
Nexify - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) melalui Ketua Bidang Sport and Law KOI, Haryo Yuniarto, meluruskan adanya klaim yang dilakukan Equestrian Federasi of Indonesia (EFI). Haryo mengungkapkan, bahwa EFI mengatakan jika KOI masih mempertimbangkan mereka sebagai anggota baru.
Hal tersebut, dilanjutkan Haryo, tertuang dalam laporan yang ditulis staf EFI usai Rapat Umum Anggota (RUA) KOI yang digelar di Hotel Peninsula, Jakarta, Rabu (27/2) lalu.
"Dari laporan EFI yang bocor ke kalangan wartawan, memang bisa menimbulkan interpretasi lain dari keputusan yang ditetapkan pada RUA KOI karena substansinya bertentangan," ujarnya
"Agenda rapat KOI membahas banyak hal, di antaranya masalah keuangan, program kerja dan lainnya. Termasuk di antara agenda-agenda tersebut adalah pembahasan penerimaan anggota baru dan pemberhentian anggota lama," imbuhnya.
Berdasarkan paparan dari Sekjen KOI, Timbul Thomas Lubis, pasal 13 AD/ART KOI yang telah diajukan persetujuannya pada IOC di tahun 2010, mengatur macam-macam keanggotaan yang lingkupnya amat luas, dari olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade hingga ke jenis bidang olahraga lain maupun profesi penunjang olahraga.
Oleh IOC, macam/jenis keanggotaan yang demikian luasnya harus diperbaiki berdasarkan pertemuan KOI dengan IOC di markas IOC, baru-baru ini. Menurut saran IOC, keanggotaan harus dibatasi pada setiap jenis olahraga yang dipertandingkan di events yang diakui oleh IOC, Olympic Committee of Asia dan South East Asia Games Federation.
Di Asia khususnya, yang diakui sebagai events resmi adalah Asian Games, Asian Winter Games, Asian Indoor & Martial Games, Asian Beach Games dan Asian Youth Games.
Karena itulah, delegasi EFI (Prasetiono Sumiskum dan Fernando Manullang) memahami mengapa pengurus olahraga Vovinam diundang hadir dalam rapat tersebut.
Padahal, di Musornaslub KONI lalu di Bandung, Vovinam ditolak menjadi anggota karena kurang lengkap syarat administratifnya. Vovinam, dipertandingkan di SEA Games. Begitu pula pengurus olahraga Jet Boat (Jet Ski) diundang pula karena olahraga tersebut dipertandingkan di Asian Beach Games.
Sementara cabang olahraga lain yang diterima sebagai anggota KONI bersama-sama dengan EFI, Vovinam dan Jet Boat, seperti Rugby dan Barongsai, tidak diundang ke Rapat Anggota KOI karena cabang-cabang olahraga tersebut tidak dipertandingkan di level Olimpiade, Asia maupun Asia Tenggara.
"Rapat Anggota KOI kemudian menyetujui untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) perubahan AD/ART khususnya pada pasal 13. Lalu, memberikan batas waktu kerja selama 6 (enam) bulan semenjak Rapat Anggota KOI menyetujuinya. Setelah perubahan pasal 13 AD/ART dilakukan, seluruh cabang olahraga dan/atau pengurus besar yang terdaftar di KOI akan diverifikasi ulang. Yakni, siapa yang dapat menjadi anggota, siapa yang masih boleh menjadi anggota dan siapa yang harus dikeluarkan dari keanggotaan KOI," tuturnya.
Perlu digarisbawahi di sini, kata Haryo, verifikasi tersebut diberlakukan tanpa syarat bagi setiap cabang olahraga, baik yang kini menjadi anggota KOI atau yang belum menjadi anggota KOI.
"Berdasarkan paparan tersebut, diharapkan dalam tahun 2013 ini, EFI dapat menjadi anggota KOI. Di atas kertas, EFI telah memenuhi semua persyaratan administratif, dan ketentuan baru IOC yang akan diterapkan oleh KOI, semoga makin memudahkan EFI menjadi anggota KOI," pungkasnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, dilanjutkan Haryo, tertuang dalam laporan yang ditulis staf EFI usai Rapat Umum Anggota (RUA) KOI yang digelar di Hotel Peninsula, Jakarta, Rabu (27/2) lalu.
