
Nexify - Internazionale bertekad meningkatkan tren permainan mereka ketika menjamu Parma F.C dalam lanjutan Serie A di Giuseppe Meazza pada Minggu (21/04). Kemenangan dalam laga ini bisa melesatkan Inter tiga peringkat ke posisi lima klasemen sementara Serie A.
Inter akhirnya bisa menang 1-0 berkat gol tunggal Tommaso Rocchi. namun secara keseluruhan, pertandingan sebenarnya berjalan sangat berimbang.
Kedua tim menunjukkan permainan menyerang sejak awal pertandingan. Permainan cepat kedua kubu membuat bola bisa dengan mudah berpindah dari satu kotak penalti ke kotak penalti lain dengan cepat.
Inter lebih banyak mencoba membongkar pertahanan Parma lewat penetrasi ke dalam kotak penalti Antonio Mirante. Sementara itu, Parma lebih banyak menguji Samir Handanovic lewat tendangan-tendangan jarak jauh.
Peluang terbaik pada babak pertama didapat oleh Jaime Valdes. mendapat bola di luar kotak penalti, Valdes melepas tendangan melengkung cantik. Sayang bagi Parma, tendangan Valdes hanya membentur tiang gawang. Babak pertama akhirnya diakhiri tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Permainan Inter nampak lebih tertata. Selama 15 menit pertama babak kedua, Inter mampu menguasai bola dengan baik serta bisa mengendalikan permainan.
Namun Parma mulai nyaman ketika pertandingan berjalan satu jam. Mereka kembali bisa mengimbangi Inter dengan serangan-serangan cepat yang berujung pada Nicola Sansone dan Amauri.
Inter akhirnya bisa mengungguli Parma ketika pertandingan menyisakan sekitar sepuluh menit. Tendangan aneh Tomaso Rocchi mampu memperdaya Mirante. Rocchi nampak menendang dengan kaki kanan, tetapi bola menyentuh kaki kirinya dan berbelok arah. Inter akhirnya unggul.
Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai dan Inter meloncat ke posisi lima klasemen sementara. Meski demikian, mereka akan turun ke posisi enam jika AS Roma menang melawan Pescara dalam pertandingan selanjutnya. Sementara itu, Parma tetap berada di posisi 11 klasemen sementara.
Statistik Internazionale - Parma
Inter akhirnya bisa menang 1-0 berkat gol tunggal Tommaso Rocchi. namun secara keseluruhan, pertandingan sebenarnya berjalan sangat berimbang.
Kedua tim menunjukkan permainan menyerang sejak awal pertandingan. Permainan cepat kedua kubu membuat bola bisa dengan mudah berpindah dari satu kotak penalti ke kotak penalti lain dengan cepat.
Inter lebih banyak mencoba membongkar pertahanan Parma lewat penetrasi ke dalam kotak penalti Antonio Mirante. Sementara itu, Parma lebih banyak menguji Samir Handanovic lewat tendangan-tendangan jarak jauh.
Peluang terbaik pada babak pertama didapat oleh Jaime Valdes. mendapat bola di luar kotak penalti, Valdes melepas tendangan melengkung cantik. Sayang bagi Parma, tendangan Valdes hanya membentur tiang gawang. Babak pertama akhirnya diakhiri tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Permainan Inter nampak lebih tertata. Selama 15 menit pertama babak kedua, Inter mampu menguasai bola dengan baik serta bisa mengendalikan permainan.
Namun Parma mulai nyaman ketika pertandingan berjalan satu jam. Mereka kembali bisa mengimbangi Inter dengan serangan-serangan cepat yang berujung pada Nicola Sansone dan Amauri.
Inter akhirnya bisa mengungguli Parma ketika pertandingan menyisakan sekitar sepuluh menit. Tendangan aneh Tomaso Rocchi mampu memperdaya Mirante. Rocchi nampak menendang dengan kaki kanan, tetapi bola menyentuh kaki kirinya dan berbelok arah. Inter akhirnya unggul.
Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan usai dan Inter meloncat ke posisi lima klasemen sementara. Meski demikian, mereka akan turun ke posisi enam jika AS Roma menang melawan Pescara dalam pertandingan selanjutnya. Sementara itu, Parma tetap berada di posisi 11 klasemen sementara.
Statistik Internazionale - Parma
Penguasaan bola: 51% - 49%
Shot (on goal): 9 (2) - 12 (5)
Corner: 4 - 8
Pelanggaran: 8 - 10
Offside: 4 - 2
Kartu kuning: 1 - 2
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 5 - 1
Susunan pemain Internazionale: Handanovic; Jonathan, Ranocchia, Juan Jesus, Zanetti; Schelotto (Garritano, 77'), Kovacic, Kuzmanovic, Pereira; Rocchi (Chivu, 84'); Ricky Alvarez.
Susunan pemain Parma: Mirante; Benalouane, Coda (Santacroce, 73'), Lucarelli, Gobbi; Marchionni (Galloppa, 86'), Valdes, Parolo; Belfodil (Biabiany, 46'), Amauri, Sansone. (bola/hsw)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 18 Juni 2026 20:20Link Streaming Piala Dunia 2026: Ceko vs Afrika Selatan, 18 Juni 2026
-
Tim Nasional 18 Juni 2026 20:11Wow! FAM Pecat CEO dan Seluruh Staff Kepelatihan Timnas Malaysia
BERITA LAINNYA
-
italia 16 Juni 2026 23:38Ruben Amorim Buka-bukaan Alasan Terima Pinangan AC Milan
-
italia 16 Juni 2026 23:31Resmi! AC Milan Perkenalkan Ruben Amorim Sebagai Pelatih Baru Rossoneri
-
italia 15 Juni 2026 23:59Waduh, Juventus Bakal Ditinggal Sang Bek ke Inggris?
-
italia 15 Juni 2026 19:05Detail Kontrak Ruben Amorim di AC Milan: Gaji Turun Jauh dari di MU?
-
italia 13 Juni 2026 14:34AC Milan Selangkah Lebih Dekat Pekerjakan Mantan Pelatih MU Ini
SOROT
-
Liputan6 18 Juni 2026 21:07BGN Bicara Nasib Motor Listrik yang Disegel Kejagung
-
Liputan6 18 Juni 2026 20:31
BGN Bakal Coret Warga Mampu dari Penerima MBG
-
Liputan6 18 Juni 2026 20:25Davina Karamoy Akui Terima Uang Saku dari Hanania Travel
-
Liputan6 18 Juni 2026 20:00Perjuangan Safari Wukuf, Saat Petugas Haji Menjadi Anak bagi Para Lansia
-
Liputan6 18 Juni 2026 19:23Bertemu OJK dan Direksi BEI, Dasco Minta Benahi Pasar Modal
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi F...
5 Pemain yang Bisa Direkrut Liverpool Setelah Penu...
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Jua...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















