
Nexify - Jorge Lorenzo diketahui berkali-kali menyatakan dirinya sempat mengalami depresi usai terdepak dari Ducati Team pada awal musim MotoGP 2018 lalu. Kepada DAZN, seperti yang dikutip Speedweek pada Selasa (4/1/2022), ia pun mengaku itu adalah salah satu masa-masa terkelam dalam kariernya di ajang balap motor.
Lorenzo memang hengkang dari Yamaha ke Ducati pada 2017 dan diharapkan langsung jadi juara. Sayang, ia malah puasa kemenangan selama 1,5 tahun dan sulit adaptasi dengan Desmosedici. Melihat Lorenzo tak kunjung menang, Ducati pun pada awal 2018 mengambil keputusan menggantinya dengan Danilo Petrucci untuk 2019.
Sang lima kali juara dunia pun pontang-panting mencari tim pabrikan lain untuk 2019, namun opsi terbaiknya adalah Petronas Yamaha SRT yang justru berstatus tim satelit. Jika bergabung dengan tim itu, Lorenzo juga dipastikan takkan dapat motor pabrikan teranyar. Situasi ini pun membuatnya sangat sedih dan kehilangan motivasi.
"Saya agak depresi, karena kala itu saya memahami bahwa saya takkan punya motor pabrikan pada 2019. Padahal, saya merasa pada momen terbaik dalam karier saya. Saya melihat segalanya secara negatif dan hanya ingin tidur. Entah apakah itu depresi ringan atau sekadar momen yang kelam. Tapi yang jelas saya sangat sedih," kisah Lorenzo.
Sempat Ogah-ogahan Latihan karena Galau

Namun, semua berubah ketika Dani Pedrosa memutuskan pensiun, hingga satu tempat di Repsol Honda kosong untuk 2019. Honda Racing Corporation (HRC) mempertimbangkan kans untuk menggaet Lorenzo, dan meminta Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, meneleponnya. Puig pun membeberkan kisah versinya mengenai momen itu.
"Kala itu Jorge mengalami momen berat di Ducati. Situasinya tak sesuai rencana dan ia mengalami beberapa masalah. Honda pun memutuskan bicara dengannya, dan saya ingat ketika saya meneleponnya. Kami tak langsung menyepakati apa pun, namun kami sama-sama punya ide soal apa yang harus dilakukan," ujar Puig.
Hilangnya motivasi Lorenzo juga dikonfirmasi oleh pelatih fisiknya kala itu, Ivan Lopez. Lopez menyebut Lorenzo malas-malasan berlatih sebelum Puig menelepon. "Kala itu kami berada di sebuah hotel di Barcelona. Saya pun membawakan sepeda untuk latihan di kamarnya, karena ia tak mau latihan," tuturnya.
Motivasi Langsung Kembali Usai Sepakat dengan Honda

Lopez pun mengaku sampai harus memaksa Lorenzo untuk latihan. "Jorge sangat ragu untuk mengayuh sepedanya, sampai Alberto meneleponnya. Ketika mereka selesai bicara, Jorge memeluk saya dan melompat-lompat di atas kasur, 'Aku dapat tempat! Aku dapat!' Momen itu mengubah perilakunya," lanjut Lopez.
Usai kesepakatan dengan Honda akhirnya tercapai, Lorenzo pun kembali menemukan motivasi, dan bahkan menggebrak dengan kemenangan besar di Mugello dan Catalunya di atas Ducati. Peristiwa itu membuat Ducati banjir kritik karena terlalu dini ambil keputusan mendepak Lorenzo dan menggantinya dengan Petrucci.
"Pembalap yang sama bisa ada di posisi terbaik jika punya kepercayaan diri dan mental yang baik, begitu pula jika fisiknya bugar, serta nyaman dengan motor dan timnya. Saat semuanya bersatu, seorang rider bisa tampil jauh lebih superior dari lainnya," tutup Lorenzo, yang sayangnya dirundung cedera punggung pada 2019 dan harus pensiun.
Sumber: DAZN, Speedweek
Baca Juga:
- Kangen Aksi Valentino Rossi? Jangan Lewatkan Gulf 12 Hours 2022, Ini Jadwalnya
- Jorge Lorenzo: Saya dan Valentino Rossi Harus Berjauhan agar Bisa Akur
- Ponsel Hilang di Gurun, Penyebab Danilo Petrucci Gagal Penuhi Stage 2 Reli Dakar 2022
- Lorenzo: Marquez Bisa Tambah Gelar, Tapi Takkan Samai Karisma Rossi
- Raul Fernandez Masih Belum Bisa Percaya Akhirnya Naik Kelas ke MotoGP
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 5 Agustus 2026 23:37Balsa Sekulic Bidik Gelar Perdana di Final Piala Presiden 2026
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 21:23Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 5 Agustus 2026 23:00Menkes dan BGN Duduk Bareng Ahli Gizi, Bahas Perbaikan MBG
-
Liputan6 5 Agustus 2026 20:39Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:11Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:58Diberhentikan Sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji 50 Persen
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
























