
Nexify - Nexify - Pasca-skandal Calciopoli 2006, duel Juventus vs Inter Milan tak pernah lagi sama. Rivalitas keduanya, yang sebelum itu sudah panas, jadi tambah panas.
Calciopoli menyisakan dendam. Bek Juventus Giorgio Chiellini, yang melalui era tersebut, bahkan 'bersumpah' kalau dia takkan pernah gabung Inter.
Juventus akan menjamu Inter di giornata 23 Serie A 2016/17, Senin (06/2). Juventus memimpin klasemen, sedangkan Inter beberapa tingkat di bawah, di tangga ke-4.
"Bagi mereka yang melalui era Calciopoli, ini (Juventus vs Inter) takkan pernah bisa jadi sebuah pertandingan yang normal, meski sekarang mungkin tak seintens di beberapa tahun pertama (pasca-Calciopoli)," papar Chiellini kepada surat kabar La Stampa, seperti dikutip Football Italia.
"Yang benar-benar tersisa dari era itu hanya saya dan Gigi Buffon. Namun, bagi setiap Juventini, ini tetap sebuah tantangan yang sangat berbeda."

Skandal Calciopoli 2006 membuat dua Scudetto Juventus dicabut, dan salah satunya diserahkan kepada Inter yang finis peringkat tiga di bawah AC Milan. Juventus sendiri kemudian diturunkan ke Serie B, lalu kembali ke Serie A setelah semusim berkubang di kasta kedua.

"Saya rasa tim kami di tahun 2006 seperti sebuah buldoser, sangat kuat secara fisik. Jika tak ada itu semua (Calciopoli), kami pasti mendominasi Italia, dan perlahan Eropa juga bisa berada dalam genggaman."
"Di 2015, kami memiliki lini tengah yang sangat berkualitas. Kami punya Profesor yang mengarahkan kami dan membuat semua orang bermain lebih baik: Andrea Pirlo."
Pernahkah terlintas di benak Chiellini untuk gabung Inter andai ada kesempatan? Menurut Chiellini, itu takkan pernah terjadi.
"Itu sesuatu yang bahkan tak perlu dibicarakan. Para tifosi Juve mencintai saya karena saya selalu memberikan segalanya untuk Juve dan menganggap Juve seperti keluarga."
"Pihak lawan membenci saya, karena saya tahu saya kadang bisa jadi seorang lawan yang menjengkelkan - meski akhir-akhir ini Leo () mengalahkan saya untuk urusan itu."
Duel Juventus kontra Inter di Turin bakal sengit. Menurut Chiellini, striker Argentina Paulo Dybala dari Juventus dan sang kompatriot Mauro Icardi dari Inter bisa jadi pembeda. Sebagai pengingat, Icardi adalah pencetak salah satu gol ketika Inter menekuk Juventus 2-1 di Giuseppe Meazza pada pertemuan pertama di Serie A musim ini.
"Saya rasa Mauro Icardi dan Paulo Dybala akan jadi sosok yang menentukan (dalam laga nanti). Jika Dybala bersinar, itu karena dia memang pemain dari generasinya yang paling dekat dengan status pemain kelas dunia."
"Icardi adalah striker hebat, gol mengalir di dalam darahnya. Dia selalu mencetak gol dan akan selalu begitu, walau dia sudah terlalu sering melakukannya melawan kami."
Saya melihatnya saat melawan Chievo (Inter menang 3-1), dia turun sampai 30 meter untuk merebut bola dan gerakan itu jadi awal terjadinya gol. Itu adalah sebuah sinyal."
Inter sempat terpuruk, tapi semua berubah sejak Stefano Pioli diangkat sebagai pelatih menggantikan Frank de Boer yang dipecat. Inter selalu menang dalam tujuh laga terakhirnya di Serie A dan melesat dari peringkat 10 untuk kini bertengger di peringkat empat.
"Inter sudah kembali dan tak bisa menyembunyikan fakta kalau mereka memiliki skuat yang pantas mengincar Scudetto. Mereka telah membuktikannya selama beberapa bulan terakhir di bawah Stefano Pioli."
Juventus vs Inter nanti akan dipimpin oleh wasit Nicola Rizzoli. Penunjukan Rizzoli memicu keresahan di kalangan tifosi Inter, yang mengklaim kalau dia adalah pendukung Juventus.
"Setelah beberapa tahun berlalu, hal-hal seperti ini biasanya sudah tak terlalu diperhatikan. Selama sebatas suporter yang meributkannya, biarkan saja. Namun, jika yang meributkannya adalah anggota klub atau media, saya rasa itu memprihatinkan."
"Itu seperti kontroversi pekan lalu, tentang Buffon yang memeluk wasit di akhir pertandingan. Yang benar saja..." pungkas Chiellini.

Jika grande partita ini nanti berakhir dengan dibumbui kontroversi, buntutnya pasti panjang. Terlebih lagi jika Juventus yang dirugikan.
Jika itu terjadi, dendam Chiellini maupun mereka yang berasal dari era Calciopoli pasti bakal semakin dalam.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 29 Juli 2026 10:40John Stones Segera Jalani Tes Medis di Inter Milan
-
Liga Italia 29 Juli 2026 10:10Ruben Amorim Buka-bukaan soal Kegagalannya di Manchester United
-
Liga Eropa Lain 29 Juli 2026 05:42Juventus Resmi Lepas Lois Openda ke Lyon dengan Status Pinjaman
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 17:00Saingi Juventus, Klub Serie A Ini Juga Berminat Pada Joshua Zirkzee
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 29 Juli 2026 13:40Tempat Menonton Port FC Vs Persija di Piala Presiden 2026
-
Bola Indonesia 29 Juli 2026 13:10Link Live Streaming Port FC vs Persija di Piala Presiden 2026
BERITA LAINNYA
-
editorial 3 Juli 2026 14:196 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
SOROT
-
Liputan6 29 Juli 2026 15:29Prabowo Bangga Anak Buruh dan Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2026
-
Liputan6 29 Juli 2026 15:04Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Tangsel Positif Narkoba
-
Liputan6 29 Juli 2026 14:43Haru Pelantikan Pamong Praja Muda, Menangis di Pelukan Orang Tua
-
Liputan6 29 Juli 2026 14:30Ibu Melahirkan di Mobil Imbas Jalan Rusak, Gubernur Lampung Minta Maaf
-
Liputan6 29 Juli 2026 14:02Bupati Pemalang Ditangkap KPK, Ombudsman Bongkar 10 Aduan Warga
-
Liputan6 29 Juli 2026 13:42Kronologi Kecelakaan BYD Tabrak Raize hingga Terguling di Tol Jagorawi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























