
Nexify - Liverpool tengah menghadapi periode yang penuh tekanan di bawah asuhan Arne Slot. Setelah tampil dominan musim lalu, performa mereka menurun drastis musim ini.
Prediksi awal menempatkan The Reds sebagai kandidat kuat juara, apalagi setelah belanja besar di bursa transfer musim panas. Namun, hasil di lapangan justru berbanding terbalik dengan ekspektasi.
Kini, berdasarkan rata-rata poin per pertandingan, Liverpool berpotensi menjadi juara bertahan kelima terburuk dalam sejarah Premier League. Penurunan ini menjadi alarm keras bagi klub sebesar mereka.
Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi di Premier League. Sejumlah tim besar sebelumnya juga mengalami nasib serupa setelah meraih gelar juara.
Berikut lima juara bertahan dengan penurunan performa paling drastis dalam sejarah Premier League.
5. Liverpool - Musim 2025/2026

2024/2025: 84 poin
2025/2026 (proyeksi): 63 poin
Liverpool kini berada di jalur untuk mengakhiri musim hanya dengan 63 poin, 21 lebih sedikit dari musim sebelumnya. Kekalahan beruntun dalam empat laga terakhir membuat situasi semakin genting.
Performa ini bahkan lebih buruk dari Manchester United pada 2013/2014 di bawah David Moyes. Mantan bek The Reds, Jamie Carragher, menyebut kondisi tim saat ini sebagai “masa krisis.”
Carragher menegaskan bahwa skuad Liverpool perlu evaluasi total, terutama soal fisik dan postur pemain. Ia menilai tim kehilangan kekuatan yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
4. Blackburn Rovers - Musim 1995/1996

1994/1995: 89 poin
1995/1996: 61 poin
Blackburn Rovers mengalami penurunan tajam setelah menjuarai liga pada 1995. Kepergian manajer Kenny Dalglish membuat kestabilan tim terganggu.
Penggantinya, Ray Harford, gagal mempertahankan performa puncak musim sebelumnya. Tim tampil tidak konsisten dan sulit bersaing di papan atas.
Meski begitu, Alan Shearer tetap bersinar dengan mencetak 31 gol di liga. Namun, kontribusinya tak cukup mencegah tim finis di posisi ketujuh.
3. Leeds United - Musim 1992/1993

1991/1992: 82 poin
1992/1993: 51 poin
Leeds United mencatat penurunan paling tajam di era awal Premier League. Dari juara liga, mereka hampir terdegradasi hanya dalam satu musim.
Kehilangan fokus dan beban mental menjadi penyebab utama kemerosotan tersebut. Leeds sempat terjebak di zona degradasi selama enam minggu.
Beruntung, mereka mampu bangkit di paruh akhir musim dan menutup kompetisi di posisi ke-17. Sebuah pelajaran pahit bagi juara bertahan pertama Premier League.
2. Chelsea - Musim 2015/2016

2014/2015: 87 poin
2015/2016: 50 poin
Setelah tampil dominan di bawah Jose Mourinho, Chelsea mengalami kejatuhan besar pada musim berikutnya. Suasana ruang ganti memburuk, dan performa tim anjlok drastis.
Mourinho akhirnya dipecat pada Desember 2015 setelah tim terperosok ke posisi ke-16. Tim benar-benar kehilangan arah dan mental juara.
Meski hanya meraih 50 poin, Chelsea bangkit musim berikutnya di bawah Antonio Conte dan kembali menjadi juara. Sebuah kisah naik-turun luar biasa bagi The Blues.
1. Leicester City - Musim 2016/2017

2015/2016: 81 poin
2016/2017: 44 poin
Leicester City mencatat penurunan paling ekstrem dalam sejarah Premier League. Dari tim juara yang penuh kejutan, mereka hampir terdegradasi di musim berikutnya.
Keterlibatan di Liga Champions membuat jadwal mereka padat dan performa domestik menurun. Claudio Ranieri pun dipecat pada Februari 2017.
Asistennya, Craig Shakespeare, mengambil alih dan berhasil menyelamatkan Leicester dari jurang degradasi. Kisah dongeng mereka berubah jadi peringatan bagi semua juara bertahan.
Sumber: Planet Football
Klasemen Premier League
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 07:31Respons Manchester City Hadapi Ancaman Real Madrid untuk Rodri
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 07:00Manchester United Dapat Kabar Positif soal Kondisi Benjamin Sesko
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 28 Juli 2026 07:31Respons Manchester City Hadapi Ancaman Real Madrid untuk Rodri
-
inggris 28 Juli 2026 07:00Manchester United Dapat Kabar Positif soal Kondisi Benjamin Sesko
-
inggris 27 Juli 2026 18:30Manchester United Mundur dari Perburuan Alex Scott
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 09:07KPK Periksa Plt Gubernur Riau soal Uang Hasil Penggeledahan
-
Liputan6 28 Juli 2026 08:08Penjaga Sekolah Peras Puluhan Siswa SD demi Judi Online
-
Liputan6 28 Juli 2026 07:36Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrokan di Menteng
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:29Febrie Adriansyah Pertanyakan Dasar Penetepan Tersangka TPPU
-
Liputan6 28 Juli 2026 06:05Fakta-fakta Kematian Tragis Dokter Internship di Apartemen Kalibata
-
Liputan6 28 Juli 2026 05:23Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Ayah dan Anak di Palu
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























