
Nexify - Peningkatan dominasi keuangan dari enam klub Premier League yang akrab disebut Big Six telah berkontribusi besar pada runtuhnya persaingan Premier League. Demikian diklaim sebuah studi terbaru.
Data dari analis keuangan Vysyble menunjukkan bahwa enam tim terbesar dan paling bernilai di Premier League, yakni Liverpool, Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea dan Tottenham sudah terlalu mendominasi dalam hal pendapatan. Dalam laporan itu disebutkan bahwa dominasi itu hampir 3/5 dari pendapatan Premier League.
Enam klub itu berbagi pendapatan sekitar 2,77 miliar poundsterling, dan hanya menyisakan 2,05 miliar poundsterling yang dibagi kepada 14 tim Premier League lainnya.
Jumlah 2,77 miliar poundsterling itu sendiri meningkat dari yang tercatat musim sebelumnya. Dalam laporan itu dikatakan bahwa peningkatannya adalah sebesar 247 juta poundsterling, sementara 14 tim lain justru mengalami penurunan sekitar 10 juta poundsterling dalam pendapatan keseluruhan mereka.
Dilanjutkan dalam laporan tersebut. Peningkatan pendapatan Big Six sebagian disebabkan karena adanya peningkatan dari jumlah hadiah yang mereka dapat di kompetisi Eropa dan pendapatan dari hak siar pertandingan.
Lantas bagaimana Big Six Premier League justru 'merusak' Premier League itu sendiri? Simak laporan dari Vysyble selengkapnya di bawah ini.
Perbedaan Hak Siar
Dikatakan oleh Roger Bell, salah satu penulis laporan yang juga sekaligus salah satu direktur Vysyble bahwa penelitian yang mereka lakukan itu sudah dimulai sejak musim lalu. Utamanya mereka menyoroti aktivitas dari enam tim besar yang tersebut di atas dan itu termasuk hak siar yang mereka dapatkan.
Dalam penelitian itu diketahui bahwa Big Six memang memiliki jumlah hak siar yang besar dan berbeda daripada tim yang lain. Hal itu juga seiring semakin besarnya nilai hak siar Premier League di mata internasional.
"Namun kelemahannya adalah bahwa 14 klub tersisa, terlepas dari konstituennya, akan jauh di belakang Big Six dalam hal pendapatan, profitabilitas, dan performa di lapangan," ungkapnya.
"Dengan adanya 10 tahun data yang tersedia, kami bisa melihat hubungan yang jelas antara peningkatan kinerja laba ekonomi oleh Big Six dan peningkatan hak siar mereka dari total poin Premier League. Enam klub itu telah menghancurkan Premier League dengan uang," kata Bell.
Rekor Kesenjangan Pendapatan
Dalam laporan itu juga ditampilkan bagaimana perbedaan yang signifikan antara Big Six dengan 14 klub lain. Klaim mereka adalah kesenjangan pendapataan antara klub nomor 6 dari Big Six, yakni Tottenham dengan tim nomor 7, yakni Everton adalah sebesar 191 juta poundsterling yang menurut mereka adalah sebuah rekor.
"Di musim 2009, jarak antara klub berpenghasilan tertinggi di nomor 6 dan 7 hanya 1,88 juta poundsterling," tulis laporan itu.
Selain kesenjangan pendapatan itu, Big Six juga 'merusak' Premier League dengan poin yang mereka dapatkan di setiap pertandingan dalam satu musim kompetisi.
"Sejak Leicester City memenangkan gelar, klub Big Six secara kolektif telah meningkatkan perolehan poin mereka di akhir musim sebanyak 91 poin dari 393 poin pada 2015-16 menjadi total 474 poin pada akhir musim 2018-19".
Bell menyimpulkan, "Big Six nyaman berada di kursi pengemudi karena keuntungan yang lebih tinggi sejalan dengan total poin yang lebih besar. Kesenjangan poin antara pemenang gelar dengan klub terbawah untuk musim 2018-2019 adalah 82 poin dan itu menjadi rekor, dengan dua dari tiga catatan tak terkalahkan beruntun terpanjang sejak awal musim berlangsung di dua musim terakhir."
Sementara dari statistik performa di lapangan, Big Six juga begitu dominan. "Dengan statistik penguasaan bola di lapangan dari beberapa Big Six juga menunjukkan angka mencapai 70 persen lebih. Apakah ini adalah pertandingan yang benar-benar fans inginkan?" tutupnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 8 Agustus 2026 06:00Termasuk Bruno Fernandes, MU Siapkan 22 Pemain untuk Hadapi PSG
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 20:30Rodri Cabut, Manchester City Kejar Gelandang Chelsea Ini
-
Liga Spanyol 7 Agustus 2026 20:04Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
-
Liga Inggris 7 Agustus 2026 20:00Manchester United Jadi Rekrut Manu Koke Gak Sih?
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 8 Agustus 2026 06:00Termasuk Bruno Fernandes, MU Siapkan 22 Pemain untuk Hadapi PSG
-
Tim Nasional 7 Agustus 2026 23:02Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Bola Indonesia 7 Agustus 2026 22:18Polemik Kartu Kuning Kedua Song Ui-Young: Timnas Indonesia Dirugikan?
BERITA LAINNYA
-
inggris 8 Agustus 2026 07:00Manchester City Selangkah Lagi Amankan Bintang Timnas Maroko Ini
-
inggris 8 Agustus 2026 06:00Termasuk Bruno Fernandes, MU Siapkan 22 Pemain untuk Hadapi PSG
-
inggris 7 Agustus 2026 20:30Rodri Cabut, Manchester City Kejar Gelandang Chelsea Ini
-
inggris 7 Agustus 2026 20:00Manchester United Jadi Rekrut Manu Koke Gak Sih?
-
inggris 7 Agustus 2026 19:30Kabar Terbaru Malo Gusto: Jadi Pindah ke Manchester City?
SOROT
-
Liputan6 8 Agustus 2026 00:57Polri Pastikan Pemeriksaan Kapolresta Banda Aceh Berjalan Transparan
-
Liputan6 7 Agustus 2026 23:30Prabowo Puji Bahlil: Bisa Bikin Jokowi Tertawa
-
Liputan6 7 Agustus 2026 22:00Prabowo Ungkap Rumus Bernegara: Cintai Rakyat dan Gunakan Akal Sehat
-
Liputan6 7 Agustus 2026 21:20Respons Bahlil Usai Diberi Nilai Memuaskan oleh Prabowo: Terus Buktikan Prestasi
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:50Prabowo Beri Nilai Memuaskan untuk Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
-
Liputan6 7 Agustus 2026 20:38BGN Segera Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























