
Nexify - - Rider Repsol Honda, Marc Marquez mengaku ogah kelewat pecaya diri dalam menghadapi MotoGP Austin, Texas di Circuit of The Americas (COTA) pada 12-14 April mendatang. Kepada EFE, ia mengaku tak ingin membebani diri sendiri, meski menyadari banyak orang yang berekspektasi tinggi padanya.
Marquez memang dikenal sebagai 'raja' di Amerika Serikat. Sejak 2011, ia benar-benar tak terkalahkan di seluruh sirkuit penyelenggara balapan di Negeri Paman Sam, baik saat ia turun di Moto2 maupun MotoGP. Secara total, ia mengoleksi 12 kemenangan, yang ia raih di Indianapolis Motor Speedway, Laguna Seca, dan COTA.
COTA pun menjadi tempat favorit Marquez, yang juga tempat ia memiliki rekor fantastis. Sejak sirkuit itu menggelar MotoGP pada 2013, rider Spanyol tersebut sama sekali tak terkalahkan, dan seluruh kemenangan di sana ia raih dari pole position. Kini ia pun di ambang pole dan kemenangan ketujuh.
Ekspektasi Rendah Lebih Baik
"Austin adalah sirkuit yang saya sukai. Tapi logisnya tetap ada beban. Saya menang di sana selama enam tahun terakhir, jadi semua orang berekspektasi tinggi," ungkap sang tujuh kali juara dunia tersebut.
Meski punya rekor fantastis dan menganggap COTA sebagai salah satu sirkuit favoritnya, Marquez ogah sesumbar dan datang ke Austin dengan rasa percaya diri kelewat tinggi. Ia lebih memilih untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
"Hidup mengajarkan bahwa bijaknya adalah berekspektasi rendah. Jika tak bisa menang, Anda harus tetap fokus pada balapan. Pada akhirnya, kejuaraan ini adalah perang, dan kami ingin memenangkannya," ujar rider berusia 26 tahun ini.
Belum Bosan Menang
Di lain sisi, Marquez mengaku takkan bersantai-santai. Kemenangan di COTA nanti juga akan menjadi faktor krusial untuk mempertahankan statusnya sebagai juara dunia dan merebut gelar kedelapan. Ia menegaskan bahwa ia belum bosan menjadi rider terbaik.
"Jika terus-terusan menang, siapa yang bakal bosan? Pada akhir tahun, Anda bisa merayakan gelar, dan itulah yang memotivasi Anda menjalani tahun berikutnya. Saya selalu ingin mengulang momen menyenangkan dan euforia itu. Lagipula, dalam usia 26 tahun, saya tak butuh motivasi ekstra," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 6 Agustus 2026 10:00Luciano Spalletti Ungkap Kunci Juventus Kalahkan Chelsea
-
Bola Dunia Lainnya 6 Agustus 2026 09:27Lionel Messi Cetak Brace, Inter Miami Libas Atletico San Luis 4-2
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 08:47Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 10:01War Tiket HUT ke-81 RI Diserbu 128 Ribu Orang, Peserta dari 14 Negara
-
Liputan6 6 Agustus 2026 09:43Penduduk Jakarta Berkurang Ribuan Orang, Ini Data Terbarunya
-
Liputan6 6 Agustus 2026 08:46Pamit Nonton Voli, Pelajar SMP Ditemukan Tewas di Waduk Greneng
-
Liputan6 6 Agustus 2026 07:34Babak Baru Kasus Pembunuhan Nus Kei
-
Liputan6 6 Agustus 2026 06:13Jakarta Bakal Diguyur Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Liputan6 6 Agustus 2026 05:50Detik-Detik Avanza Tabrak 7 Motor Penjemput Pelajar MTsN di Bandar Lampung
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























