
Nexify - Nexify - Javier Zanetti dan Francesco Totti adalah dua dari sekian pemain legendaris di persepakbolaan Italia. Zanetti sudah pensiun, sedangkan Totti masih aktif memperkuat AS Roma meski usianya segera menginjak angka 39.
Baru-baru ini, Totti mencetak golnya yang ke-300 untuk Roma, satu-satunya klub yang dia perkuat sejak mengawali karier profesional pada tahun 1992 silam.
Pujian terhadap kapten Roma itu pun datang dari berbagai pihak. Zanetti tidak ketinggalan.
Eks kapten Inter Milan itu juga menggali kembali beberapa momen berkesan dari pertemuan-pertemuan mereka di atas lapangan. Berikut ulasan singkatnya.
Simbol Abadi Roma
" title="Simbol Abadi Roma" alt="Simbol Abadi Roma" width="688" height="459"/>
"Dia sudah menjadi simbol Roma bertahun-tahun lamanya. Dia juga akan mendapatkan tempat istimewa dalam sejarah mereka."
"Sungguh sebuah kehormatan bagi saya bisa bermain melawan seorang juara sekaliber dirinya."
Kata-kata di atas, dikutip dari Football Italia, adalah pujian Zanetti terhadap Totti yang baru saja mencetak gol ke-300 untuk Roma.
Battle of Il Capitano, Giuseppe Meazza 2008
" title="Battle of Il Capitano, Giuseppe Meazza 2008" alt="Battle of Il Capitano, Giuseppe Meazza 2008" width="688" height="459"/>
Inter menjamu Roma pada giornata 25 Serie A musim 2007/08. Skor akhir sama kuat 1-1. Kedua Il Capitano mencetak masing-masing satu gol di laga ini.
Totti membawa Roma unggul di menit 38, kemudian Zanetti membalasnya pada menit 88.
"Saya masih ingat malam di mana kami berdua sama-sama mencetak gol itu," kata Zanetti.
Gol Indah Sang Fantasista
" title="Gol Indah Sang Fantasista" alt="Gol Indah Sang Fantasista" width="688" height="459"/>
Salah satu yang terbaik dia ciptakan ketika melawan tuan rumah Inter di Serie A 2005/06. Waktu itu, Roma menang 3-2.
Roma membuka keunggulan lewat Vincenzo Montella pada menit 12. Di menit 30, Totti menggandakannya dengan sebuah gol yang sangat istimewa.
Totti menguasai bola di garis tengah dan mendribelnya melewati satu dan dua pemain Inter hingga depan kotak penalti. Totti menyelesaikannya dengan sebuah tendangan lob indah dari luar area yang membuat kiper Julio Cesar tak bisa berbuat apa-apa.
Totti mencetak gol kedua di laga itu dari titik penalti pada menit 47. Inter bisa menipiskan selisih skor lewat sepasang gol Adriano menit 67 dan 77.
"Tendangan lobnya melawan kami di tahun 2005? Malam itu, kita menyaksikan sebuah permainan sepakbola yang mengagumkan dari seorang Totti," pungkas Zanetti.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 22 Juni 2026 19:03Update Transfer Ederson ke MU: Kapan Bakal Diumumkan Setan Merah?
-
Liga Inggris 22 Juni 2026 18:37Saingi MU, PSG juga Kejar Bintang Timnas Belanda Ini
-
Liga Spanyol 22 Juni 2026 17:50Kylian Mbappe Buka Peluang Bermain di MLS pada Masa Depan
-
Piala Dunia 22 Juni 2026 17:47Prediksi Piala Dunia 2026: Swiss vs Kanada 25 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
editorial 15 Juni 2026 16:556 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
-
editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 22 Juni 2026 18:22Prabowo Siapkan 10 Kampus Medis, Gandeng Imperial College London
-
Liputan6 22 Juni 2026 17:54PKB: Konstitusi Tidak Mengenal Istilah Partai Penyeimbang
-
Liputan6 22 Juni 2026 16:19Bos Kresna Life Michael Steven Diekstradisi dari Maroko
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Ar...
5 Pemain yang Bisa Direkrut Liverpool Setelah Penu...
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Jua...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























