganda dari pemain PSG.
Distribusi bola Matvey Safonov menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Kiper asal Rusia itu berulang kali mengarahkan goal kick ke sisi kiri lapangan dari perspektif PSG, yang otomatis membuat bola jatuh di area Olise.
Strategi itu memang membuat akurasi umpan Safonov terlihat buruk dibanding Manuel Neuer. Berdasarkan data SofaScore, Safonov hanya sukses mencatat enam umpan panjang akurat dari total 32 percobaan di Allianz Arena.
Namun, angka tersebut justru dianggap bagian dari taktik PSG. Mereka sengaja kehilangan penguasaan bola demi membentuk situasi pressing yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Luis Enrique Gunakan Lemparan ke Dalam sebagai Jebakan Pressing

PSG ternyata tidak hanya memakai pendekatan unik saat goal kick. Dari situasi kick-off dan bola panjang lain, mereka juga beberapa kali sengaja mengarahkan bola keluar lapangan di area dekat bendera sudut.
Taktik tersebut dianalisis oleh Football TacticDive di YouTube sebagai bagian dari sistem pressing Luis Enrique. PSG disebut sengaja memaksa Bayern memulai permainan lewat lemparan ke dalam di area sempit.
"Ini jebakan, dan direncanakan dengan brilian. Ada kelemahan tersembunyi dalam lemparan ke dalam. Tidak seperti umpan biasa, Anda tidak dapat menggerakkan bola dengan cepat atau jarak jauh," ulasnya.
"Pemain yang mengambilnya terbatas, sudutnya sempit, tempo melambat, dan sulit untuk membangun sesuatu yang berarti," ucapnya.
"Dan itulah yang diandalkan PSG. Dengan memaksa lawan untuk memulai kembali permainan dengan lemparan ke dalam jauh di wilayah mereka sendiri, PSG menciptakan peluang sempurna untuk melancarkan tekanan tinggi mereka."
Pendekatan itu membuat Bayern Munchen kesulitan membangun serangan dengan ritme normal. Michael Olise yang biasanya eksplosif pun gagal memberi dampak signifikan karena ruang dan waktu bermainnya terus ditekan PSG sepanjang laga.
Sumber: GiveMeSport
Baca Ini Juga
- Ousmane Dembele Menggila di Liga Champions, Layak Raih Ballon d'Or Lagi?
- UEFA Ubah Jam Kick-off Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Penonton Asia Kini Lebih Diuntungkan
- Musim Lalu PSG Hancurkan Arsenal di Semifinal, Akankah Mimpi Buruk The Gunners Terulang di Final 2026?
- Tersingkirnya Bayern, Luka untuk Kane dan Kompany
- Luis Enrique Membangun PSG Jadi Tim Komplet yang Sulit Dihentikan
- Superkomputer Jagokan Arsenal Juara Liga Champions, PSG Diprediksi Gagal Pertahankan Gelar
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 9 Juni 2026 10:58Lionel Messi yang Terus Berevolusi
LATEST UPDATE
-
Otomotif 14 Juni 2026 18:18Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 18:15Mohamed Salah Dibayangi Rekor Buruk Mesir di Piala Dunia
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 17:45Ditahan Maroko dan Tampil Melempem, Brazil Tidak Sebagus Itu?
-
Otomotif 14 Juni 2026 17:42Klasemen Pembalap Moto4 European Cup 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:43Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:33Brasil Vs Maroko: Raphinha Belum Maksimal
-
Liputan6 13 Juni 2026 22:01Daftar Hoaks Bantuan yang Mencatut Prabowo, Ada Hasil Manipulasi AI
-
Liputan6 13 Juni 2026 14:31Prabowo Terima Menhan Jepang, Ini Sejumlah Kerja Sama yang Dibahas
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























