
Nexify - Jack Miller sedang di awang-awang. Usai sukses meraih lima podium di MotoGP 2019, kini ia dapat kontrak untuk membela Ducati Team pada 2021. Kepada The Race, Senin (15/6/2020), ia pun menyebut hal ini sebagai pembuktian kepada orang-orang yang pernah meragukannya saat ia menjalani debut pada 2015.
Seperti diketahui, Miller jadi pusat kontroversi pada 2014, yakni saat ia masih turun di Moto3 namun diumumkan akan melompat langsung ke MotoGP pada tahun berikutnya bersama Honda dengan kontrak tiga musim. Banyak pihak meyakini itu adalah langkah sembrono.
"Saya selalu merasa lompatan itu punya risiko yang layak dihadapi. Saya tak pernah mempertanyakannya. Tapi saya rasa, fakta saya sukses dapat kontrak pabrikan, adalah pembuktian kepada beberapa orang yang mungkin sempat meragukan apakah itu langkah yang tepat," ungkapnya.
Sukses Bekuk Nicky Hayden di Musim Debut
Pada musim debutnya di MotoGP, Miller mendapatkan motor Open RC213V-RS, yang levelnya jelas tak setara dengan motor Honda lainnya. Ia duduk di peringkat 19 pada klasemen akhir musim, dan banyak orang menyebut hasil itu sebagai bukti bahwa ia adalah proyek gagal Honda.
Meski begitu, Miller justru melihatnya dengan cara berbeda. Meski duduk di peringkat 19, ia sukses membekuk juara dunia MotoGP 2006, Nicky Hayden; runner up WorldSBK 2013, Eugene Laverty; dan rider senior Karel Abraham, yang mengendarai motor yang sama dengannya.
"Tahun pertama saya di MotoGP bukan bahan lelucon. Saya datang sebagai debutan tanpa pengalaman apa pun kecuali di atas motor 125cc dan Moto3, dan saya sukses mengalahkan Nicky Hayden, Eugene Laverty, dan Karel Abraham, di atas motor yang sama," ungkap Miller.
Kontrak Tim Pabrikan Ducati Adalah Penegasan
"Ketiganya adalah seorang juara dunia, seorang pemenang WorldSBK, dan rider berpengalaman. Saya merasa tak terlalu dianggap positif kala itu, tapi setelahnya saya berhasil membuktikannya. Saya memang rider yang bisa finis lebih dulu," lanjut rider asal Australia ini.
Meski tak memungkiri bahwa tiga tahun pertamanya di MotoGP penuh jalan bergeronjal, Miller yakin kini dirinya sudah berhasil membuktikan diri bahwa tanpa pernah turun di Moto2, ia juga bisa menjadi salah satu pebalap papan atas di kelas para raja.
"Saya adalah pebalap tim pabrikan Ducati dengan koleksi enam podium dan satu kemenangan yang bersanding dengan nama saya. Hasil itu saja seharusnya sudah bisa jadi bukti. Tapi kontrak tim pabrikan memberi penegasan," tutup pebalap berusia 25 tahun ini.
Video: Marc Marquez Optimistis MotoGP Dimulai Pertengahan Juli 2020
Baca Juga:
- Jack Miller Tuding Honda Selalu Setengah Hati Beri Dukungan
- Jack Miller Rela Digaji Rendah demi Bela Ducati Team
- 'Pendepakan Alex Marquez Bakal Bikin Marc Marquez Akhiri Kontrak Lebih Awal'
- Fabio Quartararo: Semua Rider Tiru Program Latihan Marc Marquez
- Ducati: Berat Rasanya Harus Depak Petrucci demi Gaet Miller
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 1 Juli 2026 10:00Prediksi Piala Dunia 2026: Portugal vs Kroasia 3 Juli 2026
-
Piala Dunia 1 Juli 2026 09:00Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Austria 3 Juli 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 1 Juli 2026 10:07Prabowo Ingatkan Polri Jangan Sombong
-
Liputan6 1 Juli 2026 09:58Prabowo: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik
-
Liputan6 1 Juli 2026 09:51Kapolri Anugerahi Prabowo Medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana
-
Liputan6 1 Juli 2026 09:273 Anggota Polri Dapat Bintang Bhayangkara Narariya, Ini Daftarnya
-
Liputan6 1 Juli 2026 09:04Dua Demo Siap Warnai HUT Bhayangkara, Ini Lokasinya
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























