
Nexify - Wacana kembali bergulirnya kompetisi sepak bola Indonesia saat New Normal, atau Kelaziman Baru, di tengah Pandemi COVID-19, tengah menjadi perbincangan. Kompetisi rencananya akan dipusatkan di Pulau Jawa dengan sistem home tournament.
Stadion Manahan Solo pun siap jika nantinya ditunjuk sebagai venue pertandingan kompetisi, baik Liga 1 maupun Liga 2 2020.
Bergulirnya kembali kompetisi musim 2020 dalam fase New Normal merupakan solusi yang bisa diterapkan agar roda perekonomian dari lapangan hijau bisa kembali berputar. Rencananya, kompetisi tersebut akan dimulai kembali pada September untuk Liga 1 dan Oktober untuk Liga 2.
Usulan lain adalah pertandingan berpusat di Pulau Jawa, di mana banyak stadion bisa menjadi alternatif venue. Satu di antaranya tentu Stadion Manahan Solo yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari lalu setelah sempat direnovasi.
Apalagi Stadion Manahan masuk dalam daftar venue andalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Jadi menjadi venue penyelenggara kompetisi akan menjadi sebuah persiapan yang bagus bagi stadion tersebut.
Ketua Askot PSSI Kota Solo, Paulus Haryoto, mengungkapkan Solo dan Stadion Manahan cukup layak untuk bisa membantu penerapan sepak bola yang sedang disusun oleh PSSI. Selain itu, ia juga mengakui Stadion Manahan perlu uji kelayakan setelah selesai direnovasi.
"Pertama tentu arahan dari federasi melalui proses pemikiran dan perencanaan. Kalau tidak ada kegiatan juga hampa. Arahan sudah direncanakan dengan baik, new normal dengan protap kesehatan, kami menyambut positif," ungkap Paulus Haryoto kepada Bola.com, Kamis (4/6/2020).
"Hanya saja soal keterlibatan penonton menjadi hal paling krusial. bagaimana pembatasannya. Harus ada lompatan perencanaan yang betul-betul matang," lanjutnya mengenai skema protokol kompetisi baru jika Stadion Manahan bisa menjadi venue pertandingan.
Perlu Menguji Kelayakan

Paulus Haryoto mengakui jika Solo menjadi bagian dari prioritas untuk Piala Dunia U-20, selain Gelora Bung Karno Jakarta dan Gelora Bung Tomo Surabaya. Hal itu sesuai Informasi dari PSSI, sehingga baik pengelola stadion maupun pihak terkait perlu menerapkan standar ketat untuk perawatannya.
"Stadion Manahan harus siap dan memang layak untuk ditunjuk sebagai venue. Kelayakannya perlu melalui berbagai uji coba. Kalau sudah dibangun megah, tapi tidak dipakai ya disayangkan. Kembali lagi ke komitmen bersama merawat venue," lanjut Paulus.
"Kami tidak mengajukan diri untuk venue di Manahan. Semua bergantung pada PSSI pusat bagaimana nantinya," imbuhnya.
Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 4 Juni 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Keinginan Marc Klok Setelah Pandemi COVID-19 Berakhir: Jadi WNI
- Liga 1 Bakal Bergulir Kembali, Bhayangkara FC Mulai Latihan Lagi
- Pelatih Bali United: Terpenting Adanya Protokol Kesehatan yang Baik
- Kandidat Juara Liga 1 Versi Pelatih Arema Mario FC Gomez: Bali United
- Bek Persib Nick Kuipers Dukung Kembalinya Liga 1, Cemaskan Tim-tim Liga 2
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 08:55Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 10 Juni 2026 19:41Jadwal ASEAN U19 Boys Championship 2026 (AFF U19) - Semifinal di Vidio
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 09:48Gratis Masuk Ragunan Saat HUT Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Liputan6 15 Juni 2026 07:04Celurit di Tangan Pelajar Jakarta, Kasus Palmerah dan Koja
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























