
Nexify - Nexify - Salah satu faktor yang membuat Atletico Madrid sulit dikalahkan adalah keberadaan Jan Oblak di bawah mistar. Kiper 24 tahun Slovenia itu bahkan kerap membuat pemain-pemain lawan merasa frustrasi oleh ketangguhannya dalam mengawal gawang.
Kehebatan Oblak sudah diakui di pentas La Liga. Trofeo Ricardo Zamora dari dua musim terakhir yang diraihnya adalah bukti nyata.
Bukan tanpa alasan dia mendapatkannya. Dia meraihnya karena dia memang pantas.
Your record is ridiculous, Jan Oblak. 😱 pic.twitter.com/SdOSD28MQp
— LaLiga (@LaLigaEN)
Musim 2017/18 ini merupakan musim keempat Oblak berseragam Atletico. Statistiknya di La Liga terbilang mengagumkan.
Dalam 86 penampilan sejauh ini, Oblak sudah mencatatkan 50 clean sheet (laga tanpa kebobolan) dan baru kemasukan 49.
Jan Oblak di La Liga
Penampilan: 86
Kebobolan: 49
Laga tanpa kebobolan: 50
Kartu kuning: 3
Kartu merah: 0.
Jan Oblak di La Liga (c) Transfermarkt
Kiper terbaik liga utama Portugal 2013/14, Oblak direkrut Atletico dari Benfica dengan nilai transfer €16 juta pada Juli 2014. Waktu itu, dia menjadi kiper termahal sepanjang sejarah La Liga.
Oblak diproyeksikan menjadi pengganti Thibaut Courtois yang kembali ke Chelsea. Saat dipresentasikan sebagai pemain baru Atletico, Oblak berkata: "Saya datang bukan untuk menggantikan siapapun. Saya datang sebagai pemain lain."
"Saya akan lakukan segalanya untuk membela seragam ini. Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk membantu tim."
Oblak membuktikan ucapannya. Perlahan namun pasti, dia mengembangkan sebuah seni yang kini identik dengan dirinya - seni membuat frustrasi lawan dengan penyelamatan-penyelamatan hebat di bawah gawang.
Di awal, Oblak memang hanya jadi pelapis Miguel Angel Moya, yang direkrut dari Getafe sebulan sebelumnya. Namun cedera yang dialami kiper Spanyol itu saat melawan Bayer Leverkusen di Liga Champions mengubah segalanya. Oblak merebut tempat Moya dan membuat seniornya itu cuma kebagian jatah laga-laga Copa del Rey.
Namun Oblak memang pantas menjadi kiper utama. Ketangguhannya sebagai benteng terakhir Atletico semakin meningkat di musim 2015/16, di mana dia menyabet Trofeo Zamora setelah hanya kebobolan 18 gol dalam 38 pertandingan La Liga - menyamai rekor Francisco Liano (Deportivo La Coruna) yang sudah bertahan selama 22 tahun.
Di tim nasional Slovenia, dia juga keluar dari bayang-bayang Samir Handanovic yang pensiun pada akhir 2015.
Musim berikutnya, penghargaan untuk kiper dengan rasio goals-to-games terendah di La Liga ini kembali jatuh ke tangan Oblak. Media Spanyol sampai menjulukinya 'Jan Zamora'.

Memang tidak mudah mencuri gol dari Oblak. Pemain-pemain seperti , Luis Suarez hingga Karim Benzema saja baru pernah sekali mencetak gol ke gawang Oblak dalam beberapa pertemuan mereka.
Sejauh ini, baru ada empat pemain yang pernah mencetak lebih dari satu gol ke gawang Oblak di pentas La Liga. Dua di posisi teratas adalah Lionel Messi dari Barcelona dan Cristiano Ronaldo dari sang rival sekota Real Madrid.
Gol vs Jan Oblak di La Liga
4 - Lionel Messi (5 pertemuan)
3 - Cristiano Ronaldo (4 pertemuan)
2 - Roberto Soriano (2 pertemuan)
2 - Cristhian Stuani (1 pertemuan).


Dengan kehebatannya sebagai seorang penjaga gawang, Oblak ibarat sudah menguasai seni membuat frustrasi lawan. Pemain terakhir yang dibuat frustrasi olehnya adalah Nabil El Zhar.
Atletico melawan tuan rumah Leganes pada jornada 7 La Liga 2017/18. Atletico hanya bisa meraih hasil imbang 0-0 dan gagal membawa pulang poin maksimal. Namun satu poin ini sendiri pantas disyukuri oleh mereka.
Pasalnya, Atletico bisa saja kalah. Oblak lah yang menghindarkan mereka dari kekalahan. Tiga tembakan tepat sasaran Leganes, semua oleh El Zhar, sukses dia mentahkan dengan aksi penyelamatan- penyelamatan heroiknya.
Itulah clean sheet ke-50 Oblak di La Liga.
Leganes dibuat frustrasi olehnya. Namun mereka tak perlu cemas, karena mereka bukan yang pertama dan satu-satunya. Sudah banyak pihak lain yang juga merasakan hal serupa.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 14 Agustus 2026 05:09Deal! Ferran Torres Tinggalkan Barcelona untuk PSG
-
Liga Spanyol 13 Agustus 2026 21:12Analisis Komposisi Ideal Lini Tengah Barcelona 2026/2027
-
Bolatainment 13 Agustus 2026 16:48Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
-
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026 16:17Pertandingan Pertama Lionel Messi Setelah Sang Ayah Wafat
-
Liga Spanyol 13 Agustus 2026 10:42La Liga 2026/27: Superkomputer Prediksi Barcelona Juara, Real Madrid Runner-up
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 14 Agustus 2026 10:15Arsenal Mulai Negosiasi Victor Osimhen dengan Galatasaray
-
Liga Inggris 14 Agustus 2026 10:05Curtis Jones Bisa Ikuti Jejak Roberto Firmino Jika Tinggalkan Liverpool
-
Liga Italia 14 Agustus 2026 09:45Napoli Capai Kesepakatan untuk Rekrut Bek Chelsea
-
Liga Italia 14 Agustus 2026 09:15Bagaimana Evaluasi Ruben Amorim Pengaruhi Aktivitas Transfer AC Milan
BERITA LAINNYA
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
-
editorial 5 Agustus 2026 10:596 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
-
editorial 3 Agustus 2026 10:597 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
SOROT
-
Liputan6 14 Agustus 2026 10:40Prabowo Pamer Realisasi Investasi Tembus Rp 1.010 Triliun di Tengah Badai Geopolitik
-
Liputan6 14 Agustus 2026 10:20Di Sidang Tahunan MPR, Prabowo Deklarasikan Swasembada 8 Komoditas Pangan
-
Liputan6 14 Agustus 2026 10:15Ada Pidato Prabowo, Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke 17.873
-
Liputan6 14 Agustus 2026 10:06Di Sidang Tahunan, Ketua DPD Ungkap Ikut Tanam Jagung Demi Swasembada
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...






















