
Nexify - Test rider KTM, Dani Pedrosa, baru-baru ini mengenang masa-masa rivalitas sengitnya dengan Jorge Lorenzo, yang uniknya benar-benar mereda selama 10 tahun terakhir. Kepada DAZN, Pedrosa pun tak memungkiri bahwa rivalitas mereka justru mendorong mereka menjadi rider yang lebih baik selama berkarier di MotoGP.
Rivalitas ini bahkan jadi topik panas saat mereka masih turun di GP250 2005. Di Jepang, Lorenzo sempat terlibat insiden dengan Alex de Angelis, dan Pedrosa yang menjadi saksi memberikan keterangan yang membuat Lorenzo dilarang balapan di Malaysia. Akibatnya, Pedrosa dan Lorenzo kerap cekcok baik di dalam maupun luar lintasan.
Saking buruknya hubungan mereka, Raja Spanyol Juan Carlos I sempat memaksa mereka berjabat tangan saat hendak naik podium di MotoGP Jerez pada 2008. Selama beberapa tahun kemudian, mereka masih kerap berselisih, namun semuanya mulai berubah pada 2012, justru setelah keduanya sengit memperebutkan gelar dunia.
Butuh Waktu Panjang untuk Damai

Pedrosa dan Lorenzo bahkan 'resmi' berdamai usai menghabiskan waktu bersama di rumah Sete Gibernau pada pertengahan 2015. "Tadinya, rivalitas kami sangat hebat. Rivalitas ini membuat kami berkembang. Sebuah motivasi ekstra untuk melaju lebih cepat," kenang Pedrosa seperti yang dikutip Motosan.es.
Meski begitu, tiga kali juara dunia ini tak memungkiri, perdamaiannya dengan Lorenzo membutuhkan waktu lama untuk terwujud, karena menunggu mereka bisa sama-sama bersikap dewasa dan menghargai kerja keras dan perjuangan satu sama lain.
"Dibutuhkan kedewasaan, pengalaman, dan banyak hal terjadi agar Anda paham situasi. Anda akan paham bahwa apa yang dilakukan rider lain sangatlah berat, karena Anda juga melakukan hal yang sama. Dengan begitu, rasa hormat untuk rival akan tumbuh, begitu juga rasa kagum," lanjutnya.
Sering Podium Bareng, Makin Bisa Paham
Di kelas MotoGP, Pedrosa dan Lorenzo juga kerap bersaing sengit di papan atas dan kerap naik podium bersama. Hal itulah yang diyakini Pedrosa mengubah cara pandang mereka pada satu sama lain.
"Berkali-kali balapan dan naik podium bersama membuktikan bahwa ia memang layak mendapatkan rasa hormat yang juga Anda dapatkan. Secara bertahap, rasa hormat kami pun tumbuh dan saya rasa ini bagus," pungkasnya.
Kini, Pedrosa dan Lorenzo sama-sama sudah pensiun, namun juga tetap kompak menjalani peran baru mereka sebagai test rider, masing-masing untuk KTM dan Yamaha.
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
- Iannone Syukuri Dukungan Aprilia Selama Hadapi Kasus Doping
- Iannone: Hanya Lorenzo dan Vinales yang Menelepon Saya
- Crutchlow: Bisa Naik Motor Saat Pandemi, Miller Bakal Menangi Balapan Pertama
- Kilas Balik: Kisah Kegagalan Honda Tandemkan Stoner-Marquez
- 'Harusnya Honda Larang Jorge Lorenzo Kembali ke Yamaha'
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 5 Agustus 2026 15:25Isu Surpres Pergantian Kapolri, Jenderal Sigit Akhirnya Buka Suara
-
Liputan6 5 Agustus 2026 15:13Menko Polkam: Demo Boleh, tapi Jangan Anarkis
-
Liputan6 5 Agustus 2026 15:00Bobol Rumah Kosong, Pencuri Ini Malah Ketiduran
-
Liputan6 5 Agustus 2026 14:45BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia 22,93 Juta Orang Per Maret 2026
-
Liputan6 5 Agustus 2026 14:42Pasien Meninggal Usai Tunggu Kamar 8 Jam, BPJS Beberkan Aturan Rawat Inap
-
Liputan6 5 Agustus 2026 14:39Bakom Investigasi Surat Pengajuan MBG untuk Nobel yang Viral
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























