
Nexify - Chelsea mungkin kalah 0-1 dari Manchester City di final FA Cup akhir pekan lalu, tetapi ada satu hal yang diam-diam menarik perhatian publik Stamford Bridge. Formasi 3-4-2-1 yang digunakan pelatih interim Calum McFarlane dianggap memberi gambaran awal tentang seperti apa Chelsea di bawah Xabi Alonso musim depan.
Pelatih asal Spanyol itu memang belum resmi memulai pekerjaannya, tetapi gaya bermainnya bersama Bayer Leverkusen sudah menjadi bahan pembicaraan di Eropa.
Alonso sukses mengubah Leverkusen menjadi salah satu tim paling menarik dalam sepak bola modern dengan kombinasi pressing agresif, penguasaan bola, dan struktur permainan yang sangat rapi.
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Alonso punya ide besar, melainkan apakah skuad Chelsea saat ini benar-benar cocok dengan sistem tersebut.
Adapun dari Cole Palmer hingga Enzo Fernandez, ada beberapa nama yang tampak ideal. Namun di sisi lain, masih ada sejumlah celah yang perlu dibenahi.
Sistem 3-4-2-1 yang Jadi Identitas Xabi Alonso

Kesuksesan Alonso bersama Bayer Leverkusen tidak lepas dari formasi 3-4-2-1 yang menjadi fondasi permainan mereka sepanjang musim 2023/2024. Dengan sistem itu, Leverkusen menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal serta hanya kalah sekali dari 53 pertandingan di semua kompetisi.
Alonso membangun timnya dengan pressing tinggi dan dominasi penguasaan bola. Namun, yang membuat Leverkusen berbeda adalah organisasi permainan mereka, baik saat menyerang maupun bertahan. Setiap pemain memiliki fungsi yang sangat spesifik.
Dalam sistem tersebut, tiga bek menjadi dasar pembangunan serangan. Dua bek tengah di sisi kanan dan kiri dituntut mampu mengalirkan bola, sementara satu bek lain lebih berperan secara fisik dan defensif.
Yang paling menonjol adalah peran wing-back. Alejandro Grimaldo di sisi kiri menjadi kreator utama permainan, sementara Jeremie Frimpong di kanan sering muncul sebagai pemain paling depan. Keduanya mencatat kombinasi 19 gol dan 20 assist di Bundesliga musim itu.
Chelsea Punya Beberapa Pemain yang Cocok

Chelsea sebenarnya memiliki sejumlah pemain yang dinilai cocok dengan kebutuhan Alonso. Levi Colwill, misalnya, dianggap punya kualitas luar biasa dalam memecah garis pertahanan lawan lewat umpan progresif dari lini belakang.
Di lini tengah, Romeo Lavia juga punya kemampuan serupa. Sementara itu, Moises Caicedo, Andrey Santos, dan Enzo Fernandez dikenal mampu memainkan umpan vertikal ke area berbahaya.
Enzo bahkan dinilai berpotensi lebih maksimal jika dimainkan lebih maju sebagai salah satu gelandang serang di belakang striker. Peran itu mirip dengan fungsi Florian Wirtz di Leverkusen.
Cole Palmer menjadi nama lain yang dianggap sangat ideal untuk sistem Alonso. Kreativitas, visi bermain, dan kemampuan bergerak di ruang sempit membuatnya disebut sebagai salah satu pemain yang paling cocok mengisi peran ala Wirtz.
Di lini depan, Joao Pedro juga dipandang sesuai dengan profil striker favorit Alonso. Ia bisa turun menjemput bola, menghubungkan permainan, tetapi juga mampu berlari menyerang ruang di belakang pertahanan lawan.
Masalah Chelsea Ada di Wing-Back dan Pertahanan

Meski memiliki banyak pemain berbakat, Chelsea tetap punya sejumlah masalah jika Alonso benar-benar menerapkan sistem Leverkusen di Stamford Bridge.
Peran wing-back menjadi salah satu perhatian utama. Reece James sebenarnya punya kualitas teknis untuk menjalankan peran tersebut, tetapi kondisi fisiknya yang rentan cedera menimbulkan tanda tanya besar.
Malo Gusto dinilai punya kemampuan atletis untuk menjadi versi Frimpong di Chelsea. Namun sejauh ini, kontribusinya di area akhir lapangan belum cukup konsisten.
Di sisi kiri, Chelsea bahkan belum memiliki pemain dengan karakter mirip Grimaldo. Marc Cucurella memang cerdas dalam positioning dan pergerakan tanpa bola, tetapi ia bukan tipe playmaker dari sisi sayap.
Masalah lain muncul di lini belakang. Chelsea masih dianggap kurang dominan secara fisik dan terkadang mudah ditekan lawan.
Wesley Fofana menjalani musim yang naik turun, sementara Tosin Adarabioyo dinilai kesulitan jika harus bermain dengan garis pertahanan tinggi karena faktor kecepatan. Jorrel Hato dan Josh Acheampong memang berbakat, tetapi keduanya masih sangat muda.
Trevoh Chalobah disebut memiliki kemampuan paling komplet di antara opsi yang ada. Bahkan, ia dianggap berpotensi dimainkan dalam peran gelandang penghancur seperti Robert Andrich di Leverkusen.
Masa Depan Para Winger Bisa Berubah
Jika Alonso benar-benar memakai sistem tiga bek dengan dua gelandang serang sempit, maka posisi winger murni bisa menjadi korban.
Estevao diyakini masih punya peluang karena ia nyaman bermain lebih ke tengah sebagai nomor 10. Pedro Neto juga disebut bisa beradaptasi dengan peran serupa.
Sayangnya, situasi berbeda mungkin dihadapi Alejandro Garnacho dan Jamie Gittens. Keduanya dinilai kurang cocok bermain dalam sistem yang tidak mengandalkan winger tradisional.
Lalu muncul pertanyaan menarik mengenai kemungkinan perubahan peran. Apakah Garnacho, Gittens, atau bahkan Geovany Quenda yang baru datang pada musim panas 2026 bisa diubah menjadi wing-back seperti Victor Moses di era Antonio Conte?
Itu masih menjadi tanda tanya besar, tetapi fleksibilitas posisi tampaknya akan menjadi syarat penting bagi pemain Chelsea di era Alonso.
Jangan Lewatkan!
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Prediksi Arsenal vs Burnley 19 Mei 2026
- Kontroversi Gol MU ke Gawang Nottingham Forest: Kenapa Mebumo Tidak Handball?
- Rapor Pemain Manchester United Usai Menang Atas Nottingham Forest: Bruno Fernandes Class! Cunha Top!
- Roy Keane Masih Ragu Michael Carrick Layak Jadi Manajer Permanen MU, Apa sih Alasannya?
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 18:45Estadio Azteca Memang Rumahnya Piala Dunia
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:51Polisi Tangkap 2 Pria Bawa Molotov Saat Demo Mahasiswa
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:30Deretan Hoaks yang Mencatut Presiden, dari Prabowo sampai Putin
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:16Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Maut di Tempat Hiburan Grogol
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:05Sempat Bentrok, Demo BEM UI dan KM IPB Suarakan 5 Tuntutan
-
Liputan6 12 Juni 2026 17:38Maling di Mojokerto Tinggalkan Surat, Janji Ganti Uang Usai Gajian
-
Liputan6 12 Juni 2026 17:36Anggaran Mulai Cair, Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























