
Nexify - Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, merilis pernyataan resmi untuk menanggapi kontroversi dugaan pelanggaran batas minimum tekanan ban. Lewat MotoGP.com, Aldridge tak membenarkan adanya pelanggaran, namun menyatakan seluruh pihak yang terlibat mengakui sistem penghitungan tekanan ban saat ini tidak akurat.
Batas minimum tekanan ban MotoGP adalah 1,9 bar atau 27,6 psi untuk ban depan dan 1,7 bar atau 24,6 psi untuk ban belakang. Namun, dugaan pelanggaran batas minimum ini terkuak ke publik setelah Mat Oxley, jurnalis Motor Sport Magazine, mendapatkan bocoran anomali data ban balapan di Jerez dari insinyur salah satu pabrikan.
Dari data itu, ada empat rider yang berkendara dengan tekanan ban tak sesuai regulasi. Mereka adalah Pecco Bagnaia (ban depan), Jorge Martin (ban depan), Andrea Dovizioso (ban belakang), dan Alex Rins (ban depan). Bagnaia dan Martin bahkan berkendara dengan tekanan ban depan di bawah regulasi sepanjang balapan (25 lap).
Michelin Sebut Tak Ada Tim yang Curang

Insinyur terkait menyatakan praktik ini dilakukan seluruh pabrikan selama bertahun-tahun, sejak Michelin mengambil alih peran Bridgestone sebagai suplier tunggal pada 2016. Setelah kabar ini menyeruak, Manajer Michelin Motorsport, Piero Taramasso, lewat GPOne, membantah adanya pelanggaran, meski data yang dibocorkan pada Oxley memang benar.
Taramasso menyebut praktik ini bukan pelanggaran karena 12 tim memakai tiga sensor tekanan yang berbeda, sehingga toleransinya berbeda-beda pula. Selain itu, ia menyatakan data tekanan ban musim ini bisa dibaca semua peserta, karena MSMA (Asosiasi Pabrikan), IRTA (Asosiasi Tim), Dorna Sports, dan FIM sepakat mengamati cara kerja tiap sensor sebelum diseragamkan pada 2023.
Pernyataan Taramasso ini pun didukung pernyataan Aldridge lewat situs resmi kejuaraan, yang dirilis pada Kamis (12/5/2022), menjelang MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans. Dalam pernyataannya, ia membenarkan bahwa MotoGP memang sedang mempelajari sistem sensor tekanan ban sebelum menyediakan sensor seragam untuk semua tim pada 2023.
Berikut pernyataan resmi Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge.
Pernyataan Resmi Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge

"Berdasarkan kooperasi dengan MSMA, dan menyusul permintaan dari MSMA, Direktur Teknis saat ini tengah dalam proses mengevaluasi protokol monitor baru untuk tekanan ban. Prosedur ini harus melibatkan pengenalan sistem sensor dan penerima yang seragam, karena itu satu-satunya cara untuk mendapatkan data yang terpercaya saat pemeriksaan.
"Sebagai tambahan, protokol yang mendetail soal regulasi baru akan diberlakukan telah didiskusikan dengan MSMA, dan sudah disepakati bersama bahwa prosedur ini takkan diimplementasikan sebelum awal musim 2023. Protokol ini sudah disepakati MSMA dengan syarat akan dievaluasi oleh semua pabrikan sepanjang musim 2022.
"Demi membantu evaluasi ini, semua pabrikan juga sepakat dengan bebas berbagi data tekanan ban semua rider setelah setiap gelaran. Mengingat data ini disuplai secara sukarela dan semua sensor dikalibrasi secara individual oleh produsen sensor masing-masing, maka protokol yang ada saat ini tak bisa diverifikasi keakuratannya.
"Seperti yang disepakati antara Michelin, FIM, IRTA, MSMA, dan Dorna, regulasi ban akan terus diberlakukan seperti yang telah dijalankan selama bertahun-tahun, di bawah kendali Direktur Teknis dan Michelin, sampai proposal prosedur terbaru siap untuk diperkenalkan."
Sumber: Motor Sport Magazine, GPOne, MotoGP
Baca Juga:
- Joan Mir Marah Suzuki Tinggalkan MotoGP, Akui Dekati Honda
- Alex Rins Nangis Saat Tahu Suzuki Ingin Tinggalkan MotoGP, Prihatin pada Kru
- Jadwal Lengkap MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, 13-15 Mei 2022
- Jadwal Siaran Langsung MotoGP Prancis di Trans7 dan MNC Sports, 13-15 Mei 2022
- Suzuki Resmi Umumkan Rencana Mundur dari MotoGP pada Akhir 2022
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 6 Agustus 2026 13:00Luka Modric Berharap Rafael Leao Bertahan di AC Milan
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 11:20Igor Tolic Belum Tentukan Starter Persib untuk Final Kontra Persebaya
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 11:00Xabi Alonso Bahagia Lihat Mykhailo Mudryk Kembali Bermain
-
Liga Italia 6 Agustus 2026 10:00Luciano Spalletti Ungkap Kunci Juventus Kalahkan Chelsea
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 Agustus 2026 12:17Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026, Ini Syaratnya
-
Tim Nasional 6 Agustus 2026 12:12Timnas Indonesia Wajib Menang, Ini Rekor Garuda Saat Bertandang ke Singapura
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 11:40Bernardo Tavares Hormati Persib, Persebaya Tetap Percaya Diri Tatap Final
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 11:20Igor Tolic Belum Tentukan Starter Persib untuk Final Kontra Persebaya
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 12:35SD di Jagakarsa Kebakaran
-
Liputan6 6 Agustus 2026 12:28Kenapa Penduduk Jakarta Berkurang Ribuan Orang, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Liputan6 6 Agustus 2026 12:17ART Diduga Disekap di Kelapa Gading, KTP Ditahan hingga Diminta Uang
-
Liputan6 6 Agustus 2026 11:33
Ultimatum untuk Dapur MBG: Urus SLHS atau Ditutup!
-
Liputan6 6 Agustus 2026 11:25
Waspada Kemarau Panjang, Jakarta Siapkan Hujan Buatan 2 Kali Sepekan
-
Liputan6 6 Agustus 2026 11:00Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Laporkan Riset Sampah hingga Perahu Tenaga Surya
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya






















