
Nexify - Meski pembayaran gaji tersendat selama hampir tiga bulan, namun manajemen Persebaya tak pernah telat dalam membayar bonus kemenangan ke tim. Padahal menurut penuturan asisten manajer Amran Said Ali, bonus dan gaji berasal dari sumber dana yang sama.
Tersendatnya masalah gaji membuat para pemain akhirnya hidup dengan mengandalkan bonus kemenangan saja. Untuk dua hasil positif di Yogyakarta, mereka dikabarkan mendapat Rp 184 juta. Sedangkan untuk kemenangan lawan Persela Lamongan, pemain memperoleh bonus Rp 80 juta.
"Kalau bonus, setelah main langsung bagi. Saya sendiri yang membagi," aku Amran. Menurut Amran, meski bonus dan gaji berasal dari sumber dana yang sama, proses pencairan bonus memang lebih mudah.
"Kalau bonus kan jumlahnya tidak besar. Hampir Rp 100 juta-an. Kalau gaji kan jumlahnya lebih besar," lanjutnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di internal manajemen, untuk sebulan gaji, dana sebesar Rp 1,5 miliar harus dirogoh dari kantong manajemen.
Selain gaji, ada beberapa aspek yang pencairannya lebuh mudah karena nilainya lebih kecil. "Seperti hotel, kan langsung terbayar. Tak ada yang nunggak," tutup Amran. Selain hotel, pembayaran transportasi juga tak pernah memiliki kendala. [initial]
(faw/pra)
Tersendatnya masalah gaji membuat para pemain akhirnya hidup dengan mengandalkan bonus kemenangan saja. Untuk dua hasil positif di Yogyakarta, mereka dikabarkan mendapat Rp 184 juta. Sedangkan untuk kemenangan lawan Persela Lamongan, pemain memperoleh bonus Rp 80 juta.
"Kalau bonus, setelah main langsung bagi. Saya sendiri yang membagi," aku Amran. Menurut Amran, meski bonus dan gaji berasal dari sumber dana yang sama, proses pencairan bonus memang lebih mudah.
"Kalau bonus kan jumlahnya tidak besar. Hampir Rp 100 juta-an. Kalau gaji kan jumlahnya lebih besar," lanjutnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di internal manajemen, untuk sebulan gaji, dana sebesar Rp 1,5 miliar harus dirogoh dari kantong manajemen.
Selain gaji, ada beberapa aspek yang pencairannya lebuh mudah karena nilainya lebih kecil. "Seperti hotel, kan langsung terbayar. Tak ada yang nunggak," tutup Amran. Selain hotel, pembayaran transportasi juga tak pernah memiliki kendala. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 4 Agustus 2026 23:11Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
indonesia 5 Agustus 2026 14:31Ketergantungan Arema FC kepada Gustavo Henrique Terlihat di Piala Presiden 2026
-
indonesia 4 Agustus 2026 23:11Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
-
indonesia 4 Agustus 2026 22:34Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
SOROT
-
Liputan6 5 Agustus 2026 15:25Isu Surpres Pergantian Kapolri, Jenderal Sigit Akhirnya Buka Suara
-
Liputan6 5 Agustus 2026 15:13Menko Polkam: Demo Boleh, tapi Jangan Anarkis
-
Liputan6 5 Agustus 2026 15:00Bobol Rumah Kosong, Pencuri Ini Malah Ketiduran
-
Liputan6 5 Agustus 2026 14:45BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia 22,93 Juta Orang Per Maret 2026
-
Liputan6 5 Agustus 2026 14:42Pasien Meninggal Usai Tunggu Kamar 8 Jam, BPJS Beberkan Aturan Rawat Inap
-
Liputan6 5 Agustus 2026 14:39Bakom Investigasi Surat Pengajuan MBG untuk Nobel yang Viral
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya


















