
Nexify - Akhir pekan ini, yakni pada 5-7 November, MotoGP akan kembali beraksi di Sirkuit Portimao, Portugal, untuk menjalani Seri Algarve. Sebelumnya, trek ini sudah menggelar Seri Portugal pada April lalu, yakni saat rider Pramac Racing, Jorge Martin, mengalami kecelakaan yang membuatnya sempat memikirkan kemungkinan pensiun.
Kala itu, Martin terjatuh keras di Tikungan 7 pada sesi FP3. Ia berguling di atas gravel dengan tujuh kali benturan yang dampaknya melebihi 20G. Data Alpinestars menyatakan empat di antaranya setinggi 25G, bahkan yang dua lagi mencapai 26G. Martin juga mengalami delapan patah tulang di berbagai tempat berbeda pada tubuhnya.
Tak hanya itu, rider 23 tahun itu juga sempat hilang kesadaran. Akibat cedera ini, ia harus absen empat balapan. Rider berstatus debutan ini sempat takut, kepikiran terpaksa pensiun dini karena tubuhnya tak kunjung pulih. Nyatanya, ia mampu comeback. Total, ia meraih tiga pole, tiga podium, yang salah satunya kemenangan di Seri Styria.
Ubah Pola Pikir karena Tak Mau Ulang Kesalahan

"Saya tiba di MotoGP sebagai debutan, jadi naik podium di balapan kedua (Seri Doha) sangat menakjubkan. Sayang, saya lalu dirundung cedera parah. Jadi, saya tak menyangka bisa naik podium lagi di sisa musim. Saya belajar banyak dari insiden di Portimao. Saya banyak berubah," kisah Martin via MotoGP.com, Selasa (2/11/2021).
Rider berjuluk Martinator ini menyatakan, insiden tersebut mengubah cara pandang dan pendekatannya pada pekan balap. Saat tiba di trek-trek baru dengan motor MotoGP, kini ia tak lagi gegabah dalam mempelajarinya. Ia justru mampu bersikap tenang dalam mencoba memahami cara meningkatkan performa di tiap sesi.
"Kini saya lebih jeli di mana harus ambil risiko, karena saya tak mau mengulang kesalahan. Insiden itu nyaris mengubah hidup saya, karena saya pikir saya takkan bisa mengendarai motor MotoGP lagi. Jadi, rasanya sulit dipercaya bahwa kemudian saya meraih pole dan podium secara beruntun (di Styria dan Austria)," tuturnya.
Tahun Terbaik Sekaligus Terburuk, Lebih Banyak Baiknya

Cedera parah dan juga kemenangan di Styria pun membuat rider berusia 23 tahun ini meyakini bahwa 2021 merupakan tahun terburuk sekaligus terbaiknya. Namun, ia yakin musim ini memberinya banyak berkah, apalagi ia mengendarai Ducati, pabrikan impiannya sejak anak-anak, bahkan dapat motor spek pabrikan.
"Tahun ini tahun terbaik sekaligus terburuk bagi saya. Saya merasa tahun ini terasa paling 'hidup' sepanjang hidup saya. Berkat motor saya, saya jadi bisa menjalani impian, dan motor itu memberi saya segalanya. Musim ini adalah kesuksesan, karena saya punya keseimbangan yang baik dengan motor," ujar juara dunia Moto3 2018 ini.
"Sensasi saya sangat baik sejak awal. Saya pikir tadinya bakal sulit beradaptasi dengan Ducati, karena debutan-debutan masa lalu selalu kesulitan. Namun, motor ini justru membantu saya karena cocok dengan gaya balap saya. Jadi, saya tak perlu mengubah banyak hal. Itulah alasan saya kompetitif," pungkas Martin.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- LCR Honda Sedih Taka Nakagami-Alex Marquez Jeblok, Tekanan Jadi Kendala
- Yamaha Terbukti Motor Juara, Franco Morbidelli: Selangkah Dekati Papan Atas
- Jorge Martin Ambisius Pindah ke Tim Pabrikan Ducati di MotoGP 2023
- Jorge Martin: Saya Bisa Menang di MotoGP Berkat Jorge Lorenzo
- Valentino Rossi Target Kembali Masuk 10 Besar di MotoGP Algarve
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 5 Agustus 2026 23:37Balsa Sekulic Bidik Gelar Perdana di Final Piala Presiden 2026
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 01:05BGN Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan MBG
-
Liputan6 5 Agustus 2026 23:00Menkes dan BGN Duduk Bareng Ahli Gizi, Bahas Perbaikan MBG
-
Liputan6 5 Agustus 2026 20:39Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:11Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























