
- Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti baru-baru ini menyatakan bahwa timnya akan melakukan strategi tim yang sangat berbeda di MotoGP 2019. Mulai musim depan, pabrikan asal Italia itu akan menerapkan status 'nomor satu' bagi salah satu pembalapnya, yakni Andrea Dovizioso.
Sejak turun di MotoGP pada 2003, Ducati selalu memberikan status yang setara pada kedua pembalapnya, termasuk pada Dovizioso dan Jorge Lorenzo selama dua musim belakangan. Meski begitu, Ciabatti mengaku bahwa hal ini akan segera berubah.
Sebagai pengganti Lorenzo, Danilo Petrucci yang saat ini masih membela Alma Pramac Racing, akan menjadi tandem Dovizioso. Keduanya akan sama-sama mengendarai Desmosedici GP19 dan mendapat dukungan teknis serupa, namun Ciabatti mengaku Dovizioso akan lebih diistimewakan.
Dua Rider Kuat Tak Selalu Untung
Ciabatti pun menyatakan bahwa pihaknya dilematis dalam memiliki dua pembalap yang sama kuat, seperti Dovizioso dan Lorenzo. Pada satu sisi, dua rider kuat bisa mempercepat proses pengembangan motor dan membuat peluang Ducati meraih lebih banyak kemenangan lebih besar.
Di lain sisi, punya dua rider top juga bisa membuat keduanya tak akur, bersaing lebih sengit, hingga risiko pun kian tinggi. Punya dua rider top tampak seperti sebuah keuntungan, tapi juga ada kemungkinan mereka bisa mencuri poin dari satu sama lain, atau bahkan lebih buruk, ungkap Ciabatti kepada GPOne.
Di Jerez, Dovi ingin menyalip Jorge, Jorge berusaha bertahan, lalu terjadi kecelakaan (dengan Dani Pedrosa). Di Le Mans, hal sebaliknya terjadi. Dovi ada di depan, mencoba mencetak margin dan akhirnya jatuh. Dari hal ini kami telah belajar: demi mengalahkan seorang juara seperti Marc Marquez, yang tak hanya cepat tapi juga konsisten, menggabungkan dua rider top bukanlah pilihan ideal, lanjutnya.
Dovizioso Si 'Nomor Satu'

Pria asal Italia ini pun akhirnya blak-blakan, bahwa Dovizioso akan menjadi rider nomor satu di tim pabrikan Ducati musim depan, mengingat kemampuan dan peluangnya merebut gelar dunia selama dua tahun belakangan terbukti tinggi. Di lain sisi, Ducati akan tetap berusaha mendukung Petrucci dengan perangkat terbaik.
Dovi akan jadi satu-satunya rider kami, dan Danilo adalah rekan setimnya. Kami tak memakai sebutan \'rider kedua\', tapi Dovi telah terbukti berpeluang meraih gelar dunia, dan di antara keduanya ada rasa hormat. Mungkin bergabung dengan tim pabrikan akan memberi Danilo hal ekstra, yang jelas tak bisa ia dapatkan di Pramac, pungkas Ciabatti.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 14:00Mau Kalahkan Norwegia, Inggris Harus Bisa 'Matikan' Erling Haaland
-
Liga Inggris 11 Juli 2026 13:00Gelandang Timnas Prancis Ini Gantikan Ederson di Manchester United?
-
Piala Dunia 11 Juli 2026 11:00Baru Cetak Satu Gol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal: Bodo Amat!
BERITA LAINNYA
-
otomotif 7 Juli 2026 19:017 Pembalap Yamaha Borong IMI Awards 2026
SOROT
-
Liputan6 11 Juli 2026 13:31Bendungan Meninting Diresmikan, Akhiri Konflik Petani di NTB
-
Liputan6 11 Juli 2026 13:05Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak-Anak
-
Liputan6 11 Juli 2026 12:56Kekayaan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan Anak Buah
-
Liputan6 11 Juli 2026 12:08Rincian Uang Diterima Bupati Sukoharjo dari Peras Anak Buah
-
Liputan6 11 Juli 2026 11:44Kode Bupati Sukoharjo Peras Anak Buah: Samakan dengan Bapak
-
Liputan6 11 Juli 2026 10:45KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka Pemerasan
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