"Dari laporan EFI yang bocor ke kalangan wartawan, memang bisa menimbulkan interpretasi lain dari keputusan yang ditetapkan pada RUA KOI karena substansinya bertentangan," ujarnya
"Agenda rapat KOI membahas banyak hal, di antaranya masalah keuangan, program kerja dan lainnya. Termasuk di antara agenda-agenda tersebut adalah pembahasan penerimaan anggota baru dan pemberhentian anggota lama," imbuhnya.
Berdasarkan paparan dari Sekjen KOI, Timbul Thomas Lubis, pasal 13 AD/ART KOI yang telah diajukan persetujuannya pada IOC di tahun 2010, mengatur macam-macam keanggotaan yang lingkupnya amat luas, dari olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade hingga ke jenis bidang olahraga lain maupun profesi penunjang olahraga.
Oleh IOC, macam/jenis keanggotaan yang demikian luasnya harus diperbaiki berdasarkan pertemuan KOI dengan IOC di markas IOC, baru-baru ini. Menurut saran IOC, keanggotaan harus dibatasi pada setiap jenis olahraga yang dipertandingkan di events yang diakui oleh IOC, Olympic Committee of Asia dan South East Asia Games Federation.
Di Asia khususnya, yang diakui sebagai events resmi adalah Asian Games, Asian Winter Games, Asian Indoor & Martial Games, Asian Beach Games dan Asian Youth Games.
Karena itulah, delegasi EFI (Prasetiono Sumiskum dan Fernando Manullang) memahami mengapa pengurus olahraga Vovinam diundang hadir dalam rapat tersebut.
Padahal, di Musornaslub KONI lalu di Bandung, Vovinam ditolak menjadi anggota karena kurang lengkap syarat administratifnya. Vovinam, dipertandingkan di SEA Games. Begitu pula pengurus olahraga Jet Boat (Jet Ski) diundang pula karena olahraga tersebut dipertandingkan di Asian Beach Games.
Sementara cabang olahraga lain yang diterima sebagai anggota KONI bersama-sama dengan EFI, Vovinam dan Jet Boat, seperti Rugby dan Barongsai, tidak diundang ke Rapat Anggota KOI karena cabang-cabang olahraga tersebut tidak dipertandingkan di level Olimpiade, Asia maupun Asia Tenggara.
"Rapat Anggota KOI kemudian menyetujui untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) perubahan AD/ART khususnya pada pasal 13. Lalu, memberikan batas waktu kerja selama 6 (enam) bulan semenjak Rapat Anggota KOI menyetujuinya. Setelah perubahan pasal 13 AD/ART dilakukan, seluruh cabang olahraga dan/atau pengurus besar yang terdaftar di KOI akan diverifikasi ulang. Yakni, siapa yang dapat menjadi anggota, siapa yang masih boleh menjadi anggota dan siapa yang harus dikeluarkan dari keanggotaan KOI," tuturnya.
Perlu digarisbawahi di sini, kata Haryo, verifikasi tersebut diberlakukan tanpa syarat bagi setiap cabang olahraga, baik yang kini menjadi anggota KOI atau yang belum menjadi anggota KOI.
"Berdasarkan paparan tersebut, diharapkan dalam tahun 2013 ini, EFI dapat menjadi anggota KOI. Di atas kertas, EFI telah memenuhi semua persyaratan administratif, dan ketentuan baru IOC yang akan diterapkan oleh KOI, semoga makin memudahkan EFI menjadi anggota KOI," pungkasnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Olahraga Lain-Lain 1 Juli 2024 16:45Sip! Indonesia Tambah Dua Wakilnya di Olimpiade Paris 2024
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 1 Juli 2026 15:48Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Ronaldo usai Prancis Bungkam Swedia
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:50Momen Prabowo Lihat Teknologi Buatan Lokal di Pameran Bhayangkara
-
Liputan6 1 Juli 2026 15:25Ledakan di Kawasan Industri Semarang, 1 Orang Tewas
-
Liputan6 1 Juli 2026 14:55Ini Tarif Transjakarta Tanpa Subsidi Pemprov DKI
-
Liputan6 1 Juli 2026 14:50Pemprov DKI Tanggung Subsidi Rp 9.000 Tiap Penumpang TransJakarta
-
Liputan6 1 Juli 2026 14:17Kapolri Ungkap Kunci Utama Pembangunan Nasional
-
Liputan6 1 Juli 2026 13:47Polri Punya 1.415 Dapur SPPG, Klaim Serap 70 Ribu Tenaga Kerja
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























