
Nexify - Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, yakin Honda melakukan kesalahan karena hanya fokus mengikuti arahan Marc Marquez dalam mengembangkan RC213V. Atas alasan ini, pembalap Honda yang lain jadi sulit kompetitif, karena tiap rider punya kebutuhan berbeda-beda. Hal ini ia sampaikan lewat Speedweek, Selasa (28/12/2021).
Sejak 2013, rider Honda yang mampu merebut gelar memang hanya Marquez. Selain itu, belum lagi ada rider Honda lain yang memenangi balapan sejak Cal Crutchlow di Argentina pada 2018. Para rival pun kerap menyebut, tanpa Marquez, Honda bakal kesulitan kompetitif. Namun, Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, selalu gigih membantah.
Meski begitu, semua terbukti ketika Marquez harus absen semusim sepanjang 2020 akibat patah tulang lengan. Honda paceklik kemenangan untuk pertama kali sejak 1981, dan hanya Alex Marquez yang mampu naik podium. Honda baru kembali menang pada Juli lalu, uniknya juga lewat Marquez sendiri, di trek favoritnya, Sachsenring.
Menurut Stoner, sulitnya rider Honda lain untuk tampil kompetitif diakibatkan Honda yang terlalu fokus pada arahan Marquez, tanpa mau terbuka pada masukan tiga rider lainnya. Stoner pun menyatakan bahwa mentalitas ini bahkan sudah dimiliki Honda sejak ia masih menjadi test rider mereka, yakni pada 2013-2015.
RCV Banyak Masalah, Hanya Saja Ditutupi Talenta Marquez

"Saya rasa Marc dan timnya melakukan kesalahan pada beberapa tahun pertama. Marc kuat pada pengereman, jadi Honda membuat motor mereka hanya kuat pada pengereman. Padahal, harusnya ini selalu soal kompromi. Ketika Anda punya satu kekuatan besar pada motor Anda, maka area lain bakal sangat lemah," tutur Stoner.
Pria asal Australia ini juga mengaku, saat ia masih jadi test rider Honda, ia diminta hanya fokus mengevaluasi fase pengereman dan stabilitas pengereman, yakin titik kuat Marquez. Alhasil, pembalap Honda lain pun kesulitan naik podium. Menurut Stoner, Marquez menjuarai MotoGP 2013 dan 2014 karena lihai dalam menutupi masalah RCV.
"Motor mereka jadi sulit dikendalikan. Marc lah yang sangat baik menutupi beberapa masalah. Tapi mereka juga mendapati masalah pada 2015, ketika Marc gagal juara hingga harus kembali ke sasis lama demi mencari sensasi yang baik. Setelah itu, barulah motor mereka lebih baik ketika berbelok di tengah tikungan," kisah Stoner.
Punya Pengalaman Serupa di Ducati

Marquez sendiri kerap membantah RCV merupakan motor yang sulit dikendarai. Tapi Stoner berpendapat lain. Kesimpulan ini ia tarik karena ia punya pengalaman serupa pada 2007-2010. Kala itu, Stoner satu-satunya rider yang mampu menang di atas Desmosedici, sementara rider lain kesulitan karena Ducati hanya mendengarkan arahannya.
"Saya tak bisa duduk-duduk di sofa dan menghakimi apa yang baru-baru ini terjadi. Tapi pada masa-masa awal saya di Ducati, saya juga satu-satunya rider mereka yang ada di papan atas ketika rider lainnya kesulitan. Kala itu saya juga tak pernah berpikir motornya buruk, karena saya masih bisa menang dan naik podium," ujarnya.
"Kenyataannya, tiap rider memang berbeda dan menginginkan hal-hal berbeda pula. Apakah ini masalah Honda atau yang lain? Sulit mengatakannya. Saya hanya bisa bicara soal masalah yang saya temukan pada sasis mereka ketika masih jadi test rider Honda," pungkas Stoner, yang juga jadi test rider Ducati pada 2016-2018.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
- Rumah Dibobol Maling, Fabio di Giannantonio Kehilangan 3 Motor Jelang Debut MotoGP
- Agenda Balap 2022: 4 Kejuaraan Bergengsi Jadi Sorotan, Mana yang Paling Kamu Tunggu?
- 53 Tim dan 103 Pembalap: Inilah Jadwal dan Daftar Peserta MotoGP 2022
- Ducati Punya 8 Rider di MotoGP 2022, Siapa yang Dapat Jatah Motor Baru dan Lama?
- Raul Fernandez Sebut Dani Pedrosa Permulus Debutnya di MotoGP
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 Agustus 2026 12:17Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026, Ini Syaratnya
-
Tim Nasional 6 Agustus 2026 12:12Timnas Indonesia Wajib Menang, Ini Rekor Garuda Saat Bertandang ke Singapura
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 11:40Bernardo Tavares Hormati Persib, Persebaya Tetap Percaya Diri Tatap Final
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 11:20Igor Tolic Belum Tentukan Starter Persib untuk Final Kontra Persebaya
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 12:35SD di Jagakarsa Kebakaran
-
Liputan6 6 Agustus 2026 12:28Kenapa Penduduk Jakarta Berkurang Ribuan Orang, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Liputan6 6 Agustus 2026 12:17ART Diduga Disekap di Kelapa Gading, KTP Ditahan hingga Diminta Uang
-
Liputan6 6 Agustus 2026 11:33
Ultimatum untuk Dapur MBG: Urus SLHS atau Ditutup!
-
Liputan6 6 Agustus 2026 11:25
Waspada Kemarau Panjang, Jakarta Siapkan Hujan Buatan 2 Kali Sepekan
-
Liputan6 6 Agustus 2026 11:00Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Laporkan Riset Sampah hingga Perahu Tenaga Surya
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















