
Nexify - Meski Petronas Yamaha SRT merupakan tim baru di MotoGP, Fabio Quartararo meyakini bahwa tim asal Malaysia yang bermarkas di Belgia ini punya segudang pengalaman. Hal ini ia nyatakan dalam wawancaranya dengan situs resmi tim.
Sebelumnya, SRT hanya berkecimpung di Moto3 dan Moto2, dan pembentukan tim MotoGP mereka dibentuk dalam waktu yang sangat singkat. Tim ini baru dibentuk pada pertengahan tahun lalu, namun perencanaan mereka sungguh tak main-main.
Tim ini berisi orang-orang berpengalaman, yang digaet dari tim-tim ternama. Contohnya, Wilco Zeelenverg (manajer tim) dan Ramon Forcada (crew chief Franco Morbidelli) dari Yamaha Factory Team, serta Diego Gubellini (crew chief Quartararo) dari Marc VDS.
Ditambah dukungan teknis yang mumpuni dari Yamaha Motor Racing, kekuatan SRT pun menjanjikan. Atas alasan inilah Morbidelli dan Quartararo langsung mampu tampil baik di tujuh seri pertama musim ini.
Mampu Bikin Quartararo Tenang

Kerja keras dan performa SRT pun semakin disegani usai Quartararo sukses merebut dua pole, serta podium perdananya yang ia raih setelah finis kedua di Catalunya, Spanyol. Quartararo pun meyakini hasil tersebut adalah bukti bahwa SRT merupakan tim yang sangat profesional dan punya ambisi tinggi.
"Menurut saya, tim kami sangat berpengalaman. Sejak awal musim, kami bekerja dengan sangat baik. Tim juga mampu membuat saya tetap tenang bahkan dalam momen-momen buruk. Dalam situasi tenang, saya bisa melaju sangat cepat. Jadi saya sangat senang," ujarnya.
Pede Yamaha Garang di Assen
Profesionalisme, dukungan teknis, atmosfer kekeluargaan, ditambah hasil gemilang Quartararo pun membuat SRT semakin percaya diri menjalani sisa musim, yang dimulai di Sirkuit Assen, Belanda, akhir pekan ini.
"Kami akan berusaha mengulang hasil seperti di Catalunya. Jelas takkan mudah, namun Assen adalah sirkuit yang sangat saya sukai, salah satu favorit saya. Yamaha juga bekerja dengan baik di trek ini. Kami pun akan berusaha menjalani balapan dengan baik dan meraih hasil baik pula," pungkas Quartararo.
Yamaha memang dikenal menjadi pabrikan tersukses di Assen sejak 2001, yakni dengan koleksi 10 kemenangan. Tujuh kemenangan di antaranya diraih Valentino Rossi, dan sisanya diraih oleh Max Biaggi, Jorge Lorenzo, dan Ben Spies.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Lain Lain 30 Juni 2026 13:49Welcoming Dinner FimelaXclusive Batch 4: Akrab, Hangat, dan Berkesan
-
Piala Dunia 30 Juni 2026 13:21Jerman dan Akhir Sebuah Mitos
-
Piala Dunia 30 Juni 2026 12:37Pertunjukan Ketangguhan Mental Maroko
-
Piala Dunia 30 Juni 2026 12:30Bukan Pengecut, Julian Nagelsmann Menolak Mundur dari Timnas Jerman!
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 30 Juni 2026 14:05Sidang Vonis Nadiem, Hakim Ungkap Peran Jurist Tan dan Fiona
-
Liputan6 30 Juni 2026 13:56Hakim Sebut Nadiem Punya Niat Menguntungkan Korporasi Lewat Chromebook
-
Liputan6 30 Juni 2026 13:51Hakim Nilai Unsur Menguntungkan Google Terbukti dalam Kasus Chromebook
-
Liputan6 30 Juni 2026 13:45Hakim Bebaskan Nadiem dari Dakwaan Primer Korupsi Chromebook
-
Liputan6 30 Juni 2026 13:42Ada Goenawan Mohamad sampai Salim Dower di Sidang Nadiem
-
Liputan6 30 Juni 2026 13:30KAI Tutup 31 Perlintasan Liar di Jakarta hingga Sukabumi
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya























