
Nexify - Chelsea menutup musim Premier League 2025/2026 dengan hasil pahit setelah kalah 2-1 dari Sunderland di Stadium of Light, Minggu (24/5/2026) malam WIB. Kekalahan itu membuat The Blues finis di peringkat ke-10 dan dipastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan.
Chelsea sejatinya memulai pertandingan dengan apik. Namun justru tuan rumah yang mengejutkan dengan unggul lebih dahulu di babak pertama. Situasi makin sulit setelah Wesley Fofana menerima kartu merah di babak kedua. Dalam kondisi bermain dengan 10 orang, tim asuhan interim Calum McFarlane gagal bangkit dan harus melihat Sunderland justru mengamankan tiket Europa League.
Tuan rumah menang lewat gol Trai Hume dan gol bunuh diri Malo Gusto. Chelsea hanya mampu membalas melalui tembakan jarak jauh Cole Palmer yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper lawan.
Performa sebagian besar pemain Chelsea juga jauh dari kata meyakinkan. Lini belakang tampil rapuh sejak menit awal dan kesalahan individu terus bermunculan sepanjang pertandingan.
Kiper dan Bek Chelsea

Robert Sanchez (5/10): Kiper asal Spanyol itu sempat membuat penyelamatan penting dari peluang Enzo Le Fee di awal laga. Namun, ia terlalu sering dibiarkan menghadapi tekanan sendirian karena koordinasi lini belakang yang buruk.
Malo Gusto (4/10): Tampil ceroboh dan beberapa kali salah melepas bola. Malam buruknya ditutup dengan gol bunuh diri setelah gagal mengantisipasi bola dari Brian Brobbey.
Wesley Fofana (3/10): Bek tengah Chelsea kembali kehilangan kontrol. Ia diusir keluar lapangan pada menit ke-60 usai menerima kartu kuning kedua karena melanggar Wilson Isidor.
Levi Colwill (6/10): Salah satu sedikit pemain bertahan yang tampil cukup solid. Ia membuat tekel penting untuk menghentikan peluang emas Brian Brobbey dan terlihat lebih tenang dibanding rekan-rekannya.
Jorrel Hato (3/10): Bek muda asal Belanda itu kesulitan sepanjang pertandingan. Ia beberapa kali kehilangan bola dan kalah duel udara dari Trai Hume dalam proses gol pembuka Sunderland.
Lini Tengah Chelsea

Moises Caicedo (5/10): Tidak tampil seagresif biasanya. Permainannya lambat, umpan panjangnya kerap meleset, dan ia kalah dominan di area tengah.
Enzo Fernandez (5/10): Sulit memberi pengaruh kreatif untuk permainan Chelsea. Frustrasinya terlihat jelas sepanjang laga, termasuk saat menerima kartu kuning di babak kedua.
Cole Palmer (6/10): Sempat membuang peluang emas di awal pertandingan, tetapi akhirnya mencetak gol lewat tembakan jarak jauh. Gol itu sekaligus mengakhiri puasa golnya dalam 14 pertandingan.
Lini Depan Chelsea
Pedro Neto (6/10): Bermain sebagai penyerang tengah membuatnya kurang nyaman. Meski begitu, ia tetap menyumbang assist untuk gol Palmer dan cukup aktif membantu aliran bola.
Joao Pedro (5/10): Sulit terlibat dalam permainan karena minim suplai bola. Peluang terbaiknya lewat sundulan jelang turun minum justru melenceng jauh dari sasaran.
Marc Cucurella (4/10): Tampil di bawah standar saat dimainkan lebih ke depan. Ia terlambat menutup ruang saat Trai Hume mencetak gol pertama Sunderland dan terlihat bingung menjalankan tugas bertahan maupun menyerang.
Pemain Pengganti dan Pelatih
- Reece James (5/10): Masuk di awal babak kedua, tetapi tidak memberi perubahan signifikan. Kondisi fisiknya juga belum terlihat benar-benar prima.
- Trevoh Chalobah (6/10): Bermain cukup disiplin setelah masuk untuk memperkuat pertahanan saat Chelsea kehilangan satu pemain. Ia membantu meredam tekanan Sunderland di akhir laga.
- Josh Acheampong (N/A): Hanya bermain beberapa menit di penghujung pertandingan sehingga sulit memberi penilaian objektif.
- Liam Delap (N/A): Masuk ketika waktu normal hampir habis. Kesempatan bermain yang singkat membuatnya tidak banyak terlibat.
- Calum McFarlane (4/10): Chelsea tampil tanpa arah sejak awal pertandingan. Strategi yang diterapkan gagal mengatasi agresivitas Sunderland, dan masa tugas interimnya ditutup dengan hasil yang mengecewakan.
Kekalahan ini membuat Chelsea harus melakukan evaluasi besar menjelang musim baru. Fokus klub kini beralih ke perombakan skuad dan tugas besar akan diemban manajer baru, Xabi Alonso demi mengembalikan stabilitas tim.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 17:30Prediksi Piala Dunia 2026: Australia vs Turki 14 Juni 2026
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 17:00Prediksi Piala Dunia 2026: Haiti vs Skotlandia 14 Juni 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:32Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
-
Liputan6 12 Juni 2026 20:34Mendagri Minta DKPP Cegah Pelanggaran Pemilu
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























