
Nexify - Arsenal bertandang ke markas Slavia Praha dengan mentalitas siap menang. Mereka tidak hanya datang untuk mencetak gol, tetapi juga mempertahankan ketangguhan defensif yang menjadi identitas baru.
Pada laga yang berakhir dengan skor 3-0 tersebut, bukannya gol-gol Mikel Merino atau Bukayo Saka yang menjadi sorotan terbesar, melainkan pencapaian yang lebih jarang terjadi.
Arsenal mencatatkan clean sheet ke-8 secara beruntun. Catatan itu terakhir tercapai lebih dari satu abad lalu, tepatnya pada 1903. Sebuah pengingat bahwa konsistensi seperti ini jarang hadir dalam sepakbola modern yang serba cepat dan penuh tekanan.
Pertahanan yang solid bukan hanya tentang barisan bek atau kiper. Ini adalah kerja kolektif dari seluruh tim. Dalam 776 menit sejak gol Nick Woltemade untuk Newcastle United, Arsenal bertahan tanpa kebobolan.
Dalam kurun tersebut, mereka hanya menghadapi sembilan tembakan tepat sasaran, dengan sebagian besar datang pada satu pertandingan Piala Liga melawan Brighton.
Pertandingan melawan Slavia Praha memperlihatkan bagaimana mentalitas itu dibangun bukan hanya untuk laga besar, tetapi menjadi standar harian. Inilah yang kini menjadi karakter Arsenal di bawah Mikel Arteta.
Mentalitas 'Jaga Rumah' Sebagai Fondasi
Setelah kemenangan tanpa kebobolan atas Brighton pekan lalu, gelandang muda Myles Lewis-Skelly merangkum perasaan ruang ganti dengan kalimat sederhana namun bermakna.
Ia mengatakan kepada wartawan bahwa para pemain menyebut Emirates sebagai 'rumah', dan tugas mereka adalah memastikan tidak ada yang masuk ke dalamnya. “Kami merasa bangga ketika menjaga gawang tetap bersih,” ujarnya.
Mikel Arteta sejalan dengan semangat itu, menjelaskan bahwa bahasa yang digunakan pemain mencerminkan rasa memiliki atas ruang yang mereka jaga.
“Untuk menggunakan istilah semacam ini, Anda harus merasakannya,” kata Arteta sebelum laga melawan Burnley. Ia menambahkan bahwa keinginan untuk menjaga rumah adalah energi yang harus dirasakan baik oleh pemain maupun suporter.
Pada laga tandang seperti di Praha, konteksnya sedikit berbeda. Atmosfer lawan sangat kuat, Slavia belum pernah kalah di kandang musim ini, dan tekanan datang sejak menit awal. Arteta menjelaskan bahwa mereka sudah mengantisipasi fase di mana Arsenal akan dipaksa bertahan dulu.
“Kami tahu 15-20 menit awal akan minim kontrol bola. Kami harus menerima itu, lalu mengubah ritme,” tuturnya. Hal itu terlaksana dengan baik di lapangan.
Kualitas Individu yang Menyatu dalam Struktur

Pertahanan kokoh Arsenal bukan hanya soal organisasi, tetapi juga eksekusi detail dalam situasi-situasi kecil yang sering luput dari sorotan.
Gabriel memenangkan duel udara penting sejak menit awal melawan Tomas Chory, memberi pesan bahwa Arsenal tidak gentar dengan tekanan fisik. Di sisi kiri, Piero Hincapie memiliki kecepatan yang membantu menutup celah setelah kesalahan koordinasi di lini tengah.
Saliba menjadi fondasi stabilitas lini belakang. Ketika bola diarahkan ke belakang garis pertahanan, ia membaca situasi dan menyapu ancaman sebelum berkembang. Situasi seperti itu mungkin tidak masuk cuplikan pertandingan, tetapi mereka adalah bagian integral dari kontrol Arsenal terhadap pertandingan.
Kiper David Raya sendiri tidak banyak melakukan penyelamatan karena barisan depannya menyaring bahaya lebih awal. Namun momen-momen penting masih hadir, termasuk penyelamatan di pertandingan melawan West Ham dan Nottingham Forest, yang membantu menjaga tim tetap berada dalam jalur tak terkalahkan.
Rekor Penting, tetapi Bukan Tujuan Akhir
Meski delapan clean sheet beruntun adalah pencapaian yang langka, Arteta menegaskan bahwa nilai sesungguhnya dari rekor itu terletak pada mentalitas di baliknya.
“Yang paling menyenangkan bukan rekornya, tetapi pola pikir para pemain,” ujarnya. Menurut Arteta, para pemain masih membahas situasi-situasi kecil yang bisa diperbaiki, bukan hanya merayakan keberhasilan.
Perjalanan musim ini masih panjang, dan Arsenal tampak ingin memastikan momentum ini bukan sekadar fase baik sesaat. Konsistensi diperlukan dalam persaingan panjang untuk menjadi juara.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
-
Liga Inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 23:06Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 23:10Momen Jenderal Polisi Punguti Sampah Usai Kawal Demo
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:56Waketum dan Sekjen PPP Dilaporkan ke Polda Metro
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:36Massa Demo Bubar, Jalan Tosari dan Sudirman Kembali Dibuka
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:26Kejagung Selidiki Alasan Badan Gizi Nasional Beli Ribuan Motor Listrik
-
Liputan6 12 Juni 2026 21:18Kejagung Segera Periksa Sony Sonjaya soal Pengajuan Justice Collaborator
-
Liputan6 12 Juni 2026 20:34Mendagri Minta DKPP Cegah Pelanggaran Pemilu
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...























