
Nexify - Di sebuah sudut tenang Kota Malang, tepatnya di Jl. Terusan Kawi 5, berdiri sebuah kedai kopi kecil yang hangat dan bersahaja: Kopi Ortu. Sejak dibuka tahun 2018, kedai ini menjadi tempat berkumpulnya aroma kopi robusta dan arabika dengan obrolan hangat para pengunjung.
Namun, pandemi Covid-19 datang seperti badai. Kehidupan melambat, keramaian menghilang, dan Kopi Ortu pun nyaris tak bernyawa. Farel Abinowo, sang pemilik, sempat kebingungan mencari cara untuk mempertahankan bisnis yang sudah ia bangun dengan sepenuh hati.
Hingga sebuah ide sederhana muncul. Sebuah ide yang kemudian menjadi titik balik: nonton bareng pertandingan sepak bola.
Saat kompetisi BRI Liga 1 kembali bergulir, Farel melihat peluang. Ia memasang layar besar di kedainya dan mulai mengundang pecinta bola untuk menonton bersama. Tak disangka, semangat para suporter yang haus akan euforia stadion langsung memenuhi Kopi Ortu.
Kedai yang sempat sepi itu kembali hidup. Sorak-sorai penonton, tawa, dan semangat pertandingan menjelma jadi denyut baru bagi Kopi Ortu.
Kopi Ortu, Rumah Suporter Malang Raya
Pengelola Kopi Ortu, Hafid Rozaqi Maruf. (c) Kopi Ortu untuk Nexify
Sejak musim 2021–2022, Kopi Ortu menjadi tempat favorit para suporter di Malang Raya untuk berkumpul. Setiap laga BRI Liga 1 berubah menjadi pesta kecil, bukan hanya menonton bola, tapi merayakan kebersamaan.
Layar lebar di Kopi Ortu tidak hanya menampilkan pertandingan, tapi juga mempertemukan orang-orang dari berbagai latar: mahasiswa, pekerja, bahkan keluarga. Di sini, semua bersatu dalam semangat yang sama.
Hafid Rozaqi Ma’ruf, pengelola Kopi Ortu, melihat perubahan besar. “Omzet perlahan membaik, bahkan lebih tinggi dari sebelum pandemi,” ujarnya. Atmosfer yang tercipta bukan hanya soal bola, tapi tentang rasa memiliki, kebersamaan, dan energi positif yang menular.
“Kami ingin terus menjaga suasana ini. Maka dari itu, setiap jadwal pertandingan, kami siapkan sebaik mungkin. Agar setiap pengunjung merasa nyaman dan pulang dengan senyuman,” tambah Hafid Rozaqi.
BRI Liga 1: Nafas Baru Kopi Ortu
The Jakmania yang berada di Malang seringkali menonton laga BRI Liga 1 yang melibatkan Persija Jakarta di Kopi Ortu Malang. (c) Kopi Ortu untuk Nexify
Bagi Kopi Ortu, BRI Liga 1 bukan sekadar tontonan, tapi oksigen yang memberi nafas baru pada bisnis yang hampir mati.
Sebelum ada gelaran ini, omzet Kopi Ortu sempat anjlok drastis. Namun sejak rutin mengadakan nobar, bukan hanya pertandingan Liga 1 tapi juga liga-liga top Eropa, kedai ini perlahan bangkit. Setiap pertandingan besar, Kopi Ortu penuh dari awal hingga peluit akhir.
"Alhamdulillah, sejak ada BRI Liga 1, kami bisa merasakan peningkatan omzet yang luar biasa," tutur Farel Abinowo. Ia merasa bahwa kehadiran para suporter tak hanya menghidupkan kedai, tapi juga menciptakan ruang sosial yang hangat.
“Mereka datang bukan hanya untuk menonton, tapi juga berbagi semangat dan kebahagiaan. Itu yang membuat Kopi Ortu terasa istimewa,” tutupnya.
BRI dan Komitmen Mengembangkan Sepak Bola Indonesia

BRI telah menjadi sponsor utama Liga 1 sejak musim 2021-2022 dan terus memperpanjang komitmennya hingga musim 2024-2025. Dukungan BRI tidak hanya sebatas pendanaan, tetapi juga mendorong profesionalisme liga melalui berbagai inovasi, seperti penerapan VAR dan sistem penjualan tiket digital yang lebih transparan.
Dampak ekonomi dari penyelenggaraan BRI Liga 1 sangat signifikan, dengan perputaran uang mencapai Rp10,42 triliun dan penciptaan nilai tambah ekonomi sebesar Rp5,93 triliun menurut riset BRI Research Institute. Selain itu, kompetisi ini juga membuka peluang kerja bagi sekitar 45 ribu orang, serta meningkatkan pendapatan pelaku UMKM di berbagai sektor, termasuk coffee shop seperti Kopi Ortu.
Sebagai sponsor, BRI berharap kehadiran Liga 1 dapat terus mendorong prestasi sepak bola nasional dan mencetak talenta muda berbakat yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sinergi antara BRI, pelaku usaha, dan komunitas sepak bola menjadi kunci terciptanya ekosistem yang sehat dan berkelanjutan, baik untuk industri olahraga maupun ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia.
*Artikel ini ditujukan untuk mengikuti program BRI Fellowship Journalism 2025.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 11 Juli 2026 19:31Jalan Menuju AS Roma untuk Alejandro Garnacho
-
Bola Indonesia 11 Juli 2026 17:49Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 17:35Momen Emas Ole Romeny untuk Bangkit Bersama Fortuna Sittard
BERITA LAINNYA
-
lain lain 10 Juli 2026 09:21Dari Lapangan Sampai Nongkrong, Ini Cara Tetap Segar Setelah Main Bola
-
lain lain 9 Juli 2026 08:59YPP Wujudkan Impian Rumah Sejahtera Terpadu untuk Warga Magelang
-
lain lain 2 Juli 2026 15:24Anti Ribet! Shopee Luncurkan Layanan Belanja Instan 1 Jam Tiba
SOROT
-
Liputan6 11 Juli 2026 19:51Mahasiswa Ditendang Begal Pulang Beli Rokok, Motor Dibawa Kabur
-
Liputan6 11 Juli 2026 19:24Cerita Petugas Damkar Lepaskan Kepala Kucing Nyangkut Kaleng Makanan
-
Liputan6 11 Juli 2026 19:01Pesan Pertama Jaksa Agung ke Plt Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























