
Nexify - MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring pada Minggu (19/6/2022), benar-benar menjadi mimpi buruk bagi Honda. Tak hanya karena sang penguasa trek, Marc Marquez, absen, tapi juga hasil finis terbaik pembalapnya adalah posisi 16 lewat Stefan Bradl, sementara tiga rider lainnya gagal finis.
Sejak Sachsenring menggelar Grand Prix Jerman untuk pertama kali pada 1998, Honda menjadi pabrikan tersukses di kelas tertinggi (GP500/MotoGP) lewat 17 kemenangan. Bahkan, 11 kemenangan terakhir diraih secara beruntun, yakni 3 lewat Dani Pedrosa dan 8 lewat Marc Marquez.
Alhasil, ini adalah pertama kalinya Honda gagal meraih satu pun poin dalam balapan GP500/MotoGP dalam kurun 40 tahun. Terakhir hal ini terjadi dalam GP500 Prancis di Sirkuit Nogaro pada 9 Mei 1982. Kali ini, mereka juga harus legawa melihat kemenangan jatuh ke tangan Yamaha lewat Fabio Quartararo.
Kesialan Honda dimulai pada Lap 6, ketika rider LCR Honda Castrol, Alex Marquez, masuk ke pit akibat kendala teknis. Tak sampai satu lap kemudian, giliran sang tandem, Takaaki Nakagami, terjatuh keras di Tikungan 8. Pada Lap 22, rider Repsol Honda, Pol Espargaro, masuk ke pit usai tersandung masalah fisik.
Kaki Pol Espargaro dan Stefan Bradl Terbakar

Rusuk Espargaro kesakitan usai dua kali kecelakaan hebat pada sesi FP1, dan kondisi fisiknya turun drastis usai terkena gelombang panas yang melanda Jerman. Suhu motornya mencapai 100°C, dan bagian dalam sepatu botnya mencapai 50°C. Tak hanya kakinya terbakar, ia juga pusing karena tak bisa bernapas dengan udara segar.
Bradl, sebagai pengganti Marc Marquez dan tuan rumah, jadi rider Honda satu-satunya yang bertahan. Namun, ia hanya finis ke-16, alias pulang tanpa poin. Bradl juga tak lepas dari kendala fisik. Juara dunia Moto2 2011 harus bertahan dari serangan panas, dan ia pun melempar kritik tajam pada Honda karena tak punya inovasi fairing yang apik.
"Sungguh disayangkan pabrikan seperti Honda tak bisa merakit fairing yang bisa mendinginkan pembalap dan motor. Usai membuntuti beberapa rider dalam beberapa tikungan pertama, saya tak bisa mengerem karena tangan kanan dan tuas rem saya menjadi sangat panas, sehingga tak bisa mengendalikan motor," tuturnya lewat The Race.
"Usai dua lap, saya harus mundur demi dapat udara segar untuk motor dan tubuh saya. Saya hanya coba finis, tapi secara fisik ini sudah kelewat batas. Kaki kanan saya juga terbakar akibat sangat panas. Sungguh tak bisa diterima bahwa kami harus menghadapi situasi macam ini. Kami harus memperbaikinya," ungkap test rider Honda ini.
Takaaki Nakagami Keluhkan Hal yang Sama

Espargaro juga mengaku rusuknya semakin kesakitan akibat kondisi ekstrem ini. "Rusuk saya butuh waktu untuk pulih, dan saat dibebani terus menerus dengan naik motor MotoGP, maka kondisinya terus memburuk. Saya disuntik penghilang rasa sakit sebelum balapan, namun kondisi panas tak membantu, justru bikin bengkak," kisahnya.
"Saya juga tak bisa bernapas. Saya jadi agak pusing, ditambah lagi kaki saya kepanasan. Masalahnya, kami sudah melewati dua tahun begini terus, sejak saya tiba (di Honda). Saya pun merasa sangat kesakitan, sehingga memutuskan berhenti. Saya tak bisa lanjut. Kondisinya terlalu ekstrem," lanjut juara dunia Moto2 2013 ini.
Nakagami uniknya sudah merasakan kendala ini sejak Sabtu, bahkan ketika cuaca Sachsenring lebih sejuk. Ia pun semakin waswas ketika mendengarkan keluhan Bradl dan Espargaro. Sama seperti mereka, rider Jepang ini merasakan panas luar biasa di kaki kanan.
"Di FP4, saya dapat masalah yang sama. Sensasi terbakar muncul dari kaki kanan, untungnya masalah saya lebih sedikit ketimbang Stefan. Kami memodifikasi bagian dalam sepatu bot, dan pada fairing kami menempelkan selotip reflektif demi menghindarinya. Namun, saya hanya balapan selama tujuh lap, jadi masalah saya tak terlalu besar," pungkasnya.
Sumber: The Race
Baca Juga:
- Tunggu 3 Bulan, Lewis Hamilton Akhirnya Podium Lagi di Formula 1 Kanada
- Dapat Long Lap Penalty, Jack Miller Tetap Bisa Naik Podium di Sachsenring
- Yakin Takkan Dibantu Team Order, Johann Zarco: Dukungan Ducati Sudah Mentok
- Pecco Bagnaia Marah Gagal Finis Lagi, Tak Terima Jatuh di Sachsenring
- Menang Dominan di Sachsenring, Fabio Quartararo Justru Kesulitan Atur Konsumsi Ban
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 5 Agustus 2026 17:07Ketika Aremania Memindahkan Tribun Piala Presiden 2026 ke Angkringan
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 13:13Vinicius Junior Fokus Bersinar di Bawah Jose Mourinho, Abaikan Rumor Arsenal
-
Editorial 5 Agustus 2026 10:596 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
-
Liga Italia 5 Agustus 2026 10:43Galatasaray Gencar Rayu Rafael Leao, Victor Osimhen Ikut Bantu
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 19:26Lamine Yamal Beri Sinyal Dukung Barcelona Rekrut Julian Alvarez
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 5 Agustus 2026 20:39Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:11Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:58Diberhentikan Sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji 50 Persen
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:47Awal Mula Penemuan Mayat Korban Mutilasi dalam Karung di Depok
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























