
Nexify - Kontingen Indonesia kembali harus bersusah payah mengejar perolehan medali. Kali ini, mereka akan turun di Paralympic Games di London 29 Agustus - 9 September mendatang.
Modal prestasi yang diraih di ASEAN Paralympic Games di Solo tahun 2011, dijadikan pelecut semangat untuk mengukir prestasi optimal di London.
"Target medali emas, memang diberikan pada atlet nasional penyandang cacat. Semoga, harapan tersebut terkabul di London nantinya,” ujar Ketua kontingen Indonesia, James Tangkudung kepada para wartawan.
Dikatakannya, atlet yang dipercaya membela tim Merah Putih, terus dimatangkan dalam pemusatan latihan. Mereka yaitu Setyo Budi dari cabang atletik, Agus Ngaimin dari renang, David Yacob (tenis meja) dan Ni Nengah Widiasih (angkat berat).
"Para atlet paralympic mengalami peningkatan pesat selama mengikuti pelatihan. Kami mengharapkan kontingen Indonesia mampu menyuguhkan medali emas bagi Merah Putih," tambahnya.
Di bagian lainnya, petenis meja David Yacob akan berguru ke China sebelum bertolak ke London untuk mengikuti Paralympic Games yang akan berlangsung usai Olimpiade London. Di negeri Tirai Bambu tersebut, David akan berada di Na Ning, Guangzhi sekitar 20 hari.
"David dan tujuh atlet tenis meja DKI lainnya akan berangkat mengikuti try out ke Na Ning tanggal 9 Agustus dan kembali ke Tanah Air 30 Agustus untuk persiapan ke Paralympic Games," sebut manajer tim PON DKI yang menangani David, Riana Safitri.
Diterangkan Riana, kini David dalam kondisi siap tanding di Paralympic. Namun, lantaran atlet tenis meja DKI akan berangkat try out ke China, kesempatan tersebut diambil David untuk mematangkan persiapannya menuju London.
Pada ASEAN Paragames VI di Solo Desember 2011 lalu, David menjadi peraih medali emas terbanyak dengan 7 medali emas dari cabang tenis meja. Prestasi tersebut telah membuatnya menerima bonus ratusan juta baik dari pemerintah pusat maupun Pengprov DKI Jakarta.
"Kita, berharap para atlet dapat memberikan yang terbaik untuk bangsanya. Kalau bisa memberikan medali untuk Indonesia, karena atlet Indonesia yang berangkat hanya empat orang,” kata Riana. (esa/end)
Modal prestasi yang diraih di ASEAN Paralympic Games di Solo tahun 2011, dijadikan pelecut semangat untuk mengukir prestasi optimal di London.
"Target medali emas, memang diberikan pada atlet nasional penyandang cacat. Semoga, harapan tersebut terkabul di London nantinya,” ujar Ketua kontingen Indonesia, James Tangkudung kepada para wartawan.
Dikatakannya, atlet yang dipercaya membela tim Merah Putih, terus dimatangkan dalam pemusatan latihan. Mereka yaitu Setyo Budi dari cabang atletik, Agus Ngaimin dari renang, David Yacob (tenis meja) dan Ni Nengah Widiasih (angkat berat).
"Para atlet paralympic mengalami peningkatan pesat selama mengikuti pelatihan. Kami mengharapkan kontingen Indonesia mampu menyuguhkan medali emas bagi Merah Putih," tambahnya.
Di bagian lainnya, petenis meja David Yacob akan berguru ke China sebelum bertolak ke London untuk mengikuti Paralympic Games yang akan berlangsung usai Olimpiade London. Di negeri Tirai Bambu tersebut, David akan berada di Na Ning, Guangzhi sekitar 20 hari.
"David dan tujuh atlet tenis meja DKI lainnya akan berangkat mengikuti try out ke Na Ning tanggal 9 Agustus dan kembali ke Tanah Air 30 Agustus untuk persiapan ke Paralympic Games," sebut manajer tim PON DKI yang menangani David, Riana Safitri.
Diterangkan Riana, kini David dalam kondisi siap tanding di Paralympic. Namun, lantaran atlet tenis meja DKI akan berangkat try out ke China, kesempatan tersebut diambil David untuk mematangkan persiapannya menuju London.
Pada ASEAN Paragames VI di Solo Desember 2011 lalu, David menjadi peraih medali emas terbanyak dengan 7 medali emas dari cabang tenis meja. Prestasi tersebut telah membuatnya menerima bonus ratusan juta baik dari pemerintah pusat maupun Pengprov DKI Jakarta.
"Kita, berharap para atlet dapat memberikan yang terbaik untuk bangsanya. Kalau bisa memberikan medali untuk Indonesia, karena atlet Indonesia yang berangkat hanya empat orang,” kata Riana. (esa/end)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juni 2026 18:28Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Ghana 24 Juni 2026
-
Piala Dunia 21 Juni 2026 17:56Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Uzbekistan 24 Juni 2026
-
Piala Dunia 21 Juni 2026 17:24Selandia Baru dan Mesir Berburu Kemenangan Perdana
-
Piala Dunia 21 Juni 2026 16:57Uruguay Berusaha Bangkit, Cape Verde Ingin Melanjutkan Kejutan
-
Piala Dunia 21 Juni 2026 16:22Sama-sama Mencari Kemenangan Perdana, Belgia Waspadai Semangat Iran
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 21 Juni 2026 18:07DPR Setujui Ribuan Motor Listrik BGN Dihibahkan ke Guru Honorer
-
Liputan6 21 Juni 2026 17:35Operasional MBG Depok Berhenti Sementara, Pekerja Dapur Ikut Diliburkan
-
Liputan6 21 Juni 2026 15:50Ibu dan Dua Anak Diduga Keracunan Susu MBG, Ini Kata Pengelola SPPG
-
Liputan6 21 Juni 2026 14:45Pramono Beri Diskon Pajak 50 Persen untuk Film Nasional
-
Liputan6 21 Juni 2026 14:40Pemprov DKI Jakarta Beri Insentif Pajak 50 Persen untuk Industri Film
HIGHLIGHT
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Ar...
5 Pemain yang Bisa Direkrut Liverpool Setelah Penu...
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Jua...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























