
Nexify - Atmosfer neraka Stadion De Kuip tak cukup kuat untuk meruntuhkan nyali Maarten Paes saat Ajax Amsterdam mencuri poin dari markas Feyenoord. Dalam duel panas bertajuk Klassieker pada pekan ke-28 Eredivisie 2025/2026, kiper andalan Timnas Indonesia itu membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain baru, melainkan penjaga takhta yang punya urat syaraf baja.
Laga yang berakhir imbang 1-1 ini menjadi panggung pembuktian bagi Paes di tengah tekanan ribuan suporter fanatik tuan rumah. Ajax sempat unggul lebih dulu melalui Sean Steur di menit ke-54, sebelum akhirnya Feyenoord menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Jakob Moder enam menit menjelang bubaran.
Penampilan apik Paes kali ini tidak hanya tercermin dari skor akhir, tetapi juga pada kemampuannya menjaga fokus di bawah teror psikologis yang masif.
Media Belanda mulai menyadari bahwa keputusan Ajax memboyongnya dari FC Dallas pada Februari lalu adalah langkah strategis yang sangat tepat.
Sejak mendarat di Amsterdam untuk menggantikan Vitezslav Jaros yang dibekap cedera, Paes langsung bertransformasi menjadi tumpuan di bawah mistar gawang. Lima penampilan dengan catatan dua clean sheet adalah bukti nyata betapa cepatnya ia beradaptasi dengan level tertinggi sepak bola Belanda.
Catatan impresif di De Kuip ini sekaligus menjadi modal berharga bagi sang kiper sebelum terbang menuju Jakarta. Ia dijadwalkan segera bergabung dengan Skuad Garuda untuk melakoni ajang FIFA Series 2026 yang sudah di depan mata.
Rating Tinggi dan Ketangkasan di Bawah Mistar
Maarten Paes mencatatkan performa yang sangat solid dengan raihan rating 7,4 setelah melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang membuat barisan penyerang Feyenoord frustrasi. Sepanjang laga, ia tercatat melakukan 53 sentuhan bola, tiga kali penyelamatan gemilang, serta delapan kali recoveries yang memastikan area pertahanannya tetap aman dari ancaman arus serangan lawan.
Ketangkasannya diuji habis-habisan saat ia berhasil menghalau bola placing mematikan dari Casper Tengstedt yang nyaris merobek jala Ajax. Keberadaannya di bawah mistar gawang memberikan rasa aman bagi lini belakang Ajax, meskipun pada akhirnya gol penyeimbang lawan datang dari titik putih yang arahnya gagal terbaca olehnya.
Media Belanda, Voetbal Primeur, memberikan apresiasi khusus terhadap cara Paes mengelola risiko di tengah tekanan pendukung fanatik Feyenoord yang terus meneriakinya. Alih-alih melakukan permainan pendek yang berisiko, ia memilih pendekatan yang lebih matang dan aman demi menjaga stabilitas tim.
"Dengan para pendukung fanatik Feyenoord yang terus menekannya, Paes tidak mempersulit dirinya sendiri dengan memilih untuk melakukan umpan panjang lebih awal. Ia tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi penalti Feyenoord," tulis Voetbal Primeur dalam ulasannya.
Adaptasi Cepat Paes
Sejak bergabung bulan lalu, statistik Paes menunjukkan grafik yang sangat positif dengan rata-rata rating mencapai 7,22 dalam lima pertandingan awal. Angka ini merupakan pencapaian yang cukup mentereng bagi seorang pemain yang baru saja mencicipi atmosfer kasta tertinggi Eredivisie setelah lama merumput di Amerika Serikat.
Meski sosok Takehiro Tomiyasu dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut, kontribusi Paes dianggap tidak kalah krusial dalam membawa Ajax bertahan di urutan keempat klasemen sementara. Kini, Ajax mengoleksi 48 poin, hanya terpaut lima angka dari Feyenoord yang masih tertahan di posisi kedua setelah kegagalan mereka menaklukkan sang rival abadi.
Kegemilangan Paes di tanah Belanda ini tentu menjadi kabar segar bagi para pendukung Timnas Indonesia yang menantikan aksinya berseragam Merah Putih. Usai berjibaku dengan rivalitas panas di Belanda, Paes kini bersiap membawa mentalitas pemenangnya ke Jakarta untuk menghadapi St. Kitts and Nevis pada Jumat mendatang.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 28 Juli 2026 11:03Ini Calon Nomor Punggung Yan Diomande di Real Madrid
-
Liga Inggris 28 Juli 2026 10:33Chelsea Mau Datangkan Danny Welbeck, Siapa yang Bakal Tersingkir?
BERITA LAINNYA
-
liga eropa lain 14 Mei 2026 05:21Selamat! PSG Juara Ligue 1 untuk Kelima Kali Beruntun
-
liga eropa lain 12 Mei 2026 19:37Prediksi Lens vs PSG 14 Mei 2025
SOROT
-
Liputan6 28 Juli 2026 12:43KPK Bicara Peluang Panggil Perry Warjiyo di Kasus CSR BI-OJK
-
Liputan6 28 Juli 2026 12:16Aturan Tiket Kereta untuk Anak Digugat ke MK
-
Liputan6 28 Juli 2026 12:00Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Ini Langkah Kejagung
-
Liputan6 28 Juli 2026 11:17Momen Menteri LH Jumhur Menangis Saat Bela Program MBG
-
Liputan6 28 Juli 2026 11:16Kapolres Luruskan Isu Kasat Narkoba Tangsel Terlibat Kasus Narkoba
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















