
Nexify - Test rider Aprilia Racing, Bradley Smith, yakin pabrikan peserta MotoGP seharusnya dibebaskan berkarya dalam mengembangkan motor. Opini ini disampaikan Smith kepada Motorsport Total, menanggapi regulasi teknis yang dijalankan Dorna Sports untuk membatasi biaya balap.
Sejak 2009, MotoGP menggulirkan penyeragaman ban, yakni bersama Bridgestone, dan sejak 2016 bersama Michelin. Pada 2016 pula, MotoGP menyeragamkan elektronik (ECU). Belakangan juga ada pembatasan perangkat aerodinamika, yang risetnya cukup rumit dan menghabiskan banyak dana.
Semua aturan ini digulirkan berdasar niatan Dorna Sports untuk menyeimbangkan kompetisi: pabrikan besar tak perlu berlebih dalam menggelontorkan dana, pabrikan kecil juga tak perlu kelewat pusing mencari dana. Selain itu, level persaingan juga akan lebih berimbang.
Pabrikan Semestinya Diberi Kebebasan

"Sulit menciptakan kondisi yang berimbang di MotoGP. Dorna bekerja fantastis setiap tahun, menyediakan ECU dan ban seragam. Tapi ini MotoGP, seharusnya pabrikan peserta diberi kebebasan. Ini bisa membuat balapan lebih sengit, dan aksinya lebih seru," tutur Smith.
Rider asal Inggris ini juga yakin, kebebasan pabrikan untuk mengembangkan motor di MotoGP akan berdampak baik untuk sektor produksi massal mereka, baik dari pemasaran merek maupun pengembangan teknisnya.
"Banyak teknologi canggih datang dari paddock ini. Anda harus membebaskan pabrikan agar mereka bisa bebas bekerja pula. Mereka bisa cari sponsor untuk pendanaan. Aprilia sejatinya beruntung punya Piaggio Group, salah satu grup perusahaan motor terbesar di dunia," ujarnya.
Pertanyakan Pendanaan Piaggio Group
Uniknya, Piaggio Group sebagai induk perusahaan Aprilia, juga masih belum berkomitmen penuh seperti pabrikan lain dalam mendanai departemen balapnya. "Jika ingin mencapai level Honda, Yamaha, atau KTM, maka kami harusnya bisa melakukannya. Ini hanya soal apa yang diinginkan perusahaan," ungkap Smith.
"Keputusan memang tak di tangan saya, tapi jika diberi wewenang itu, saya akan menggelontorkan dana sebesar yang tim kami butuhkan. Saya akan gaet 150 insinyur. Tapi olahraga ini memang banyak politiknya ketimbang investasi uang. Semuanya butuh waktu, struktur, dan rencana yang tepat," pungkas runner up GP125 2009 ini.
Smith, yang pernah membela Monster Yamaha Tech 3 dan Red Bull KTM Factory Racing, akan turun lintasan dalam uji coba pramusim MotoGP Sepang, Malaysia, pada 2-4 (shakedown) dan 7-9 Februari mendatang.
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 5 Agustus 2026 23:37Balsa Sekulic Bidik Gelar Perdana di Final Piala Presiden 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 01:05BGN Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan MBG
-
Liputan6 5 Agustus 2026 23:00Menkes dan BGN Duduk Bareng Ahli Gizi, Bahas Perbaikan MBG
-
Liputan6 5 Agustus 2026 20:39Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:11Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























