
Nexify - Pol Espargaro boleh jadi belum meraih hasil mentereng selama membela Repsol Honda sejak awal musim MotoGP 2021. Namun, rider berusia 30 tahun ini sangat yakin dirinya punya kecocokan karakter dengan RC213V sejak pertama kali mengendarainya pada masa pramusim. Ia yakin ini hanyalah soal waktu adaptasi.
Sejak sama-sama berlaga di kelas-kelas balap yang lebih ringan, Espargaro dan Marc Marquez memang kerap disebut memiliki gaya balap yang sangat mirip. Atas alasan inilah Repsol Honda menggaet Espargaro untuk dijadikan tandem Marquez, dengan harapan setidaknya bisa menyamai performa sang delapan kali juara dunia.
Berkebalikan dengan kebanyakan rider atau eks rider Honda lainnya, Polyccio menyatakan bahwa RC213V sejatinya bukanlah motor yang paling sulit dijinakkan di MotoGP. Namun, untuk meraih hasil baik di atas motor tersebut, seorang rider harus menemukan keseimbangan dari gaya balap, karakter motor, dan setupnya.
Semua Motor MotoGP Memang Sulit, Tak Hanya Honda

"Sejak pertama kali naik Honda, saya langsung tahu motor ini milik saya. Motor ini cocok untuk gaya balap saya, dan saya sangat suka. Semua bilang Honda sangat sulit dikendarai, tapi bagi saya tak sesulit itu. Ini bukan soal sulit atau tidaknya sebuah motor, karena toh semua motor memang sulit dikendarai," ujarnya via MotoGP.com, Rabu (14/7/2021).
"Anda harus bekerja super keras di atas motor apa pun. Ini tergantung cara Anda berkendara, lebih sulit di atas motor ini atau di atas motor itu. Dalam kasus saya, saya sangat menyukai Honda dan saya merasa motor ini cocok untuk saya. Saya suka berkendara mencapai limit dan terjatuh akibat ban depan yang selip," ungkap Espargaro.
Dalam sembilan seri pertama, Espargaro pun mencatat jumlah kecelakaan terbanyak dengan 13 insiden. Namun, ia tak mempermasalahkannya. Pasalnya, menurutnya dengan cara inilah seorang pembalap bisa memahami limit performa motor. Uniknya, ini metode kerja yang juga diterapkan Marquez selama berkarier di MotoGP.
Sudah Jadi Rutinitas, Bahkan Sejak Masih di KTM
"Saya orang yang selalu mengerahkan segalanya meski kadang konsekuensinya buruk, contohnya saat jatuh tiga kali dalam satu pekan balap. Tapi inilah pendekatan saya pada pekan balap. Saya selalu menjalani pekan balap seolah itu yang terakhir dalam karier saya. Saya rasa, ini satu-satunya cara berkendara di MotoGP," tutur Espargaro.
Rider Spanyol ini bahkan menyatakan metode kerja dalam mencari limit performa ini sudah ia lakukan selama empat tahun membela KTM, tepat sebelum ia pindah ke Honda. "Saya merasa inilah rutinitas saya. Saya pun memberitahu Honda, karena saya merasa cara mencari kemajuan adalah mencari limit performa motor," ungkapnya.
"Cara mengetahui limitnya adalah saat Anda kecelakaan. Anda akan tahu limitnya ketika ban depan Anda terkunci dan kemudian mengalami highside. Saat ini saya kerap mengalaminya, dan saya pun berharap hal ini bisa membawa saya ke tempat yang bisa saya banggakan kelak," pungkas juara dunia Moto3 2013 ini.
Sumber: MotoGP
Video: Angka Covid-19 Meningkat, Australia Batalkan MotoGP dan Formula 1
Baca Juga:
- 'Klasemen' Kecelakaan Tengah Musim MotoGP 2021: Pol Espargaro Memimpin
- Cedera Lutut Rumit, Franco Morbidelli Bisa Absen 4 Balapan Lagi
- Tunggu Keputusan Valentino Rossi, Petronas SRT Kesengsem Banyak Rider Muda
- Andrea Dovizioso Masih Sisakan 3 Uji Coba MotoGP Bareng Aprilia
- Maverick Vinales Tegas Tolak Vakum Setahun dari MotoGP
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 05:16Prediksi Piala Presiden 2026: Persija vs Arema FC 6 Agustus 2026
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 04:52Prediksi Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya 6 Agustus 2026
-
Liga Eropa Lain 6 Agustus 2026 04:25Hasil Uji Coba: PSG Dibungkam Mallorca 0-3 pada Laga Perdana Pramusim
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 04:17Hasil Uji Coba: Arsenal Tumbang 1-3 dari Real Betis
BERITA LAINNYA
-
otomotif 21 Juli 2026 18:02David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 05:00Ketika Empati Hilang, Coreng Wajah Pelayanan Kesehatan
-
Liputan6 6 Agustus 2026 01:05BGN Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan MBG
-
Liputan6 5 Agustus 2026 23:00Menkes dan BGN Duduk Bareng Ahli Gizi, Bahas Perbaikan MBG
-
Liputan6 5 Agustus 2026 20:39Sidang Tahunan MPR Digelar 14 Agustus
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























