
Nexify - Berbeda dengan La Liga dan Serie A, usaha melanjutkan Premier League kembali ternyata lebih rumit dari dugaan. Ada terlalu banyak suara yang berseberangan, memikirkan kepentingannya masing-masing.
Usaha melanjutkan Premier League ini dikenal dengan sebutan 'Project Restart', yang berisikan protokol ketat untuk melanjutkan sisa musim ini. Tentu Premier League tidak bisa memutuskan segalanya sendiri, mereka harus mendapatkan persetujuan dari setiap klub dan pemangku kepentingan.
Pada awalnya, ke-20 klub Premier League menegaskan komitmen untuk menyelesaikan musim 2019/20 ini. Tidak ada klub yang meminta pembatalan musim atau pencoretan degradasi andai musim tidak bisa dilanjutkan.
Namun, situasinya berubah memburuk sepekan terakhir. Apa yang terjadi? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Tempat Netral
Perubahan sikap klub-klub Premier League disebabkan oleh gagasan melanjutkan pertandingan di tempat netral dan tanpa penonton. Menurut Premier League, skema itulah yang paling ideal untuk menyelesaikan semua pertandingan sekaligus menjaga keamanan.
Pada intinya, Premier League mengusulkan setiap pertandingan digelar dalam waktu singkat di tempat netral, sebut saja festival of football.
Sebagai contoh, katakanlah Manchester United terjadwal menjamu Chelsea. Pertandingan itu tidak akan digelar di Old Traffor seperti seharusnya, tapi bisa jadi dialihkan ke kandang Newcastle.
Selain itu, Premier Leauge juga menegaskan bahwa suporter kedua tim tidak boleh menghadiri stadion. Harus tanpa penonton di tempat netral.
Masalah di Sana, Masalah di Sini
Mudah ditebak, hampir semua klub menentang gagasan bermain di tempat netral itu. Mereka tetap ingin bermain di kandang masing-masing, dan bermain tandang sesuai porsinya.
Penolakan ini jadi batu sandungan besar, dan jika Premier League tidak bisa segera mencapai kesimpulan, bisa jadi mereka terpaksa menghentikan musim sepenuhnya.
Nahasnya, penghentian musim secara total juga tidak mudah. Pihak Premier League harus memilih skema ideal untuk menentukan siapa yang pantas jadi juara, siapa yang harus terdegradasi, atau bahkan memilih mencoret musim sepenuhnya tanpa degradasi dan tanpa juara.
Ada berberapa skema untuk menutup musim, salah satunya dengan menggunakan formula points per game.
Points per Game
Formula points per game (PPG) ini terdengar sederhana: total poin dibagi dengan jumlah peratndingan. Misalnya Liverpool sudah meraup 82 poin dari 29 pertandingan sejauh ini, PPG mereka ada di angka 2,83.
Skenario ini dinilai paling ideal untuk menutup musim sepenuhnya. Jika itu yang terjadi, ada Bournemouth (PPG: 0,93), Aston Villa (0,89), dan Norwich (0,72) yang harus turun kasta.
Kendati demikian, bagai Gary Neville, formula PPG itu tidaklah adil. Analis Sky Sports ini merasa klub-klub di papan bawah diperlakukan dengan tidak adil.
"Saya kira degradasi tidaklah adil jika ditentukan berdasarkan PPG. Saya kira jika sepak bola berhak menentukan promosi dan degradasi hanya jika dilanjutkan," tutur Neville.
"Namun, PPG dengan 9 pertandingan sisa dan banyak yang dipertaruhkan, bagi saya pribadi itu tidak tepat," tandasnya.
Premier League table 2019/20 points per game
Liverpool - 2.83 PPG
Manchester City - 2.04
Leicester - 1.83
Chelsea - 1.66
Manchester Utd - 1.55
Sheffield Utd - 1.54
Wolves - 1.48
Arsenal - 1.43
Tottenham - 1.41
Burnley - 1.34
Crystal Palace - 1.34
Everton - 1.28
Newcastle - 1.21
Southampton - 1.17
Brighton - 1.00
West Ham - 0.93
Watford - 0.93
Bournemouth - 0.93
Aston Villa - 0.89
Norwich - 0.72
Sumber: Sky Sports
Baca ini juga ya!
- Mereka dengan Kaki Kiri Paling Mematikan di Sepanjang Sejarah Premier League
- Ketimbang Real Madrid, Donny van de Beek Disarankan Pindah ke Chelsea
- Penampilan Membaik, Luke Shaw Ogah Berpuas Diri
- Demi Barcelona, Miralem Pjanic Abaikan Tawaran Menggiurkan MU
- MU Bisa Dapatkan Paul Scholes yang Baru dalam Diri Jack Grealish
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 7 Juli 2026 01:04Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
-
Piala Dunia 6 Juli 2026 14:00Mau Andrey Santos, MU Harus Setor Segini ke Chelsea
-
Piala Dunia 6 Juli 2026 12:00Sang Ayah: Erling Haaland ke Real Madrid? Kenapa Tidak?
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juli 2026 01:04Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
BERITA LAINNYA
-
inggris 7 Juli 2026 01:04Alasan Sandro Tonali Pakai Nomor 16 di Tottenham
-
inggris 5 Juli 2026 08:00Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
SOROT
-
Liputan6 6 Juli 2026 21:584 Bulan Jalan Amblas di Pulo Gadung Tak Kunjung Diperbaiki
-
Liputan6 6 Juli 2026 21:34Pemakaman Ali Khamenei, RI Kirim Menlu dan Ketua MPR
-
Liputan6 6 Juli 2026 20:43Rentetan Sanksi Pelaku Pemukulan Pemotor di Jagakarsa
MOST VIEWED
Trabzonspor Tuntaskan Transfer Andre Onana, Bayar Segini ke Manchester United
Kabar Baik MU! Real Madrid Siap Jual Aurelien Tchouameni, Minta Harga SeginI!
Gokil! Usai Fernandes, Tottenham Bakal Daratkan Sandro Tonali dari Newcastle
Manuver Mengejutkan MU: Andrey Santos Masuk Radar, Chelsea Siap Kehilangan Gelandang Masa Depan?
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























