
Nexify - - Tiga rider Yamaha boleh jadi menduduki peringkat lima besar klasemen sementara, namun pabrikan Garpu Tala sejatinya tengah menjalani salah satu periode terburuk dalam keikutsertaan mereka di MotoGP. Terhitung 19 balapan sudah mereka lewati tanpa satu pun kemenangan.
Rekor losing streak ini mematahkan rekor mereka sendiri, yakni di era MotoGP 2002-2003. Kemenangan terakhir mereka terjadi di Assen, Belanda tahun lalu. Uniknya, meski puasa kemenangan, Valentino Rossi dan Maverick Vinales justru tengah duduk di peringkat kedua dan ketiga pada klasemen rider, ditambah Johann Zarco di peringkat kelima.
Sembilan seri musim ini telah terlewati, dan Yamaha tak pernah absen menghadirkan perwakilan di podium. Bahkan di MotoGP Jerman dua pekan lalu, untuk pertama kalinya musim ini mereka meraih podium ganda lewat Rossi yang finis kedua dan Vinales yang finis ketiga.
Kaget Kompetitif di Jerman

Direktur Tim Movistar Yamaha MotoGP, Massimo Meregalli pun mengaku kepada GPOne, bahwa pihaknya cukup kaget melihat kedua ridernya kompak angkat trofi di Sachsenring. Meski begitu, tetap saja hasil ini tak bisa menutupi keresahan mereka soal puasa kemenangan yang tengah mereka alami.
"Jika lihat klasemen, kami bisa puas, tapi kami tak senang bila ingat belum menang dan tak konsisten cepat. Tapi kami selalu bekerja keras, bahkan dalam situasi sulit. Kami mampu meraih podium ganda di Sachsenring, sirkuit yang biasanya sulit bagi Yamaha. Hasil itu adalah buah dari kerja keras dan optimisme," ungkapnya.
"Usai balapan yang sangat hebat di Assen, saya pikir itu hanya karena 'faktor Assen', tapi usai sesi pemanasan di Jerman, saya menyadari setidaknya satu rider kami bisa naik podium. Saya tak menyangka bakal melihat keduanya ada di atas sana. Segalanya berjalan lebih baik dari perkiraan kami," lanjutnya.
Pantang Menyerah Bekuk Marquez

Di sisi lain, pria Italia yang akrab disapa Maio ini mengaku pihaknya masih belum patah arang demi mengalahkan Repsol Honda dan rider andalannya, Marc Marquez, yang kini unggul 46 poin dari Rossi dan 56 poin dari Vinales.
"Kami telah bekerja keras memanfaatkan segala situasi dan mengeluarkan potensi terbaik dari motor kami. Sebagai tambahan, pengalaman para rider kami sangat membantu. Perbaikan sekecil apa pun akan menghadirkan perbedaan besar. Dengan 250 poin tersisa, apa pun bisa terjadi. Bakal sangat membantu bila kami bisa memberikan sedikit tekanan kepada Marc," pungkas Meregalli. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Bola Dunia Lainnya 6 Agustus 2026 09:27Lionel Messi Cetak Brace, Inter Miami Libas Atletico San Luis 4-2
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 08:47Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 07:55Mikel Arteta Petik Pelajaran Berharga usai Arsenal Kalah dari Real Betis
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 09:43Penduduk Jakarta Berkurang Ribuan Orang, Ini Data Terbarunya
-
Liputan6 6 Agustus 2026 08:46Pamit Nonton Voli, Pelajar SMP Ditemukan Tewas di Waduk Greneng
-
Liputan6 6 Agustus 2026 07:34Babak Baru Kasus Pembunuhan Nus Kei
-
Liputan6 6 Agustus 2026 06:13Jakarta Bakal Diguyur Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Liputan6 6 Agustus 2026 05:50Detik-Detik Avanza Tabrak 7 Motor Penjemput Pelajar MTsN di Bandar Lampung
-
Liputan6 6 Agustus 2026 05:37Kades di Pandeglang Buka Suara Soal Jenazah Anak Dibawa Motor
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























