
Nexify - Meski posisinya di Ducati Lenovo Team terancam oleh Enea Bastianini, Jack Miller tak ragu memberikan pujian usai rider Gresini Racing itu mengalahkannya dan memenangi balapan MotoGP Austin, Minggu (10/4/2022). Lewat The Race, Miller menyebutkan banyak faktor yang membuat Bestia sangat menyatu dengan Ducati.
Dalam balapan itu, Miller sempat memimpin selama 15 lap, sebelum disalip oleh Bastianini pada Lap 16 dan Alex Rins pada Lap 20. Sama-sama mengendarai Ducati, meski berbeda spek, Miller jadi paham betul mengapa Bastianini sangat kompetitif. Perlu dicatat, bahwa ini adalah kemenangan kedua Bestia usai Seri Qatar.
Miller menyatakan bahwa gaya balap dan ergonomi Bastianini cukup spesial hingga Desmosedici GP21 jinak di bawah kendalinya. "Jujur saja, andai tahu caranya, saya bakal melakukannya juga! Namun, Enea berkendara dengan sangat baik. Saat menyalip Anda, ia terkesan tak perlu ngotot," ujar rider Australia ini.
"Enea punya gaya balap di mana ia duduk tepat di tengah motor, dan kepalanya selaras dengan derajat kemiringan. Jika Anda amati, motornya bergerak dengan mulus. Ia sungguh solid, gaya balapnya cocok. Ia mampu bikin motornya bergerak sesuai arahannya dan bertahan dengan tangguh sekaligus tenang," lanjut Miller.
Postur Mungil Enea Bastianini Membantu

Selain itu, Bastianini yang tingginya 168 cm dan berat badannya 64 kg juga dinilai Miller sangat membantu strategi menghemat ban dan mendukung kecepatan puncak (top speed) Ducati di trek lurus. Sebagai catatan, Miller memiliki berat badan yang sama dengan Bastianini, namun tingginya 173 cm.
"Sudah jelas ia pria seukuran saku, orang yang mungil, jadi ia bisa melaju sangat cepat di trek lurus. Ia juga bisa mengerem dengan sangat baik, karena jika Anda tak punya badan yang 10 kg lebih berat, maka itu membantu! Semua ini berkat Enea sendiri," ungkap rider berjuluk The Thriller ini.
Miller mengaku mengamati Bastianini sejak 2021, saat rider 24 tahun itu naik Desmosedici GP19. Kini, Bastianini naik GP21, dan Miller makin paham kekuatannya. "Tahun lalu ia pakai GP19 dan masalah saya sama. Ia melakukan manuver yang sama persis pada saya tahun lalu, bedanya kala itu kami berebut posisi keenam," tuturnya.
"Jadi, semua ini terjadi karena Enea sendiri. Caranya mengatur gas sungguh menakjubkan. Ia tak benar-benar pakai ban belakang untuk berbelok, sementara bagi saya ini adalah masalah besar. Saya selalu pakai ban belakang untuk untuk berbelok, sementara ia berkendara dengan mulus dan cepat," lanjut Miller.
Enea Bastianini Akui Justru Tiru Gaya Jack Miller

Rider 27 tahun ini pun berbesar hati mengakui bahwa dirinya hanya bisa bermimpi untuk bisa berkendara seperti Bastianini. "Untuk manajemen ban, ini adalah gaya terbaik dan ini semua berat dia. Andai saja saya bisa berlatih dengan gayanya. Saya sudah mencoba selama tujuh tahun dan masih belum bisa!" ujarnya.
Uniknya, Bastianini mengakui caranya berkendara di atas Ducati terus membaik setelah tekun mempelajari data Miller bersama timnya. Bastianini menyatakan, meniru gaya balap Miller bakal memberikan manfaat jangka panjang, karena menurutnya gaya balap mereka paling mirip di antara rider-rider Ducati lainnya.
"Beberapa pembalap punya gaya yang sangat berbeda dari saya, namun gaya Jack cukup dekat dan saya membandingkan data dengannya setiap waktu. Motor kami juga sangat mirip, GP21 dengan beberapa aspek GP22, dan saya rasa kemajuannya tak banyak. Jadi, saya tak punya keunggulan," kata juara Moto2 2020 ini.
"Saya merasa sangat cepat di corner entry, terutama jika ada zona pengereman yang besar. Namun, saya harus membayarnya di tengah tikungan. Saya lebih lamban, apalagi jika membandingkan data dengan Jack dan Jorge (Martin) di garasi. Saya harus memperbaiki ini, karena gaya balap saya terlalu berbeda," tutupnya.
Sumber: The Race
Baca Juga:
- Enea Bastianini: Kalau Repsol Honda Mendekat, Saya Nggak Akan Nolak
- Enea Bastianini: Bela Tim Pabrikan Ducati 2023? Saya Pikir Nanti-Nanti Saja
- Fabio Quartararo Bakal Tentukan Masa Depan di Yamaha Sebelum Musim Panas
- Jorge Martin Bisa Hengkang, Pramac Racing Getol Pertahankan Johann Zarco
- Habis Menang, Aleix Espargaro-Aprilia Justru Alot Negosiasi Kontrak Baru
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 15:00Manchester United Segera Ajukan Tawaran Perdana untuk Manu Kone
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 08:29Prediksi Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol 15 Juli 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 7 Juli 2026 19:017 Pembalap Yamaha Borong IMI Awards 2026
SOROT
-
Liputan6 13 Juli 2026 09:50Hashim Klarifikasi Dikaitkan dengan Agen CIA Palsu
-
Liputan6 13 Juli 2026 08:53Hari Pertama Masuk Sekolah, Lalu Lintas Jakarta Padat
-
Liputan6 13 Juli 2026 08:00Perbaiki Pompa Air, Pria di Sukabumi Tewas Terjatuh ke Sumur
-
Liputan6 13 Juli 2026 07:13Rumah Terbakar, Pasutri Lansia Tewas Berpelukan
-
Liputan6 13 Juli 2026 05:27Pemerintah Targetkan Masalah Gunungan Sampah Beres 2028
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























