
Nexify - Arsenal kembali ke puncak klasemen Premier League pada momen Natal, tepat enam tahun sejak Mikel Arteta ditunjuk sebagai manajer. Kemenangan tipis di markas Everton (1-0) memastikan The Gunners hanya sempat turun dari singgasana selama hitungan jam.
Laga tersebut jauh dari kata spektakuler, namun cukup efektif bagi Arsenal untuk mengamankan tiga poin. Sebuah penalti di babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang minim peluang itu.
Bagi Arteta, kemenangan ini terasa simbolis. Ia menaklukkan klub yang pernah ia bela selama enam musim, sekaligus menegaskan bahwa Arsenal masih menjadi penentu tempo persaingan gelar.
Arsenal Hanya Singgah Sejenak di Posisi Kedua

Arsenal memasuki laga ini dengan tekanan setelah sempat turun ke posisi kedua klasemen. Namun, status tersebut hanya bertahan sekitar lima jam sebelum mereka kembali melompati Manchester City.
Kemenangan ini juga menandai kebangkitan Arsenal di laga tandang. Sebelumnya, mereka gagal meraih kemenangan dalam tiga partai liga terakhir di luar kandang.
Meski demikian, pertandingan di Goodison Park terasa lebih seperti ujian di atas kertas. Everton tampil pincang dan justru berperan besar dalam kejatuhan mereka sendiri.
Penalti Gyokeres dan Kesalahan Fatal Everton

Momen penentu laga datang dari kesalahan Jake O'Brien. Bek Everton itu melakukan handball ceroboh di kotak penalti saat mencoba menghalau bola yang hendak disundul Riccardo Calafiori.
Viktor Gyokeres maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Penalti itu menjadi gol pertamanya dalam enam laga terakhir, sekaligus hanya gol kedua dalam 11 pertandingan.
“Ada beberapa dari kami yang bisa mengambil penalti,” kata Gyokeres setelah laga. Ia mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil di lapangan setelah Martin Odegaard menyerahkan bola kepadanya.
Arteta pun membenarkan situasi tersebut. “Mereka mengambil tanggung jawab di lapangan antara Martin, Bukayo, dan dia, dan membuat keputusan yang tepat,” ujar Arteta.
Bagi Gyokeres, penalti bukan hal baru. Sejak bergabung dengan Sporting, ia selalu sukses mengeksekusi 19 penalti di laga liga, baik di Portugal maupun Inggris.
Everton Minim Ancaman, Arsenal Mulai Menekan
Sebelum penalti, kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang. Seperempat jam pertama berlalu tanpa satu pun tembakan tercipta.
Everton bahkan tercatat tak menyentuh bola di kotak penalti Arsenal selama 30 menit pertama babak pertama. Ancaman dari tuan rumah nyaris tak ada.
Arsenal sendiri belum terlihat tajam sebelum turun minum. Gyokeres memang sempat menyundul bola melebar, namun selebihnya ia lebih sibuk bekerja tanpa benar-benar mengancam.
Peluang Terbuang, tapi Arsenal Tetap Terkendali
Selepas jeda, Arsenal tampil lebih ekspansif dan menciptakan sejumlah peluang emas. Bukayo Saka hampir mencetak gol kedua, tetapi tendangannya disapu James Tarkowski di garis gawang.
Leandro Trossard kemudian membentur tiang jauh, disusul tembakan Martin Zubimendi yang juga menghantam mistar. Arteta mengakui timnya seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih cepat.
“Kami punya tiga peluang besar untuk mencetak gol kedua,” ujar Arteta. “Kami dua kali mengenai tiang untuk pemain yang biasanya akan memasukkan bola,” tambahnya.
Everton sempat berharap mendapat penalti balasan setelah William Saliba melakukan tekel terhadap Thierno Barry. Namun wasit bergeming.
Arsenal kini memimpin klasemen saat Natal untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir. Namun Arteta tahu betul, posisi ini bukan jaminan gelar. Arsenal terakhir kali menjuarai liga pada 2004.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 20-23 Desember 2025
- Rapor Pemain Arsenal saat Bungkam Everton: Lini Tengah Tangguh, Gyokeres Nyekor
- Hasil Premier League Tadi Malam: Liverpool Taklukkan Tottenham, Arsenal Kembali ke Puncak
- Man of the Match Everton vs Arsenal: Declan Rice
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
-
Liga Inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 19:15Tempat Menonton Kanada vs Bosnia dan Herzegovia: Kick Off Jam Berapa?
-
Piala Dunia 12 Juni 2026 18:45Estadio Azteca Memang Rumahnya Piala Dunia
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 19:40Hasil Temuan Kejagung soal Mark Up Motor Listrik BGN
-
Liputan6 12 Juni 2026 19:16Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:51Polisi Tangkap 2 Pria Bawa Molotov Saat Demo Mahasiswa
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:30Deretan Hoaks yang Mencatut Presiden, dari Prabowo sampai Putin
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:16Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Maut di Tempat Hiburan Grogol
-
Liputan6 12 Juni 2026 18:05Sempat Bentrok, Demo BEM UI dan KM IPB Suarakan 5 Tuntutan
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...






















