
Nexify - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, jengah soal banyaknya protes yang dilayangkan kepada pihaknya, termasuk jumlah rider yang mereka naungi. Menurutnya, pabrikan lain boleh meniru strategi Ducati ketimbang terus-terusan mengeluh, karena regulasi MotoGP tak membatasi jumlah motor yang harus diturunkan.
Sejak 2022, Ducati memiliki 8 pembalap dan 4 tim. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai hal ini bikin kompetisi menjadi timpang, dan ia menuntut MotoGP memberlakukan aturan soal jumlah rider per pabrikan. Uniknya, Ducati pernah menurunkan delapan rider pada 2018, tapi tak ada protes yang dilayangkan oleh para rival.
Lewat Speedweek, Rabu (26/4/2023), Dall'Igna menyatakan bahwa pabrikan lain terlalu banyak protes dan selalu mencoba menuntut perubahan regulasi atas hal-hal yang dilakukan Ducati. Contohnya kasus 'rear spoiler' yang terjadi pada awal 2019, begitu juga larangan penggunaan front ride height device pada 2023.
Ducati Tak Pernah Minta Perubahan Regulasi

"Selama saya berkarier di MotoGP bersama Ducati, saya tak pernah meminta perubahan pada regulasi. Semua pabrikan lain yang konstan meminta perubahan pada regulasi. Contohnya, mereka ingin melarang penggunaan beberapa perangkat yang dikembangkan oleh Ducati," ungkap Dall'Igna.
"Saya sendiri tak pernah meminta penyesuaian pada regulasi. Saya mempelajari regulasi dan bergerak di dalam rangka kerja yang diizinkan. Regulasi berkata: Ducati boleh punya delapan motor di grid jika mereka mau," lanjut pria Italia yang uniknya juga merupakan mantan Direktur Teknis Aprilia Racing ini.
Dall'Igna menegaskan regulasi MotoGP tak menentukan jumlah motor atau pembalap yang harus diturunkan sebuah pabrikan. Selain itu, Ducati juga satu-satunya pabrikan yang mau menampung VR46 Racing Team dan Gresini Racing, yang masing-masing gagal berkolaborasi dengan Yamaha dan Suzuki pada 2022.
Dulu Tak Ada yang Memprotes Honda

Dall'Igna menyatakan Ducati berusaha mempertahankan jumlah rider mereka setidaknya sampai 2024. Sebagai catatan, kontrak Gresini dengan Ducati akan habis akhir musim nanti dan VR46 sangat santer dirumorkan akan hijrah ke Yamaha walau kontraknya dengan Ducati baru akan habis pada akhir 2024 mendatang.
"Kami berusaha mempertahankan situasi saat ini untuk musim depan, karena situasi ini baik bagi kami dari sudut pandang pemasukan dan prospek olahraga. Contohnya, Enea Bastianini membela Gresini tahun lalu, kini ia balapan bersama Pecco Bagnaia di Ducati Lenovo," tutur Dall'Igna.
"Dari sudut pandang olahraga, sangat penting bagi kami untuk menyuplai dan memedulikan tim satelit. Regulasi ini sama untuk semua orang. Honda dulu juga punya banyak tim satelit, tapi tak ada yang mengeluh. KTM atau Aprilia juga bisa memilih meniru strategi kami jika mereka mau," pungkasnya.
Sumber: Speedweek
Baca juga:
- Gantikan Marc Marquez di MotoGP Spanyol, Iker Lecuona Senang Bela Tim Impian
- MotoGP Kazakhstan 2023 Resmi Dibatalkan, Tak Ada Sirkuit Pengganti
- Jadwal Lengkap MotoGP 2023: 20 Seri, 40 Balapan
- Ducati Anggap MotoGP Adil: Turunkan 8 Rider Bukan Pelanggaran Regulasi
- Bukan Stefan Bradl, Mengapa Iker Lecuona Gantikan Marc Marquez di MotoGP Spanyol?
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 08:00Jerman vs Curacao 7-1: Ya Hujan Gol, Ya Banjir Rekor, Apa Saja?
-
Otomotif 14 Juni 2026 21:49Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 15 Juni 2026 08:55Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 14 Juni 2026 21:49Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
-
otomotif 14 Juni 2026 21:49Klasemen Pembalap Formula 1 2026
-
otomotif 14 Juni 2026 21:48Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Catalunya
SOROT
-
Liputan6 15 Juni 2026 09:48Gratis Masuk Ragunan Saat HUT Jakarta, Catat Tanggalnya
-
Liputan6 15 Juni 2026 07:04Celurit di Tangan Pelajar Jakarta, Kasus Palmerah dan Koja
-
Liputan6 15 Juni 2026 06:03Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG
-
Liputan6 15 Juni 2026 05:00Saling Berbalas Gol, Belanda Sama Kuat dengan Jepang
HIGHLIGHT
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersin...
Tak Disangka, 10 Bintang Ini Baru Merasakan Piala ...
Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara B...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
























