
Nexify - PSSI mengalami pekerjaan berat dalam menyelesaikan konflik sepak bola nasional. Itu menyusul, belum ditemukannya kesepakatan dari poin-poin yang sudah dituangkan dalam MoU. Sekalipun, Task Force AFC sudah memberikan amanah kepada Joint Committee (JC) untuk menyelesaikan konflik.
"Bahkan, ada indikasi terdapat pihak-pihak yang menginginkan Indonesia mendapatkan sanksi. Lalu, empat mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) yang belum memiliki niat untuk gabung kembali," terang Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
"Indikasi lainnya, ada pihak yang menginginkan rapat JC terus deadlock. Ujung-ujungnya, konflik terus berlanjut dan tidak ada penyelesaian yang mampu dilakukan JC," sambungnya.
Selain itu, dikatakan Halim, JC seolah terus memaksakan agar terjadi pergantian pelatih kepala di tim nasional Indonesia senior. Padahal, lanjutnya, dalam MoU sama sekali tidak disebutkan jika JC berhak membahas Timnas. Sebab, Timnas tetap berada di bawah yuridiksi PSSI.
"Perdebatan-perdebatan itulah yang membuat JC tidak pernah menemukan kata sepakat. Posisi pelatih kepala Timnas ditunjuk dan ditentukan Komite Eksekutif (Exco), dan bukan kewenangan JC," paparnya.
Lebih jauh dikatakannya, indikasi sanksi bagi sepak bola Indonesia tercermin dalam manifesto Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) khususnya pada poin ke tujuh. Bunyinya yakni, daripada menyerah dan melakukan rekonsiliasi, lebih baik menerima sanksi FIFA dengan alasan yang menerima sanksi bukan hanya klub pendukung KPSI, namun seluruh anggota PSSI.
"Karena itu, kami mengantisipasinya dengan segera menentukan pengganti Todung Mulya Lubis dan Saleh Ismail Mukadar dari posisi JC. Selain itu, kami juga menyetujui perubahan peraturan organisasi (PO) dan aturan kompetisi yang dibahas dalam rapat Exco pada Jumat (9/11)," paparnya. (esa/dzi)
"Bahkan, ada indikasi terdapat pihak-pihak yang menginginkan Indonesia mendapatkan sanksi. Lalu, empat mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) yang belum memiliki niat untuk gabung kembali," terang Sekjen PSSI, Halim Mahfudz.
"Indikasi lainnya, ada pihak yang menginginkan rapat JC terus deadlock. Ujung-ujungnya, konflik terus berlanjut dan tidak ada penyelesaian yang mampu dilakukan JC," sambungnya.
Selain itu, dikatakan Halim, JC seolah terus memaksakan agar terjadi pergantian pelatih kepala di tim nasional Indonesia senior. Padahal, lanjutnya, dalam MoU sama sekali tidak disebutkan jika JC berhak membahas Timnas. Sebab, Timnas tetap berada di bawah yuridiksi PSSI.
"Perdebatan-perdebatan itulah yang membuat JC tidak pernah menemukan kata sepakat. Posisi pelatih kepala Timnas ditunjuk dan ditentukan Komite Eksekutif (Exco), dan bukan kewenangan JC," paparnya.
Lebih jauh dikatakannya, indikasi sanksi bagi sepak bola Indonesia tercermin dalam manifesto Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) khususnya pada poin ke tujuh. Bunyinya yakni, daripada menyerah dan melakukan rekonsiliasi, lebih baik menerima sanksi FIFA dengan alasan yang menerima sanksi bukan hanya klub pendukung KPSI, namun seluruh anggota PSSI.
"Karena itu, kami mengantisipasinya dengan segera menentukan pengganti Todung Mulya Lubis dan Saleh Ismail Mukadar dari posisi JC. Selain itu, kami juga menyetujui perubahan peraturan organisasi (PO) dan aturan kompetisi yang dibahas dalam rapat Exco pada Jumat (9/11)," paparnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 13 Februari 2026 14:09Geger! Muncul di Daftar Hitam FIFA, Athletic Bilbao Terancam Embargo Transfer
-
Asia 23 Desember 2025 09:25Kado Spesial Cristiano Ronaldo! FIFA Resmi Cabut Sanksi Transfer Al Nassr
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 19:30Kabar Terbaru Malo Gusto: Jadi Pindah ke Manchester City?
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 19:07Barcelona All Out Kejar Rodri, Ini Alasan Hansi Flick Sangat Menginginkannya
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 19:00Gabriel Jesus Bakal Tinggalkan Arsenal untuk Berkarir di Italia?
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 18:30Diincar MU, Bournemouth Naikkan Harga Tyler Adams
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 18:00Bek Baru Chelsea OTW ke Inggris untuk Rampungkan Transfer
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 17:00Newcastle Tutup Pintu Bagi MU untuk Transfer Lewis Hall
BERITA LAINNYA
-
indonesia 7 Agustus 2026 16:15Borneo FC Samarinda Resmikan Kadu Monteiro, Pengganti Nadeo Argawinata
-
indonesia 7 Agustus 2026 14:00Piala Presiden 2026 Pecahkan Rekor Rating TV, Harsiwi Achmad Beberkan Kuncinya
SOROT
-
Liputan6 7 Agustus 2026 18:16Bejat, 15 Pria di Mamuju Perkosa Remaja 15 Tahun hingga Hamil
-
Liputan6 7 Agustus 2026 17:57Semburan Lumpur Muncul di Oro-oro Kesongo Blora, Tingginya Capai 15 Meter
-
Liputan6 7 Agustus 2026 17:53Keluarga Bongkar Kejanggalan Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 16:05Kronologi Orderan Pisang Jutaan Rupiah untuk MBG Mendadak Dibatalkan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 15:26Kasus Keracunan MBG Massal di Papua Mengarah ke Tempe Bacem
MOST VIEWED
Link Nonton Streaming Persib vs Persija - Semifinal Piala Presiden 2026
Peluit Panjang dan Teriakan 'Cut!' yang Mengakhiri Rivalitas di Panggung Piala Presiden 2026
Prediksi Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya 6 Agustus 2026
Statistik Ungkap Kunci Kemenangan 2-1 Persib atas Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























