
Nexify - Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mendapat sanksi Komisi Disiplin (Komdis) Sihar Sitorus, mengaku kecewa dengan sikap pengurus PSSI. Pemicunya, Sihar gagal menjalankan tugasnya sebagai Exco, akibat pintu utama PSSI yang dikunci dari dalam.
Padahal, kata Sihar, dirinya berencana menerima 14 caretaker Pengurus Provinsi (Pengprov) yang terus mencari pengakuan dari PSSI. Mereka yakni, Pengprov Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
"Kalau kantor dikunci, bagaimana bisa menjalankan tugas. Saya ini masih menjabat sebagai Exco yang sah. Yang harus diketahui, PSSI adalah milik publik dan bukan milik sekelompok pengurus," katanya.
"Penguncian kantor PSSI, menunjukkan sikap pengurus PSSI yang kekanak-kanakan. Mereka melecehkan dirinya sendiri dan terpenjara diri sendiri," sambungnya.
Kontan, Sihar menilai jika konflik dualisme di tubuh organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut, masih jauh dari kata selesai. Karena itu, dikatakan Sihar, pihaknya sudah melaporkan kondisi yang terjadi kepada FIFA.
"Secara umum, kami menceritakan kejadian usai KLB PSSI pada 17 Maret lalu. Ini membuktikan, sikap dualisme bukan datang dari 6 Exco, tapi Exco lainnya. Dualisme yang kini terjadi, berbeda ketika tahun 2011. Yaitu, 7 lawan 4. Sekarang, 6 lawan 5. Tapi yang 6 malah mau ditiadakan," tukasnya.
Sementara itu, Pjs Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tigor Shalomboboy, melaporkan Wakil Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur, Cholid Goromah, Sekretaris Pengprov PSSI Lampung, Faisal Yusuf, Sihar Sitorus dan Bob Hippy ke Polda Metro Jaya, Selasa (14/5) petang. Keempatnya dilaporkan dengan pasal 335 KUHP, perbuatan tidak menyenangkan.
"Kami tidak pernah menguncinya apalagi memberikan perintah untuk melakukan penguncian," kata Tigor.
"Kami menilai, keempat oknum tersebut tidak memiliki etika, melanggar hukum, dan melanggar aturan organisasi PSSI. Kalau mereka merasa PSSI adalah rumahnya, seharusnya dijaga," pungkasnya. (esa/dzi)
Padahal, kata Sihar, dirinya berencana menerima 14 caretaker Pengurus Provinsi (Pengprov) yang terus mencari pengakuan dari PSSI. Mereka yakni, Pengprov Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
"Kalau kantor dikunci, bagaimana bisa menjalankan tugas. Saya ini masih menjabat sebagai Exco yang sah. Yang harus diketahui, PSSI adalah milik publik dan bukan milik sekelompok pengurus," katanya.
"Penguncian kantor PSSI, menunjukkan sikap pengurus PSSI yang kekanak-kanakan. Mereka melecehkan dirinya sendiri dan terpenjara diri sendiri," sambungnya.
Kontan, Sihar menilai jika konflik dualisme di tubuh organisasi olahraga tertua di Indonesia tersebut, masih jauh dari kata selesai. Karena itu, dikatakan Sihar, pihaknya sudah melaporkan kondisi yang terjadi kepada FIFA.
"Secara umum, kami menceritakan kejadian usai KLB PSSI pada 17 Maret lalu. Ini membuktikan, sikap dualisme bukan datang dari 6 Exco, tapi Exco lainnya. Dualisme yang kini terjadi, berbeda ketika tahun 2011. Yaitu, 7 lawan 4. Sekarang, 6 lawan 5. Tapi yang 6 malah mau ditiadakan," tukasnya.
Sementara itu, Pjs Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tigor Shalomboboy, melaporkan Wakil Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur, Cholid Goromah, Sekretaris Pengprov PSSI Lampung, Faisal Yusuf, Sihar Sitorus dan Bob Hippy ke Polda Metro Jaya, Selasa (14/5) petang. Keempatnya dilaporkan dengan pasal 335 KUHP, perbuatan tidak menyenangkan.
"Kami tidak pernah menguncinya apalagi memberikan perintah untuk melakukan penguncian," kata Tigor.
"Kami menilai, keempat oknum tersebut tidak memiliki etika, melanggar hukum, dan melanggar aturan organisasi PSSI. Kalau mereka merasa PSSI adalah rumahnya, seharusnya dijaga," pungkasnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 7 Agustus 2026 23:02Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Bola Indonesia 7 Agustus 2026 22:18Polemik Kartu Kuning Kedua Song Ui-Young: Timnas Indonesia Dirugikan?
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 21:13Yan Diomande Ungkap Alasan Pilih Real Madrid, Wujudkan Mimpi Sejak Kecil
BERITA LAINNYA
-
indonesia 7 Agustus 2026 22:18Polemik Kartu Kuning Kedua Song Ui-Young: Timnas Indonesia Dirugikan?
-
indonesia 7 Agustus 2026 16:15Borneo FC Samarinda Resmikan Kadu Monteiro, Pengganti Nadeo Argawinata
-
indonesia 7 Agustus 2026 14:00Piala Presiden 2026 Pecahkan Rekor Rating TV, Harsiwi Achmad Beberkan Kuncinya
SOROT
-
Liputan6 8 Agustus 2026 00:57Polri Pastikan Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh Berjalan Transparan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 23:30Prabowo Puji Bahlil: Bisa Bikin Jokowi Tertawa
-
Liputan6 7 Agustus 2026 22:00Prabowo Ungkap Rumus Bernegara: Cintai Rakyat dan Gunakan Akal Sehat
-
Liputan6 7 Agustus 2026 21:20Respons Bahlil Usai Diberi Nilai Memuaskan oleh Prabowo: Terus Buktikan Prestasi
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:50Prabowo Beri Nilai Memuaskan untuk Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:38BGN Segera Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
MOST VIEWED
Peluit Panjang dan Teriakan 'Cut!' yang Mengakhiri Rivalitas di Panggung Piala Presiden 2026
Prediksi Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya 6 Agustus 2026
Piala Presiden 2026: Jadwal Final Persib vs Persebaya, Tayang Live di Indosiar dan Vidio
Daftar Lengkap 18 Klub Super League 2026/2027: Ada 2 Tim Berganti Nama, Siapa Saja Pesertanya?
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















