
Pada pertandingan ini, Manchester City sejatinya jauh lebih diunggulkan daripada tuan rumah. Hal ini dikarenakan lini serang City dalam kondisi yang prima, sedangkan duo andalan Leicester City, Ryad Mahrez dan Jamie Vardy dikabarkan tengah mengalami kelelahan.
Kembalinya Sergio Aguero setelah pulih dari cedera diharapkan dapat membantu The Citizens untuk meraih poin penuh pada laga kontra Leicester. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan, Aguero tidak mampu berkontribusi banyak untuk tim besutan Manuel Pellegrini tersebut. Jangankan mencetak gol, untuk membuat shots on target saja, Aguero tidak mampu melakukannya pada laga ini. Tidak heran Pellegrini menarik keluar Aguero dan menggantikannya dengan Wilfired Bony di menit 63.
Musim ini entah kenapa ada tren penurunan performa yang ditunjukkan Striker Timnas Argentina tersebut. Pada periode waktu yang sama di tahun lalu, Aguero sudah mencetak 14 gol, namun di penghujung Desember tahun ini Aguero baru mampu menciptakan 7 gol. 7 Gol yang diciptakan Aguero hanya lahir di tiga pertandingan, Yaitu satu gol saat kontra Liverpool dan Chelsea dan Lima gol kontra Newcastle United.
Selain jumlah gol, penurunan performa Aguero hampir terjadi di semua aspek. Menurut data yang dilansir , rata-rata tembakan yang dilepaskan Aguero menurun ketimbang musim lalu. Musim ini ia membuat rata-rata 3.67 tembakan per laga sedangkan musim lalu ia membuat setidaknya 4.84 tembakan per laga. Dalam lima laga terakhir, Aguero hanya bisa melakukan 2 tembakan saja per laga.
Secara pergerakan juga Aguero menurun musim ini. Musim lalu, 58.39% percobaan Dribble-nya sanggup melewati pemain lawan, namun angka itu menurun menjadi 45.45% di musim ini. Lantas apakah yang menyebabkan penurunan performa Aguero musim ini?
Bolanet melihat setidaknya ada dua alasan mengapa Aguero tidak semoncer musim lalu. Faktor pertama adalah masalah cedera. Musim ini Aguero kerap absen karena masalah cedera. Gara-gara cedera, ia melewatkan 7 dari 19 laga yang ada musim ini. Catatan ini lebih banyak daripada musim lalu, dimana sampai bulan Desember 2014 Aguero tercatat absen karena cedera sebanyak 5 kali. Alhasil rentetan cedera ini sedikit banyak berpengaruh pada performa Aguero.
Faktor kedua yang mempengaruhi performa Aguero musim ini adalah kedatangan dua gelandang baru City, Raheem Sterling dan Kevin De Bruyne. Dua rekrutan muda ini memang telah menunjukan performa yang mengesankan selama paruh musim pertama ini, akan tetapi karakteristik permainan mereka sedikit banyak berpengaruh pada performa Aguero musim ini.
Musim lalu, Aguero mendapat supply bola yang lancar dari gelandang serang dan gelandang sayap Manchester City, seperti Jesus Navas dan David Silva. Musim ini Pellegrini lebih sering memainkan Raheem Sterling dan Kevin De Bruyne di pos yang diisi David Silva dan Jesus Navas
Musim ini Navas hanya menjadi pemain pilihan kedua setelah De Bruyne, sedangkan David Silva banyak mengalami cedera pada musim ini. Alhasil mereka yang biasanya memasok bola-bola matang ke Aguero jarang diturunkan kembali bersama Aguero, sehingga Aguero masih harus menyesuaikan antara ritme permainannya dengan Sterling dan De Bruyne.
Bagaimana Pendapat anda Bolaneters? Apa faktor yang membuat Aguero tidak semoncer musim lalu? Apakah karena faktor cedera ataukah karena faktor minim support dari gelandang serang City? Sampaikan pendapat anda pada kolom komentar.[initial]
Baca Juga:
- Belum Pernah Dibobol Messi, Ini Kata Cech
- Saat Kompany Gagal Jadi 'Bek Terbaik' Untuk Buah Hatinya
- Ranieri: Bournemouth Akan Lebih Sulit Daripada Man City
- Arsenal Calon Juara Karena Pertahanan City Payah
- Talenta Bologna Diawasi Chelsea dan City
- Madrid Siap Tebus Aguero 1,8 Triliun Rupiah
- Hanya Raih Satu Poin Lawan City, Pelatih Leicester Sudah Puas
(bola/dub)
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 24 Juni 2026 14:07De Gea Mau Tinggalkan Fiorentina, Tapi Hanya untuk Manchester United
-
Liga Inggris 23 Juni 2026 21:46Andai Fernandes Lepas, MU Bakal Kejar Gelandang Bournemouth Ini
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 25 Juni 2026 07:28Man of the Match Maroko vs Haiti: Achraf Hakimi
-
Piala Dunia 25 Juni 2026 07:18Man of the Match Skotlandia vs Brasil: Vinicius Junior
BERITA LAINNYA
-
inggris 24 Juni 2026 15:30Ditahan Ghana, Eberechi Eze Minta Inggris Abaikan Kritik
-
inggris 23 Juni 2026 21:46Andai Fernandes Lepas, MU Bakal Kejar Gelandang Bournemouth Ini
-
inggris 23 Juni 2026 21:23Usai Tinggalkan Real Madrid, Alvaro Arbeloa Bakal Latih Klub Inggris Ini
-
inggris 23 Juni 2026 21:11Alamak! Tottenham Salip MU dalam Transfer Mateus Fernandes?
-
inggris 23 Juni 2026 20:49Sudah Seberapa Jauh Transfer Crysencio Summerville ke Manchester United?
SOROT
-
Liputan6 25 Juni 2026 07:45KUR BRI Menjaga Roda Usaha Helm Hendra Tetap Berputar
-
Liputan6 24 Juni 2026 20:28Reaksi Prabowo Saat Warga Gorontalo Bersorak Sambut Sherly Tjoanda
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:30Diplomasi Jadi Senjata Indonesia Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:29Prabowo: B50 Meluncur Juli 2026, Kita Tak Akan Impor Solar Lagi
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:09Prabowo Ungkap Kunci Indonesia Jadi Kekuatan Pangan Dunia
-
Liputan6 24 Juni 2026 19:00Respons Pabrikan Otomotif Hengkang, Kemlu Bocorkan Investasi Baru
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























