
Nexify - Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, meluapkan kekecewaannya usai timnya gagal melangkah ke final Liga Champions. Kompany menilai sejumlah keputusan wasit dalam duel melawan Paris Saint-Germain sangat merugikan Die Roten.
Bermain di Allianz Arena pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, Bayern harus puas bermain imbang 1-1 pada leg kedua semifinal Liga Champions. Hasil itu membuat raksasa Jerman tersingkir dari kompetisi elite Eropa setelah kalah agregat dari PSG.
PSG tampil agresif sejak awal pertandingan dan langsung mengejutkan publik tuan rumah lewat gol cepat Ousmane Dembele. Gol tersebut berawal dari skema serangan balik cepat yang dipimpin Khvicha Kvaratskhelia.
Kvaratskhelia berhasil menusuk sisi pertahanan Bayern sebelum mengirimkan umpan matang yang diselesaikan sempurna oleh Dembele. Gol itu membuat Bayern berada dalam tekanan besar untuk mengejar ketertinggalan.
Sepanjang pertandingan, Bayern mencoba mengambil alih kendali permainan. Namun rapatnya lini belakang PSG membuat berbagai peluang yang dibangun tuan rumah gagal berbuah gol.
Tim asuhan Kompany baru mampu menyamakan skor pada masa injury time babak kedua. Penyerang andalan mereka, Harry Kane, mencetak gol lewat sepakan kaki kiri pada menit ke-90+4.
Meski berhasil menyamakan kedudukan, gol Kane tidak cukup menyelamatkan Bayern dari kegagalan mencapai partai final.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Nexify dengan
Kompany Soroti Dua Keputusan Kontroversial

Selepas laga, Kompany secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit Joao Pinheiro. Menurutnya, Bayern seharusnya mendapatkan keuntungan dari dua insiden penting di babak pertama.
“Kami lebih baik di beberapa momen, dan di momen lain mereka lebih baik. Kami berada di level yang sama. Kualitas pemain menentukan pertandingan seperti ini, tetapi keputusan juga berpengaruh,” ujar Kompany seperti dikutip dari Bulinews.
“Tidak ada keputusan yang menguntungkan kami. Saya melihat kartu merah dan penalti malam ini, tetapi wasit tidak melihatnya,” lanjut mantan kapten Manchester City tersebut.
Kontroversi Bayern vs PSG

Insiden pertama terjadi pada menit ke-29 saat bek PSG, Nuno Mendes, dianggap menyentuh bola dengan tangan ketika mencoba menghentikan pergerakan Konrad Laimer.
Dalam situasi itu, Laimer mengangkat bola yang kemudian mengenai lengan kiri Mendes. Namun wasit justru menilai Laimer lebih dahulu melakukan handball sehingga PSG terhindar dari hukuman.
Keputusan tersebut memicu protes kubu Bayern. Pasalnya, Mendes sebelumnya sudah menerima kartu kuning pada menit keenam. Jika pelanggaran dinyatakan untuk Bayern, PSG berpotensi kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
Kontroversi lain terjadi dua menit berselang. Bola hasil sapuan Vitinha terlihat mengenai tangan kiri Joao Neves di kotak penalti PSG.
Kompany Sampai Terheran-heran

Namun lagi-lagi wasit tidak menunjuk titik putih. Kompany pun mempertanyakan keputusan tersebut.
“Saya tahu aturannya dan bola berasal dari rekan setim sendiri, tetapi ayolah, dari jarak 10 meter dengan tangan berada di atas kepala?” kata Kompany.
Kegagalan ini membuat Bayern kembali harus mengubur mimpi meraih trofi Liga Champions musim ini, sementara PSG sukses menjaga asa untuk meraih gelar Eropa kedua mereka.
Bagan Fase Gugur Liga Champions 2025/2026
Bracket fase knockout Liga Champions 2025-2026 (c) dok.UEFA
Jangan Lewatkan!
- Arsenal Siapkan Parade Juara, tapi Terancam Batal jika Musim Berakhir Tanpa Trofi
- PSG di Ambang Dinasti Baru Eropa, Arsenal Hadapi Misi Nyaris Mustahil di Final Liga Champions
- PSG vs Arsenal: The Gunners Ditantang Tampil Sempurna di Final Liga Champions
- Ketika Allianz Arena jadi 'Kuburan' bagi Bayern Munchen di Liga Champions: Cerita Final 2013 dan Semifinal 2026
- Kutukan Bayern Munchen di Semifinal Liga Champions Berlanjut, Selalu Gagal Bangkit Setelah Tertinggal di Leg Pertama
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 14:37Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
LATEST UPDATE
-
Otomotif 14 Juni 2026 18:18Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 18:15Mohamed Salah Dibayangi Rekor Buruk Mesir di Piala Dunia
-
Piala Dunia 14 Juni 2026 17:45Ditahan Maroko dan Tampil Melempem, Brazil Tidak Sebagus Itu?
-
Otomotif 14 Juni 2026 17:42Klasemen Pembalap Moto4 European Cup 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:43Brasil Vs Maroko: 3 Pelajaran Berharga untuk Selecao
-
Liputan6 14 Juni 2026 08:33Brasil Vs Maroko: Raphinha Belum Maksimal
-
Liputan6 13 Juni 2026 22:01Daftar Hoaks Bantuan yang Mencatut Prabowo, Ada Hasil Manipulasi AI
-
Liputan6 13 Juni 2026 14:31Prabowo Terima Menhan Jepang, Ini Sejumlah Kerja Sama yang Dibahas
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























