
Nexify - Marcus Rashford membuat pengakuan jujur soal kariernya yang naik turun di Manchester United. Baru-baru ini ia mengungkap satu nama pelatih yang paling ia cintai selama waktunya di Old Trafford.
Pemain yang kini dipinjamkan ke Barcelona itu telah bermain di bawah lima pelatih permanen. Nasibnya sangat beragam di bawah setiap pelatih.
Rashford mengaku sangat menikmati momen bermain di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Ia menyebut pelatih asal Norwegia itu sebagai sosok yang fantastis.
Pengakuan ini menjadi sorotan tajam. Apalagi kariernya di Old Trafford berakhir pahit setelah 'dibuang' oleh pelatih saat ini, Ruben Amorim.
Dibuang Ruben Amorim

Perjalanan Rashford di Old Trafford berakhir di tangan Ruben Amorim. Sang manajer baru mempertanyakan kontribusi penyerang Inggris itu.
Amorim disebut tidak puas dengan performa Rashford dalam sesi latihan. Hal ini menjadi awal mula terdepaknya sang pemain.
Rashford akhirnya dipinjamkan ke Aston Villa musim lalu. Musim ini, ia kembali dilepas sebagai pinjaman ke Barcelona.
United bahkan sepakat menjual Rashford permanen ke Barcelona. Mahar 30 juta paun disepakati untuk transfer musim panas mendatang.
Pengakuan Rashford

Meski kariernya berakhir pahit, Rashford punya kenangan manis. Momen terbaiknya secara konsisten hadir di era Ole Gunnar Solskjaer.
Selama era Ole, Rashford tampil tajam dengan 22 gol di musim penuh pertama. Musim berikutnya ia mengemas 21 gol dan membawa MU ke final Liga Europa.
"Ole adalah sosok yang fantastis. Saya senang bermain di bawahnya," ujar Rashford kepada TV 2.
"Saya bisa berbicara mewakili banyak pemain di Manchester United ketika saya mengatakan bahwa kami menikmati bermain untuknya. Kami memainkan sepak bola yang bagus di bawah Ole."
Sukses Secara Personal
Rashford melanjutkan pujiannya untuk pelatih asal Norwegia itu. Ia merasa sangat sukses secara pribadi di bawah asuhan Ole.
Ia bahkan menegaskan tidak punya satu kata buruk pun untuk Solskjaer. Hubungan keduanya tampak sangat positif dan personal.
"Itu adalah periode yang sangat sukses bagi saya pribadi," lanjut Rashford.
"Dia adalah sosok yang fantastis, dan saya tidak punya satu kata buruk pun untuk diucapkan tentangnya."
Paradoks Era Ten Hag
Menariknya, musim terbaik Rashford secara statistik tidak terjadi di era Ole. Puncak golnya justru datang di bawah Erik ten Hag saat ia mencetak 30 gol.
Saat itu, Rashford sempat dianggap akan jadi salah satu pemain terbaik dunia. Namun, performanya merosot tajam setelah itu.
Ia gagal mencapai dua digit gol dalam dua musim berikutnya. Stagnasi inilah yang akhirnya membuat Amorim mengambil keputusan tegas.
Kini di Barcelona, Rashford memulai karier barunya dengan cerah. Ia sudah mencetak lima gol dan lima asis untuk tim asuhan Hansi Flick.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 27 Juli 2026 18:30Manchester United Mundur dari Perburuan Alex Scott
-
inggris 27 Juli 2026 17:39Arsenal Nego Lagi Newcastle untuk Transfer Bruno Guimaraes
-
inggris 27 Juli 2026 17:29Manchester City Ungguli MU dalam Transfer Ayyoub Bouaddi?
-
inggris 27 Juli 2026 17:15MU Gigit Jari, Pemain Incarannya Ditikung Klub Arab Saudi
-
inggris 27 Juli 2026 17:06Kabar Terbaru Cedera Lisandro Martinez: Kapan Bisa Kembali ke MU?
SOROT
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:45Momen Haru Warga Bantu Persalinan Ibu Hamil di Mobil karena Jalan Rusak
-
Liputan6 27 Juli 2026 23:04Viral Isu Ajudan Eks Jampidsus Febrie Tewas Ditembak, Ini Kata Polisi
-
Liputan6 27 Juli 2026 22:21Kanit PPA Luwu Utara Dicopot Usai Diduga Aniaya Tahanan
-
Liputan6 27 Juli 2026 22:17Kasat Narkoba Polres Tangsel Diperiksa Propam, Ini yang Didalami
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























