
Nexify - - Manajer Tim Ducati Corse, Davide Tardozzi meyakini bahwa kisah perjuangan dan pengorbanan para pembalap MotoGP seharusnya lebih banyak dipublikasi agar menginspirasi para rider muda yang ingin turun di kejuaraan dunia. Kepada Corse di Moto, Tardozzi menyatakan bahwa kisah Franco Morbidelli bisa menjadi contoh yang baik.
Tardozzi sendiri adalah eks rider WorldSBK, dan menyambut baik adanya kategori baru World Supersport 300 (WorldSSP 300). Kategori ini memang tak seprestisius Moto3, namun membutuhkan biaya yang jauh lebih rendah dan bisa menjadi jembatan bagi para remaja yang ingin berkompetisi di ajang balap motor bergengsi di masa depan.
"WorldSBK dikelola dengan baik, terutama dengan kelas WorldSSP 300. Kategori yang mudah dijangkau seperti ini sangat diterima oleh orang yang punya semangat berkompetisi. Jalan menuju kejuaraan dunia bisa sangat mahal, bahkan berlebihan bagi keluarga para rider. Untuk mengembangkan juara masa depan, tak harus mengeluarkan banyak uang," ujar Tardozzi.
Franco Morbidelli (c) AFP
Kategori-kategori balap yang lebih ringan di arena Superbike, seperti Supersport dan Superstock juga diyakini Tardozzi tak boleh diremehkan. Bukti paling mencolok adalah Danilo Petrucci yang merupakan runner up FIM Superstock 1000 pada 2011, serta Morbidelli yang merupakan juara FIM Superstock 600 pada 2013.
"Kita lihat Franco. Saya punya rasa hormat yang tinggi atas apa yang ia lakukan di lintasan, serta attitude, semangat dan dedikasinya. Ia adalah rider yang dulunya tak punya dukungan besar. Ia harus berjuang sendiri meraih segalanya, pertama di Supersport dan lalu meraih gelar di Moto2," ungkap Tardozzi.
Morbidelli memang memiliki masa lalu yang cukup kelam. Tak hanya sulit mendapat dukungan untuk balapan, rider Italia ini juga ditinggalkan sang ayah yang bunuh diri beberapa tahun lalu. Beruntung, usai menjadi juara Superstock 600, ia dinaungi oleh Valentino Rossi di VR46 Riders Academy.
"Saya rasa kisah-kisah rider seperti ini harus diketahui lebih luas, karena tidak benar bahwa semua pembalap hidup dengan gaya glamor. Saya ingin media lebih banyak menceritakan kisah rider-rider ini, begitu pula pengorbanan mereka demi memenuhi passion mereka dan merebut gelar dunia," pungkas Tardozzi.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 11:15Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026, 15-16 Juli 2026
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 11:00Man of the Match Argentina vs Swiss: Julian Alvarez
-
Piala Dunia 12 Juli 2026 10:14Bola Tidak Kena Kabel, FIFA Nyatakan Gol Pertama Jude Bellingham Sah!
BERITA LAINNYA
-
otomotif 7 Juli 2026 19:017 Pembalap Yamaha Borong IMI Awards 2026
SOROT
-
Liputan6 12 Juli 2026 08:04
Daftar BUMN Penggarap 5 Bendungan yang Diresmikan Prabowo
-
Liputan6 12 Juli 2026 01:15Bahlil ke Kader Golkar: Jangan Jadi ABS, Berani Koreksi Pemerintah
-
Liputan6 12 Juli 2026 00:28Bahlil Jagokan Wihaji Pimpin MKGR: Saya Kenal Sejak Sama-Sama Susah
-
Liputan6 11 Juli 2026 22:4426 Negara Hadiri KAA 2026, Ada Agenda Khusus untuk Palestina
-
Liputan6 11 Juli 2026 21:5510 Orang Lapor, USU Panggil Terduga Pelaku Pelecehan
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























